Portal Berita Online

Pentas Seni HELAU Lampung Selatan Diduga Abaikan Fasilitas Publik


LAMPUNG SELATAN - Pentas seni HELAU, yang diadakan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan di kawasan Bundaran Tugu Pancasila, Kelurahan Way Urang, Kalianda,  Lampung Selatan pada Jum’at malam 19 Juni 2026, dipadati ratusan Pengunjung.

Kehadiran pengunjung yang semakin ramai turut membawa dampak positif bagi pelaku usaha kecil dan pedagang di sekitar lokasi. Aktivitas ekonomi yang sempat lesu pun mulai kembali menggeliat seiring banyaknya orang yang datang menikmati pertunjukan seni di suasana malam.

Namun, di balik semaraknya panggung serta meningkatnya aktivitas ekonomi bagi warga, kondisi kawasan yang menjadi lataran utama kegiatan itu justru menuai sorotan. Masyarakat menilai salah satu ikon penting Kabupaten Lamsel ini terlihat kurang terawat dan jauh dari kesan sebagai wajah ibu kota kabupaten.

Pasalnya, sejumlah fasilitas yang dulunya menjadi daya tarik kawasan itu kini tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Lampu penerangan pada air mancur yang dulu memperindah suasana malam hari diketahui sudah lama tidak menyala. Begitu juga dengan air mancur pusat, yang kini tidak lagi beroperasi secara optimal.

Tak hanya disitu saja, kerusakan pada tubuh Tugu Pancasila akibat aksi vandalisme beberapa bulan lalu hingga kini belum terlihat adanya perbaikan. Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan di kalangan publik mengenai komitmen pemerintah daerah dalam merawat aset dan simbol daerah yang dibangun menggunakan anggaran negara.

Ironisnya lagi, di saat pemerintah mulai menghidupkan kembali ruang publik lewat berbagai kegiatan, fasilitas yang menjadi identitas kawasan justru terkesan terabaikan.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan, I Nyoman Setiawan, saat dikonfirmasi di lokasi mengakui bahwa saat ini belum tersedia anggaran khusus untuk pemeliharaan tugu, monumen, maupun fasilitas penerangan di kawasan tersebut.

Meski begitu, ia menyebut Pemkab Lampung Selatan telah menyiapkan rencana besar untuk melakukan revitalisasi menyeluruh kawasan Bundaran Tugu Pancasila dengan konsep pembangunan alun-alun Kalianda. Program itu dianggarkan sekitar Rp 30 miliar yang bersumber dari APBD Tahun 2026.

Namun, rencana tersebut justru menyisakan banyak tanda tanya. Hingga saat ini belum ada kepastian kapan pekerjaan itu akan dimulai. Nyoman menjelaskan bahwa ia tidak mengetahui jadwal pelaksanaannya karena hal itu menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan.

Nyoman juga belum dapat memastikan apakah Tugu Pancasila yang menjadi ikon kawasan itu akan dipugar dan dipertahankan keberadaannya, atau justru mengalami perubahan bentuk dalam konsep baru yang sedang dirancang.

Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa proyek senilai puluhan miliar rupiah itu masih sebatas wacana, belum disertai kejelasan teknis di lapangan. Sementara itu, kerusakan fasilitas yang ada terus menjadi pemandangan sehari-hari warga.
Di sisi lain, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan telah menetapkan Pentas Seni Budaya HELAU, sebagai agenda rutin setiap Jum’at malam. Untuk mendukung kegiatan itu, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 3 juta setiap kali pelaksanaannya, yang digunakan untuk konsumsi, sewa peralatan suara, serta honorarium para seniman dan petugas.

Kebijakan ini pun memicu diskusi di tengah masyarakat terkait prioritas penggunaan anggaran daerah. Di satu sisi pemerintah berusaha menghidupkan ruang publik, namun di sisi lain fasilitas penunjang dan ikon daerah justru belum mendapatkan perhatian perbaikan yang layak.

Masyarakat berharap rencana revitalisasi yang telah diumumkan tidak berhenti sebagai janji semata. Terlebih, kawasan Bundaran Tugu Pancasila bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan wajah Kabupaten Lampung Selatan yang dilihat oleh warga maupun tamu yang berkunjung.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari Dinas PUPR terkait desain akhir, tahapan pelaksanaan, maupun target waktu penyelesaian proyek senilai Rp 30 miliar tersebut. (Is)

Share:

Pentas Seni Budaya Helau Lampung Selatan Diapresiasi Banyak Pihak


LAMPUNG SELATAN - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan terus berkomitmen menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan kekayaan seni budaya daerah melalui kegiatan rutin Pentas Seni Budaya Helau.

Kegiatan ini mendapatkan tanggapan yang sangat positif dari masyarakat hingga pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) setempat.

Pentas ini berlangsung mulai pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB sampai selesai. Pada Jum’at malam (19/06/2026).

Awalnya dibuka oleh Supriyanto Sekretaris Daerah Kabupaten Lamsel, kala itu. digelar di Gedung Olahraga Way Handak (GWH), Kalianda, kini lokasi kegiatan dipindahkan dan berlangsung secara rutin di kawasan Tugu Pancasila Kabupaten Lampung Selatan.

Ruang Ekspresi Seniman dan Sarana Dekatkan Budaya.

Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi para seniman lokal untuk menampilkan karya dan bakatnya. Selain itu, Pentas Seni Budaya Helau juga berperan sebagai jembatan yang mendekatkan kembali nilai-nilai budaya daerah kepada masyarakat luas, terutama generasi muda.

Berbagai pertunjukan kesenian khas Lampung Selatan ditampilkan secara bergantian, sehingga warga dapat menikmati tontonan yang menghibur sekaligus menambah wawasan tentang warisan leluhur.

Pernyataan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan, Dr. I Nyoman Setiawan, dalam keterangannya menyampaikan tujuan utama diselenggarakannya kegiatan ini.

“Pentas Seni Budaya Helau kami hadirkan sebagai wujud nyata upaya melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya asli Lampung Selatan. Kami ingin budaya ini tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi terus hidup dan dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemindahan lokasi ke Tugu Pancasila dilakukan agar lebih mudah diakses oleh warga dari berbagai wilayah, serta menciptakan pusat kegiatan budaya yang lebih strategis.

"Selain melestarikan budaya, kami juga merancang kegiatan ini agar dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar. Oleh karena itu, kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pelaku UKM dan pedagang lokal untuk ikut serta memamerkan dan menjual produknya di lokasi acara,” jelasnya.

Pihaknya berkomitmen untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas kegiatan ini agar semakin menarik dan memberikan dampak yang lebih luas.

Berdampak Positif Bagi Ekonomi Warga.

Tidak hanya memperkuat identitas budaya, kehadiran kegiatan ini juga memberikan dampak nyata bagi perekonomian warga sekitar. Para pelaku UKM dan pedagang kecil memanfaatkan keramaian pengunjung untuk menawarkan berbagai produk kerajinan tangan, makanan khas, dan barang dagangan lainnya.

Salah satu pedagang di lokasi, Susi pemilik angkringan “Besti”, mengaku sangat merasakan manfaatnya. “Selain bisa menikmati kesenian secara gratis, kami juga bisa menjajakan dagangan. Kegiatan ini menghidupkan suasana sekaligus membantu perekonomian warga,” ungkapnya.

Dukungan ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjaga warisan sejarah, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan. (Is)

Share:

Bupati Lampung Selatan Apresiasi Seminar Nasional Bedah Buku Babad Alas


LAMPUNG SELATAN - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggelar Seminar Nasional Bedah Buku Babad Alas yang menghadirkan Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, sebagai narasumber utama di Aula Krakatau, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati Lampung Selatan, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para staf ahli bupati, asisten sekda, kepala OPD, camat, pimpinan BUMD, tokoh masyarakat, serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar nasional yang dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat literasi sejarah dan menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan budaya bangsa.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya Seminar Nasional Bedah Buku Babad Alas ini. Kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas daerah dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda,” ujar Egi.

Menurutnya, sejarah memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan daerah. Dengan memahami perjalanan masa lalu, masyarakat dapat mengambil nilai-nilai positif untuk menghadapi tantangan masa depan.

“Sejarah adalah kompas pembangunan. Kita tidak boleh melupakan akar budaya dan jati diri daerah di tengah derasnya arus modernisasi. Melalui buku Babad Alas, kita diajak memahami perjalanan, perjuangan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu sebagai bekal membangun Lampung Selatan yang maju dan berkarakter,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa sejarah dan budaya merupakan fondasi penting dalam membangun bangsa yang kuat dan berdaya saing.

“Sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan sumber pembelajaran untuk menata masa depan. Buku Babad Alas menghadirkan narasi penting tentang perjalanan masyarakat dan nilai-nilai lokal yang harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Bima Arya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

“Pembangunan tidak hanya berbicara soal infrastruktur dan ekonomi. Kita juga harus memastikan bahwa identitas, budaya, dan nilai-nilai luhur bangsa tetap hidup dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya turut memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan sektor pendidikan dan pariwisata berbasis budaya di Lampung Selatan.

Menurutnya, kekayaan sejarah yang dimiliki daerah dapat menjadi modal besar untuk membangun kualitas pendidikan sekaligus meningkatkan daya tarik wisata.

“Lampung Selatan memiliki potensi besar, baik dari sisi sejarah, budaya, pendidikan maupun pariwisata. Potensi ini harus terus dikembangkan secara terintegrasi. Dunia pendidikan memiliki peran penting dalam meneliti, mendokumentasikan, dan mengembangkan kekayaan sejarah serta budaya daerah agar menjadi sumber pengetahuan sekaligus daya tarik wisata yang bernilai tinggi,” ungkapnya.

Bima Arya menilai, daerah yang mampu menjaga dan mengangkat sejarahnya akan memiliki identitas yang kuat di tengah persaingan global.

“Ketika sejarah dan budaya dikemas melalui pendidikan, penelitian, dan pengembangan destinasi wisata, maka akan lahir nilai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya melihat Lampung Selatan memiliki modal besar untuk itu,” tegasnya.

Ia juga mendorong perguruan tinggi untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menghasilkan kajian dan inovasi yang mendukung pembangunan berbasis kearifan lokal.

“Perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat harus berjalan bersama. Hasil kajian akademik harus menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan, termasuk pengembangan sektor pariwisata dan pelestarian budaya lokal,” tambahnya.

Seminar nasional tersebut turut diikuti akademisi dari Universitas Indonesia Mandiri (UIM), Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Universitas An-Nur, Universitas Muhammadiyah Kalianda, serta STAI Yasba Kalianda. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas nilai historis, budaya, dan relevansi isi buku Babad Alas terhadap pembangunan daerah.

Melalui seminar ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap semangat literasi sejarah dan pelestarian budaya dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus menjadi inspirasi dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal. (Red)

Share:

Bedah Buku Babad Alas di Lampung Selatan, Bima Arya dan Bupati Radityo Egi Dorong Lahirnya Pemimpin Masa Depan

 


LAMPUNG SELATAN - Seminar Nasional Bedah Buku Babad Alas karya Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, menjadi ruang berbagi pengalaman kepemimpinan sekaligus penguatan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Jumat (19/6/2026), dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto, akademisi, mahasiswa, serta unsur Forkopimda.

Seminar tersebut mengupas isi buku Babad Alas yang memuat refleksi perjalanan Bima Arya selama satu dekade memimpin Kota Bogor. Melalui pendekatan ideologi, strategi, dan taktik pemerintahan, buku tersebut menawarkan berbagai pembelajaran mengenai kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, hingga pelayanan publik.

Turut hadir sebagai pengulas buku Feni Rosalia, Rektor Universitas Indonesia Mandiri, perwakilan Universitas Muhammadiyah Kalianda, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yayasan Pembangunan Kalianda, Universitas An-Nur, serta para mahasiswa dan akademisi.

Kegiatan dimoderatori Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Tri Umaryani.

Dalam sambutannya, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki bangsa.

Menurut Egi, negara maju tidak hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam, tetapi juga kemampuan masyarakatnya dalam mengelola dan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada.

Ia menilai, buku Babad Alas menyajikan banyak pelajaran berharga mengenai tantangan, dinamika, dan proses pengambilan keputusan yang dihadapi seorang pemimpin dalam menjalankan pemerintahan.

“Pengalaman yang tertuang dalam buku Babad Alas memberikan pelajaran bahwa perubahan tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari keberanian mengambil langkah, membangun kolaborasi, dan bekerja secara konsisten untuk mencapai tujuan yang lebih besar,” ujar Egi.

Lebih lanjut, Egi mengajak mahasiswa dan civitas akademika untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berintegritas, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto menjelaskan bahwa Babad Alas merupakan catatan perjalanan kepemimpinannya selama 10 tahun memimpin Kota Bogor yang berangkat dari semangat pemerintahan yang bersih dan melayani masyarakat.

Menurut Bima, ideologi kepemimpinan harus diterjemahkan ke dalam strategi yang tepat agar mampu menghasilkan perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.

“Pemimpin adalah agen harapan. Ideologi tanpa strategi tidak akan efektif. Harapan itu harus dicicil melalui kerja-kerja nyata dan dibangun bersama tim yang loyal, solid, militan, dan kompeten,” kata Bima.

Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya juga mengapresiasi berbagai terobosan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama, terutama dalam pembenahan sektor pendidikan, pembangunan infrastruktur, serta upaya memperkuat identitas daerah.

Melalui seminar nasional ini, diharapkan lahir berbagai gagasan, inspirasi, dan pembelajaran yang dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk membangun kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat demi menyongsong Indonesia Emas 2045. (Is-Kmf)

Share:

Firdaus Minta SMSI Jadi Penanggung Jawab HPN 2027


JAKARTA – Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus mengusulkan agar SMSI dipercaya menjadi penanggung jawab Hari Pers Nasional (HPN) 2027.

Permintaan tersebut disampaikan langsung kepada Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat saat memberikan sambutan pada Malam Anugerah SMSI 2026 di Hall Dewan Pers, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Dalam sambutannya, Firdaus mengatakan SMSI akan segera menyampaikan surat resmi kepada Dewan Pers terkait usulan tersebut. Menurutnya, penunjukan penanggung jawab HPN perlu dilakukan secara bergiliran dan berkeadilan bagi seluruh konstituen pers.

“Insya Allah, dengan izin Yang Mulia Ketua Dewan Pers, kiranya berkenan nanti penanggung jawab Hari Pers Nasional yang akan datang itu SMSI. Kami akan kirim surat menyusul,” ujar Firdaus.

Ia menegaskan, SMSI tidak bermaksud memonopoli penyelenggaraan HPN. Justru sebaliknya, organisasi perusahaan media siber terbesar di Indonesia itu menginginkan adanya prinsip kesetaraan di antara seluruh konstituen Dewan Pers.

“Pada HPN yang akan datang, seluruh konstituen itu harus diberi kesempatan sebagai penanggung jawab demi kesetaraan. AMSI, PRRSNI, ATVLI, ada PWI, ada SMSI dan lainnya. Semuanya harus ditempatkan secara setara dam adil,” katanya.

Firdaus juga berharap Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dapat memberikan dukungan terhadap keinginan SMSI menjadi penanggung jawab HPN 2027.

“Mohon izin kembali kepada PWI, kiranya nanti mendukung kami untuk menjadi penanggung jawabnya. Karena ini adalah karya-karya luar biasa yang harus terus dijaga keberlangsungannya,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Firdaus menjelaskan bahwa Anugerah SMSI 2026 merupakan bentuk apresiasi masyarakat pers kepada para tokoh pemerintah dan masyarakat yang berkontribusi menjaga kemerdekaan pers di Indonesia.

Sebanyak 16 penerima penghargaan terpilih dari 61 nama yang diusulkan pengurus SMSI kabupaten/kota dan provinsi dari seluruh Indonesia. Nama-nama tersebut kemudian disaring menjadi 32 kandidat sebelum akhirnya diputuskan 16 penerima penghargaan oleh dewan juri di bawah koordinasi Sekretaris Dewan Juri Prof. Taufik dan pengawasan Ketua Dewan Pakar SMSI Prof. Yudi Krisnandi.

Dari 16 penerima penghargaan tersebut, tiga tokoh akan masuk nominasi penerima Pin Emas SMSI yang rencananya diserahkan pada peringatan Hari Pers Nasional mendatang.

Firdaus menilai momentum HPN tidak hanya menjadi perayaan insan pers, tetapi juga wadah untuk memperkuat kebersamaan seluruh organisasi konstituen Dewan Pers.

“Seluruh konstituen harus ditempatkan secara setara dan berkeadilan. Itu semangat yang ingin kami bangun,” tegasnya.

Acara Malam Anugerah SMSI 2026 sendiri dihadiri Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat, jajaran pengurus pusat SMSI, para tokoh penerima penghargaan, serta insan pers dari berbagai daerah di Indonesia. (***)

Share:

Pemdes Tajimalela Rapat Pemantapkan Program Desa Helau

 


LAMPUNG SELATAN - Pemerintah Desa Tajimalela, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan terus memantapkan langkah terwujudnya Program Desa Helau. Melalui rapat pemantapan yang digelar di Balai Desa Tajimalela, Jumat (19/6/2026).

Rapat Pemantapan Desa Helau tersebut dihadiri Kepala Desa Tajimalela Qomaruddin Akbar, Bhabinkamtibmas, pendamping desa, Ketua dan anggota BPD, Ketua karang taruna desa setempat, Kepala sekolah SDN 1 Tajimalela, seluruh aparatur desa, tokoh masyarakat, serta sejumlah warga.

Rapat ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan misi demi memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung terwujudnya Desa Helau. sebagai arah pembangunan Desa Tajimalela yang lebih Hijau, Elok, Lestari, Aman dan Unggul, kedepannya.

Kepala Desa Tajimalela, Qomaruddin Akbar, mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan desa membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, semangat gotong royong menjadi kunci utama dalam mewujudkan berbagai program yang telah direncanakan pemerintah desa.

"Desa Helau merupakan cita-cita bersama. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus bergerak bersama, saling mendukung, dan menjaga semangat kebersamaan agar setiap program pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, khususnya bagi masyarakat desa Tajimalela sendiri." ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep Desa Helau tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan, serta penguatan nilai-nilai sosial dan budaya.

Menurut Qomaruddin, program tersebut juga harus selaras dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama, yang menitikberatkan pembangunan berbasis desa sebagai fondasi kemajuan daerah.

"Kami ingin Desa Tajimalela menjadi desa yang maju dan mandiri. Apa yang sedang kami lakukan melalui program Desa Helau sejalan dengan semangat pembangunan yang digaungkan Bupati Lampung Selatan, yakni membangun daerah dimulai dari desa," Tukasnya.

Sementara, Ketua BPD Desa Tajimalela Raden Permata, dalam kesempatan itu menyampaikan dukungannya terhadap berbagai program yang telah dirancang pemerintah desa. Ia berharap setiap kebijakan dan pembangunan yang dilaksanakan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

"Melalui forum seperti ini, aspirasi masyarakat dapat dihimpun dan menjadi bahan evaluasi bersama. Harapan kami, pembangunan yang akan dilaksanakan bisa terwujud dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga secara merata," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bhabinkamtibmas Desa Tajimalela juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar terus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Ia mengajak seluruh warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap situasi kamtibmas, menjauhi penyalahgunaan narkoba, serta memperkuat budaya saling menjaga demi terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif sebagai modal utama pembangunan desa.

Rapat diakhiri dengan sesi diskusi dan penyampaian berbagai masukan dari masyarakat terkait program Desa Helau. Seluruh peserta yang hadir menyatakan komitmennya untuk terus mendukung apa yang sudah menjadi program desa. (Red)

Share:

Bupati Pesisir Barat Kepulangan Jamaah Haji Kabupaten Pesisir Barat


Bupati Pesisir Barat, Lampung, Dedi Irawan, menyambut secara langsung kepulangan jamaah haji Kabupaten Pesisir Barat Tahun 1447 Hijriah di Lobby Teluk Stabas, Gedung A Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, Kamis, 18 Juni 2026.

hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Kabupaten Pesisir Barat, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekretariat Daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Pesisir Barat, Hera Rohmawati, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Barat, Ketua I TP-PKK Kabupaten Pesisir Barat, Dea Derika Topani, anggota TP-PKK dan DWP Kabupaten Pesisir Barat,

Dalam sambutannya, Bupati Dedi Irawan menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh jamaah haji yang telah kembali ke tanah air setelah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, kami mengucapkan selamat datang kembali di tanah kelahiran. Semoga ibadah yang telah dilaksanakan diterima Allah SWT dan seluruh jamaah menjadi haji yang mabrur, yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik dalam kehidupan,” ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa ibadah haji bukanlah akhir dari sebuah perjalanan spiritual, melainkan awal dari tanggung jawab moral dan sosial yang lebih besar di tengah masyarakat.

“Ibadah haji bukan akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab moral dan spiritual yang lebih besar. Gelar haji yang disandang hendaknya menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, menyebarkan kebaikan, menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah, serta menjadi contoh dalam akhlak dan ibadah,” lanjutnya.

Menurut Bupati, nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji, seperti kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, dan kepedulian sosial, diharapkan dapat menjadi energi positif dalam membangun keluarga, lingkungan, serta mendukung pembangunan daerah.

“Kami berharap nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, dan kepedulian yang diperoleh selama menunaikan ibadah haji dapat menjadi energi positif untuk membangun keluarga, lingkungan, dan daerah yang kita cintai,” katanya.

Beliau juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam kelancaran penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari petugas haji, Kementerian Agama, tenaga kesehatan, hingga seluruh unsur yang memberikan pelayanan dan pendampingan kepada jamaah haji asal Kabupaten Pesisir Barat.

“Pada kesempatan ini, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh petugas haji, Kementerian Agama, tenaga kesehatan, dan semua pihak yang telah memberikan pelayanan serta pendampingan kepada jamaah haji Kabupaten Pesisir Barat, sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung dengan baik,” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan agar para jamaah haji senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan umur, serta istiqamah dalam menjaga kemabruran hajinya.

“Mari kita berdoa bersama agar para jamaah haji senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan usia, dan keistiqamahan dalam menjaga kemabruran hajinya. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan keberkahan-Nya kepada kita semua dan Kabupaten Pesisir Barat yang kita cintai,” pungkasnya.

Kegiatan penyambutan berlangsung dengan penuh kehangatan dan rasa syukur. Kehadiran keluarga serta jajaran Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat menjadi wujud penghormatan dan kebahagiaan atas kepulangan para tamu Allah yang telah menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji di tanah suci.(yasir)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts