Portal Berita Online

PWI Lampung Selatan Akan Gelar Konferkab


KALIANDA - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lampung Selatan menggelar Konferensi Kerja (Konker) Tahun 2026 di Grand Elty Krakatoa, Kalianda, Selasa (13/1/2026). Kegiatan ini menjadi tahapan strategis menjelang pelaksanaan Konferensi Kabupaten (Konferkab) PWI Lampung Selatan.

Konferensi Kerja merupakan amanat organisasi yang wajib dilaksanakan sebagai forum evaluasi sekaligus perumusan program kerja kepengurusan. Forum ini berperan penting dalam menentukan arah kebijakan serta menyusun program prioritas organisasi untuk periode mendatang sebelum Konferkab digelar.

Konker PWI Lampung Selatan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal PWI Provinsi Lampung, Andi S. Panjaitan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Konferensi Kerja merupakan kewajiban organisasi yang harus dilaksanakan minimal satu kali dalam setiap periode kepengurusan.

“Konferensi kerja ini adalah forum penting untuk membahas dan menyusun program kerja organisasi ke depan. Ini bagian dari konsolidasi serta penguatan kelembagaan PWI,” ujar Andi yang akrab disapa Andy.

Ia berharap seluruh rangkaian Konferensi Kerja dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan rumusan program yang realistis, aplikatif, serta bermanfaat bagi kepengurusan PWI Lampung Selatan ke depan.

“Semoga dari forum ini lahir program-program yang benar-benar dapat dijalankan secara optimal oleh kepengurusan mendatang,” tambahnya.

Senada dengan itu, Ketua PWI Lampung Selatan Supradianto menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian kegiatan, baik Konferensi Kerja maupun Konferensi Kabupaten, dapat berlangsung lancar, demokratis, dan kondusif.

“Mari kita duduk bersama, bermusyawarah, dan membahas seluruh program yang akan dilaksanakan ke depan agar menghasilkan keputusan terbaik demi kemajuan organisasi,” ujar Supradianto yang akrab disapa Supra.

Diketahui, jalannya Konferensi Kerja dipimpin oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Lampung Selatan Ekastiawan, didampingi dua pengurus lainnya, Munizar dan Junaidi. Para peserta tampak aktif mengikuti pembahasan program kerja sebagai bagian dari persiapan menuju Konferkab PWI Lampung Selatan. (*)

Share:

Bupati Pesibar Kembalikan Penempatan PPPK Paruh Waktu ke Penugasan Awal


Pesisir Barat - Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan  memberikan tanggapan langsung atas keluhan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang berasal dari wilayah jauh, seperti Kecamatan Bangkunat dan Lemong. Para pegawai tersebut sebelumnya bekerja di daerah domisili masing-masing, namun penempatan berdasarkan Surat Keputusan (SK) membuat mereka dipindahkan ke lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda).

Pembahasan terkait penataan PPPK paruh waktu ini digelar dalam rapat di Ruang Payung Agung Lantai 4, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat. Dalam rapat tersebut, Bupati menyoroti sejumlah keluhan pegawai, mulai dari jarak tempuh yang jauh, tingginya biaya transportasi, hingga potensi menurunnya efektivitas kinerja.

Dedi menegaskan agar seluruh PPPK paruh waktu dikembalikan ke lokasi penugasan awal, terutama bagi tenaga pendidik yang sebelumnya bertugas di satuan pendidikan di daerah asal masing-masing.

“Kita harus memperhatikan kondisi di lapangan. Banyak PPPK paruh waktu yang berasal dari daerah jauh seperti Bangkunat dan Lemong. Jika mereka ditempatkan di Pemda, tentu akan memberatkan dan mengganggu kinerja. Karena itu, saya tegaskan agar PPPK paruh waktu dikembalikan ke tempat kerja semula,” ujar dia.

Menurutnya, kebijakan ini penting untuk menjaga kelancaran pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan, sekaligus memberikan rasa keadilan dan kenyamanan bagi para PPPK paruh waktu. Dengan dikembalikannya pegawai ke lokasi awal, proses belajar mengajar dan pelayanan kepada masyarakat diharapkan tetap berjalan optimal.

Rapat tersebut dihadiri jajaran pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, di antaranya Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dinas Pendidikan, serta instansi teknis lainnya.

Ia juga meminta agar seluruh perangkat daerah segera menindaklanjuti arahannya dengan menerbitkan keputusan resmi terkait penempatan PPPK paruh waktu sesuai domisili dan tugas awal masing-masing. ( Yasir )

Share:

Lampung Maju Bikin Indonesia Makin Terang!


Oleh: Ahmad Novriwan Ketua Formatur JMSI Lampung  AWAL tahun selalu menjadi ruang kontemplasi, saat yang tepat untuk menimbang arah perjalanan dan menyusun ulang langkah ke depan. Bagi Provinsi Lampung, tahun 2026 bukan sekadar penanda waktu, melainkan momentum strategis untuk menegaskan komitmen menuju Lampung Maju yang berdampak nyata bagi Indonesia secara keseluruhan.  Sebagai organisasi perusahaan pers, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Lampung memandang bahwa pembangunan tidak boleh berhenti pada jargon, seremoni, atau sekadar capaian statistik. Pembangunan harus menyentuh keseharian rakyat, memperkuat ketahanan sosial, serta menciptakan ekosistem yang berkeadilan dan berkelanjutan.  Lampung Maju harus bertumpu pada rencana strategis yang komprehensif dan terukur. Bukan sekadar dokumen administratif, melainkan peta jalan yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara nyata, dari desa hingga kota, dari pesisir hingga pegunungan. 

Share:

Lampung Masuk 10 Besar Tujuan Wisata Nasional, Pariwisata Dorong Perputaran Ekonomi Tembus Rp 53 Triliun pada 2025


Bandar Lampung — Sektor pariwisata Provinsi Lampung mencatat kinerja impresif sepanjang tahun 2025 dan semakin menegaskan perannya sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Pertumbuhan kunjungan wisatawan yang kuat dan konsisten tidak hanya mengangkat posisi Lampung dalam peta pariwisata nasional, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perputaran ekonomi, penyerapan tenaga kerja, serta penguatan UMKM.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang Januari–November 2025 jumlah perjalanan wisatawan nusantara dan mancanegara ke Provinsi Lampung mencapai 24.702.664 perjalanan. Angka tersebut tumbuh signifikan sebesar 53,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadikan Lampung sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan kunjungan tertinggi di Sumatera dan melampaui rata-rata nasional.

Secara nasional, capaian ini menempatkan Lampung masuk dalam 10 destinasi wisata yang diminati wisatawan nusantara versi Kementerian Pariwisata.  Pada September 2025, Lampung berada di posisi kesembilan nasional dengan 2.159.343 perjalanan wisatawan, bahkan melampaui Bali   yang mencatat sekitar 2,12 juta perjalanan pada periode yang sama. Dari perspektif regional, Lampung menjadi provinsi tujuan wisata terbesar kedua di Sumatera dengan kontribusi sekitar 13,26 persen terhadap total perjalanan wisatawan nusantara.

Momentum pertumbuhan ini juga tercermin pada periode puncak mobilitas nasional. Selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, Provinsi Lampung tercatat sebagai salah satu dari 10 tujuan favorit wisatawan nasional dengan estimasi kunjungan mencapai sekitar 2,35 juta orang. Capaian tersebut mengindikasikan bahwa pertumbuhan pariwisata Lampung tidak bersifat musiman, melainkan berlangsung secara berkelanjutan.

Dari sisi belanja, rata-rata pengeluaran wisatawan di Lampung pada 2025 diperkirakan mencapai sekitar Rp2,15 juta per kunjungan. Perputaran uang ini memberikan dampak luas, khususnya bagi lebih dari 3.000 UMKM di sektor kuliner, kerajinan, transportasi, akomodasi, dan jasa pendukung lainnya.

Selain itu sektor pariwisata juga berkontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. BPS Provinsi Lampung mencatat jumlah penduduk bekerja pada periode Agustus 2024–Agustus 2025 mencapai 4.853 ribu orang, dengan penambahan tenaga kerja terserap sebanyak 65,79 ribu orang. Dari jumlah tersebut, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diperkirakan menyerap lebih dari 254 ribu tenaga kerja, baik formal maupun informal, sekaligus berperan dalam menjaga tingkat pengangguran tetap terkendali.

Kinerja pariwisata turut tercermin pada sektor perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Lampung rata-rata tahun 2024 tercatat sebesar 47,11 persen, sedangkan bulan November 2025, TPK hotel berbintang berada di angka 48,93 persen, sementara non Bintang 25,60%.

Prestasi ini semakin diperkuat dengan pengakuan nasional, di mana Lampung masuk dalam jajaran 10 Destinasi Pariwisata yang diminati utk dikunjungi oleh wisatawan nusantara versi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Secara kewilayahan, pergerakan wisatawan masih terpusat di Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Pesawaran. Wilayah-wilayah tersebut menjadi episentrum pariwisata sekaligus pusat perputaran ekonomi daerah, didukung oleh destinasi unggulan seperti Taman Nasional Way Kambas, Pulau Pahawang, Pantai Tanjung Setia, serta berbagai destinasi wisata alam dan bahari lainnya.

Kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, diperkuat dengan dukungan penyelenggaraan berbagai event unggulan seperti Krakatau Festival dan Lampung Festival, serta pengembangan sport tourism melalui ajang Krakatau Run, menjadi fondasi penting dalam mendorong daya saing dan keberlanjutan sektor pariwisata Lampung.

Secara makro, kinerja sektor pariwisata Lampung sepanjang 2025 menunjukkan bahwa pariwisata telah berkembang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Tidak hanya mendorong peningkatan kunjungan, sektor ini juga memperkuat struktur ekonomi daerah, memperluas kesempatan kerja, serta menggerakkan UMKM sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat Lampung. (**)

Share:

Camat Kalianda dan Danramil Tinjau Lokasi Pendirian Koperasi Merah Putih


 LAMPUNG SELATAN - Camat Kalianda Ruris Apdani, bersama Danramil Kalianda Tatang, didampingi Kepala Desa Palembapang Romy Ansori, meninjau lokasi rencana pendirian Koperasi Merah Putih di Dusun Delapan Pelita Dewa, Desa Palembapang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (9/1/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan pemerintah kecamatan terhadap program penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembentukan Koperasi Merah Putih di tingkat desa.

Dalam kegiatan itu, rombongan melihat secara langsung titik lokasi yang direncanakan menjadi pusat aktivitas Koperasi Merah Putih. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan serta dukungan lingkungan sekitar sebelum koperasi resmi didirikan dan beroperasi.

Camat Kalianda Ruris Apdani, S.Pd., menyampaikan bahwa pendirian Koperasi Merah Putih di Desa Palembapang, khususnya di Dusun Delapan Pelita Dewa, diharapkan mampu menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan warga.

“Koperasi Merah Putih ini diharapkan dapat dikelola secara profesional, transparan, dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Danramil Kalianda Tatang menegaskan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh pendirian Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa.

“Kami dari TNI akan terus bersinergi dengan pemerintah kecamatan dan desa dalam mendukung program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah,” kata Tatang.

Kepala Desa Palembapang Romy Ansori juga menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan dukungan pemerintah kecamatan serta Danramil Kalianda terhadap rencana pendirian Koperasi Merah Putih di wilayahnya.

“Kami siap memfasilitasi dan mendukung seluruh tahapan pendirian Koperasi Merah Putih ini. Harapannya, koperasi ini benar-benar menjadi wadah ekonomi bersama yang mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga Desa Palembapang,” ujar Romy Ansori.

Kegiatan monitoring tersebut menjadi langkah awal sebelum memasuki tahapan pendirian dan operasional Koperasi Merah Putih di Dusun Delapan Pelita Dewa, Desa Palembapang. (Red)

Share:

Hangat dan Penuh Empati, Bupati Lampung Selatan Sambangi SLB Negeri Sidomulyo Bersama Tiga Putrinya


LAMSEL, Sidomulyo - Tawa polos dan sapaan hangat mewarnai halaman Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Sidomulyo, Desa Budidaya, Kecamatan Sidomulyo, Jumat (9/1/2026).

Di tengah suasana sederhana namun penuh keakraban itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, hadir langsung menyapa siswa-siswi berkebutuhan khusus, membawa pesan empati, perhatian, dan dukungan moral dari pemerintah daerah.

Kehadiran Bupati Egi terasa istimewa karena ia turut mengajak ketiga putrinya, Kaleela Aisyah Pratama, Kaisara Alisyah Pratama, dan Khawla Ameena Pratama. Kebersamaan keluarga tersebut semakin memperkuat nuansa kekeluargaan saat mereka membaur, berinteraksi, dan memperkenalkan diri satu per satu di hadapan para siswa.

Dalam kesempatan itu, Bupati Egi mengungkapkan kesan positifnya saat pertama kali mengunjungi SLB Negeri Sidomulyo.

Ia menilai dedikasi para guru sangat luar biasa dalam mendidik siswa-siswi berkebutuhan khusus. Menurutnya, lingkungan sekolah yang bersih, nyaman, dan penuh warna menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.

“Lingkungannya bagus, nyaman, bersih, dan penuh warna. Saya yakin anak-anak merasa senang dan betah belajar di sekolah ini,” ujar Bupati Egi.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, Bupati Egi bersama ketiga putrinya menyerahkan secara langsung sebanyak 128 paket bingkisan berupa susu UHT dan buku tulis kepada para siswa, serta 20 paket sembako bagi keluarga siswa yang kurang mampu.

Turut mendampingi Bupati Radityo Egi Pratama dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Lampung Selatan Agus Sartono, Plt Kepala Dinas Pendidikan M. Darmawan, Kepala Dinas Sosial Puji Sukanto, serta Camat Sidomulyo Fran Sinatra Adung.

Kehadiran jajaran pejabat ini sekaligus menegaskan komitmen kolektif Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam menjamin kesejahteraan, perlindungan, serta pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, agar tumbuh setara, bermartabat, dan memiliki masa depan yang lebih baik. (Kmf-Is)

Share:

Camat Rajabasa Turun Pimpin Kegiatan Jumat Bersih di Sukaraja


LAMPUNG SELATAN - Memasuki musim hujan, Camat Rajabasa, Firdaus, turun langsung memimpin kegiatan Jumat Bersih di Dusun Kenali, Desa Sukaraja, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (9/1/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan gorong-gorong yang tersumbat sampah di sekitar permukiman warga.

Tak hanya memberikan instruksi, Firdaus bersama staf Kecamatan Rajabasa, Pemerintah Desa Sukaraja, RT, kepala dusun, hingga masyarakat setempat, tampak bahu-membahu membersihkan lingkungan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencegah banjir serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Firdaus mengatakan, Jumat Bersih merupakan agenda rutin Pemerintah Kecamatan Rajabasa sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan antara aparatur pemerintah dan masyarakat.

“Ini bukan sekadar bersih-bersih, tetapi juga membangun kekompakan dan semangat gotong royong,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan di musim hujan. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan merupakan langkah penting untuk mengantisipasi berbagai penyakit, khususnya demam berdarah (DBD).

“Di musim hujan ini kita juga harus waspada. Kita jaga bersama kebersihan lingkungan untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah (DBD) Kalau lingkungan bersih, insyaallah penyakit juga tidak akan datang,” kata Firdaus.

Selain berdampak pada kesehatan, Firdaus menegaskan bahwa lingkungan yang bersih juga akan berpengaruh terhadap kenyamanan masyarakat serta kualitas pelayanan publik.

Kegiatan Jumat Bersih ini pun menjadi bagian dari dukungan terhadap program Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yakni ABRI dan BKW.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kecamatan Rajabasa berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan terus meningkat, tidak hanya di lingkungan perkantoran, tetapi juga di seluruh wilayah Kecamatan Rajabasa. (Red)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts