Portal Berita Online

Tingkatkan Keamanan dan Kenyamanan Pengguna Jasa, ASDP Bakauheni Implementasikan Sterilisasi Pelabuhan dan Digitalisasi Sistem Parkir


BAKAUHENI, 1 Juni 2026 – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni terus memperkuat transformasi layanan penyeberangan melalui implementasi program sterilisasi kawasan pelabuhan yang dibarengi dengan penerapan sistem parkir digital (Digital Parking System) di Pelabuhan Bakauheni. Kebijakan ini mulai diberlakukan efektif pada 1 Juni sebelum diberlakukan secara penuh pada 15 Juni 2026 sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pelabuhan yang lebih aman, tertib, modern, dan berbasis teknologi.

Langkah strategis tersebut merupakan bagian dari transformasi operasional yang tengah dijalankan ASDP untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa, memperkuat sistem keamanan kawasan pelabuhan, serta mendukung digitalisasi layanan transportasi nasional yang lebih efisien dan terintegrasi.

Implementasi sterilisasi kawasan pelabuhan dilaksanakan melalui penguatan pengawasan dan pengendalian akses di seluruh area operasional, penertiban aktivitas sesuai fungsi dan kewenangan masing-masing pihak, serta optimalisasi sistem keamanan guna memastikan seluruh aktivitas kepelabuhanan berjalan secara tertib, aman, dan terkendali.


General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni, Partogi Tamba, mengatakan bahwa sterilisasi pelabuhan merupakan bagian dari transformasi layanan yang berorientasi pada peningkatan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa.


“Sterilisasi pelabuhan bukan semata-mata pembatasan aktivitas di kawasan pelabuhan, melainkan upaya menghadirkan tata kelola yang lebih baik melalui penguatan aspek keamanan, keselamatan, dan ketertiban operasional. Dengan pengelolaan akses yang lebih terkontrol, kami dapat memastikan setiap aktivitas di dalam kawasan pelabuhan berjalan secara efektif sehingga pelayanan kepada pengguna jasa menjadi semakin optimal,” ujarnya.


Dalam mendukung implementasi kebijakan tersebut, Pelabuhan Bakauheni mengedepankan pendekatan berbasis teknologi melalui pengembangan sistem Face Recognition, Radio Frequency Identification (RFID), CCTV, monitoring kendaraan, serta digitalisasi pengawasan yang terintegrasi guna memperkuat sistem keamanan dan pengendalian operasional pelabuhan.


Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, pengawasan terhadap pergerakan orang dan kendaraan dapat dilakukan secara lebih akurat, cepat, dan real time. Integrasi berbagai sistem digital ini memungkinkan ASDP meningkatkan efektivitas pengendalian akses, memperkuat mitigasi risiko keamanan, serta mendukung pengambilan keputusan operasional berbasis data secara lebih responsif.


“Transformasi yang kami lakukan tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan operasional, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi sebagai fondasi pengelolaan pelabuhan modern. Pengembangan sistem Face Recognition, RFID, CCTV terintegrasi, serta monitoring kendaraan secara real time merupakan bagian dari upaya ASDP menghadirkan pelabuhan yang lebih aman, cerdas, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” tambahnya.


Sebagai bagian dari implementasi sterilisasi kawasan pelabuhan, ASDP Bakauheni juga resmi mengoperasikan sistem parkir digital melalui mekanisme pembayaran non-tunai menggunakan metode Tap In dan Tap Out pada seluruh akses masuk dan keluar area parkir pelabuhan.


Melalui sistem ini, pengguna jasa dapat melakukan transaksi parkir secara elektronik menggunakan berbagai kartu uang elektronik yang telah terintegrasi, antara lain e-Money, Flazz, BRIZZI, TapCash, dan JakCard. Selain itu, pengguna jasa juga dapat memanfaatkan QRIS maupun dompet digital (e-wallet) pada saat melakukan transaksi keluar area parkir.


Penerapan Digital Parking System bertujuan meningkatkan kecepatan pelayanan transaksi, mengurangi antrean kendaraan di area parkir, meminimalkan penggunaan uang tunai, serta mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan parkir di lingkungan pelabuhan.


Lebih jauh, sistem ini juga mendukung integrasi data kendaraan yang masuk dan keluar kawasan pelabuhan sehingga memperkuat efektivitas pengawasan, meningkatkan akurasi pencatatan kendaraan, serta mendukung pengelolaan lalu lintas kendaraan yang lebih baik di kawasan Pelabuhan Bakauheni.


“Digitalisasi sistem parkir merupakan bagian dari transformasi layanan berbasis teknologi yang sedang kami jalankan. Selain memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna jasa, sistem ini juga memperkuat pengawasan lalu lintas kendaraan, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung terwujudnya ekosistem pelabuhan yang modern dan terintegrasi,” jelasnya.


ASDP mengimbau seluruh pengguna jasa untuk mempersiapkan kartu uang elektronik dengan saldo yang mencukupi sebelum memasuki area parkir pelabuhan guna mendukung kelancaran transaksi. Sosialisasi mengenai mekanisme pembayaran digital juga terus dilakukan melalui berbagai kanal komunikasi perusahaan agar proses transisi dapat berjalan lancar dan mudah dipahami oleh masyarakat.


Melalui implementasi sterilisasi kawasan pelabuhan dan digitalisasi sistem parkir, ASDP Bakauheni optimistis dapat menghadirkan standar pelayanan yang semakin unggul, aman, tertib, dan efisien. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mewujudkan pelabuhan modern berbasis teknologi yang mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi logistik nasional, serta peningkatan pengalaman pengguna jasa di Pelabuhan Bakauheni.



Share:

Laporan Warga, Polsek Palas Ungkap Kasus Narkotika

 


LAMPUNG SELATAN - Polsek Palas, Polres Lampung Selatan berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis sabu seberat 1,22 gram di wilayah Kecamatan Palas dengan laporan warga lewat 110 , Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan tiga orang tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.

Laporan Warga lewat 110 POLRI Ketiga tersangka narkoba jenis sabu yakni H.K. alias Tikus (35), warga Kecamatan Sragi, D.A. (29), warga Desa Rejomulyo, Kecamatan Palas, dan H.K. alias Liting (25), warga Desa Rejomulyo, Kecamatan Palas. Ketiganya kini telah ditahan dan menjalani proses penyidikan di Satresnarkoba Polres Lampung Selatan.

Kasat Resnarkoba Polres Lampung Selatan AKP Widodo Prasojo, S.T.K., S.I.K., mengatakan keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak terlepas dari peran aktif masyarakat yang memberikan informasi melalui Laporan Warga lewat 110 Polri.

Disampaiakan dalam konferensi Pers pada 1/06/2026 di Aula Polres Lamsel.
Berbekal laporan tersebut, petugas langsung melakukan pemetaan (mapping), penyelidikan, hingga berhasil mengidentifikasi dan meringkus para pelaku.

"Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang disampaikan melalui layanan 110 Polri terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika di wilayah Palas.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera melakukan mapping, penyelidikan dan berhasil mengamankan tiga tersangka beserta barang bukti narkotika jenis sabu.” ujar AKP Widodo Prasojo.

Berdasarkan hasil penyidikan dan gelar perkara, tersangka D.A. dan H.K. alias Liting berperan sebagai pihak yang menguasai narkotika jenis sabu sekaligus memaketkan barang haram tersebut ke dalam enam plastik klip kecil yang rencananya akan diedarkan kembali.

Sementara itu, tersangka H.K. alias Tikus berperan sebagai pemasok yang menyerahkan sabu kepada H.K. alias Liting setelah sebelumnya memperoleh barang tersebut dari seorang DPO berinisial R di wilayah Jabung, Lampung Timur.

Kasus ini terungkap pada Selasa, 19 Mei 2026 sekitar pukul 11.00 WIB setelah Unit Reskrim Polsek Palas menerima informasi mengenai dugaan aktivitas transaksi narkotika di sebuah rumah di Dusun 02 Desa Rejomulyo, Kecamatan Palas.

Saat dilakukan penggerebekan, petugas mendapati H.K. alias Liting sedang memaketkan sabu ke dalam plastik klip kecil yang akan diedarkan kembali. Di lokasi yang sama, petugas juga menemukan D.A. yang diketahui telah membeli sabu dari tersangka.

Dari hasil penggeledahan ditemukan enam paket sabu siap edar beserta berbagai perlengkapan yang digunakan untuk mengemas dan mengonsumsi narkotika. Berdasarkan keterangan H.K. alias Liting, sabu tersebut diperoleh dari H.K. alias Tikus yang kemudian berhasil diamankan dalam pengembangan kasus.

Dalam pengungkapan ini, polisi menyita enam bungkus plastik klip kecil berisi sabu dengan berat bruto 1,22 gram, satu bundel plastik klip bening, satu timbangan digital, alat hisap sabu (bong), telepon genggam milik para tersangka, serta sejumlah barang bukti lainnya yang berkaitan dengan tindak pidana narkotika.

Sementara itu Kapolsek Palas IPTU Suyitno menjelaskan bahwa adanya keterkaitan kuat antara peredaran narkoba dan tindak pidana curanmor.

“Hasil kejahatan curanmor sering digunakan untuk membeli narkoba, sementara konsumsi narkoba menjadi salah satu faktor yang mendorong pelaku kembali melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor. Karena itu, setiap pengungkapan kasus narkoba juga merupakan upaya memutus rantai kejahatan lainnya yang meresahkan masyarakat,” tegas Kapolsek Palas IPTU Suyitno.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Dari barang bukti sabu seberat 1,22 gram yang berhasil disita, nilai ekonomisnya diperkirakan mencapai Rp1.220.000. Selain itu, berdasarkan asumsi satu gram sabu dapat dikonsumsi oleh empat orang, maka pengungkapan kasus ini diperkirakan telah menyelamatkan sekitar lima jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkotika.
**

Share:

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026: Wabup Syaiful Tegaskan Kebijakan Publik Harus Berpihak kepada Rakyat Kecil


LAMSEL, Kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang dipusatkan di Lapangan Korpri, Kalianda, pada Senin (1/6/2026).

Prosesi upacara tahunan ini berlangsung khidmat dengan mengusung tema besar "Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia".

Dalam upacara tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara. Sementara itu, posisi Komandan Upacara dipercayakan kepada Danramil 421-04 Kalianda, Kapten Inf Tatang Sulaiman.

Suasana sakral menyelimuti Lapangan Korpri saat Komandan Upacara memberikan laporan kepada Inspektur Upacara, yang segera diikuti dengan pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Setelah momen mengheningkan cipta, Wabup Syaiful Anwar memimpin pembacaan teks Pancasila. Langkah ini disusul dengan pembacaan teks Pembukaan UUD 1945 oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Jenggis Khan Haikal.

Upacara ini dihadiri oleh jajaran penting daerah, di antaranya Dandim 0421/Lampung Selatan Letkol Kav Mochammad Nuril Ambiyah beserta unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Supriyanto, serta para kepala perangkat daerah.

Turut hadir pula Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan Rheny Apriyani dan Ketua DWP Lampung Selatan Ratna Yanuana Supriyanto, serta ratusan peserta dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Pramuka, pelajar, hingga mahasiswa.

Dalam amanatnya, Wabup M. Syaiful Anwar menekankan pentingnya memaknai tema peringatan tahun ini. Menurutnya, nilai-nilai luhur Pancasila memiliki gaung yang luas, tidak hanya untuk internal bangsa, tetapi juga menawarkan konsep perdamaian bagi dunia internasional. Peringatan 1 Juni harus menjadi momentum krusial untuk memperkuat komitmen seluruh elemen dalam mengingat dan mengamalkan ideologi bangsa.

"Nilai-nilai Pancasila harus kita jadikan landasan utama dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, saya mengucapkan selamat Hari Lahir Pancasila. Semoga momen ini semakin memperkuat persatuan kita," ujar Syaiful.

Lebih lanjut, Syaiful juga menyoroti tantangan pembangunan di era modern, khususnya pada sektor ekonomi dan teknologi. Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi harus diarahkan secara tepat agar membawa manfaat nyata, sekaligus memastikan Pancasila tetap hadir sebagai ideologi yang hidup di tengah masyarakat.

"Oleh karena itu, setiap kebijakan publik yang dilahirkan oleh pemerintah harus berpihak kepada rakyat dan mampu melindungi mereka yang lemah. Seluruh komponen bangsa wajib menjaga komitmen ini," tegasnya.

Menutup arahannya, Wabup Syaiful mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan ini sebagai pemantik semangat kebersamaan demi kemajuan daerah.

Upacara yang berlangsung tertib ini kemudian ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan bangsa yang dipimpin oleh perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan, Indra Zul Qodri. (Kmf)

Share:

Hari Raya Kurban, DPD HKTI Lampung Salurkan Dua Ekor Sapi di Dua Kecamatan


Bandarlampung – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, DPD HKTI Provinsi Lampung menyerahkan bantuan hewan kurban

kepada warga masyarakat di dua kecamatan yang ada di Lampung Selatan yaitu Desa Merak Batin dan Desa Sidorejo, Selasa (26/5/2026).

Penyerahan hewan kurban dilakukan oleh Ketua DPD HKTI Provinsi Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang diwakilkan langsung oleh Ketua Harian HKTI Umar Ahmad, SP didampingi Bendahara Umum Jremi Bosan yang diterima langsung oleh Perangkat desa dimasing wilayah tersebut.

Umar dalam sambutannya mengatakan penyaluran hewan kurban ini merupakan bentuk kepedulian HKTI Lampung terhadap masyarakat, wilayah Lamsel, serta para stakeholder yang berkaitan dengan aktivitas pertaian.

“Tahun 2026 ini, untuk wilayah Lamsel  kami menyalurkan total 2 ekor hewan kurban. Hewan kurban tersebut disalurkan ke dua desa yang ada di Kecamatan Lamsel,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua HKTI Lampung Selatan Wahrul Fauzi Silakahi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan HKTI Provinsi Lamoung bisa menunjuk daerah lamsel untuk penyaluran hewan kurban.

“Alhamdulillah tahun ini HKTI bisa memberi  mendapat amanah untuk menyalurkan dua ekor sapi kurban ke wilayah kami, Semoga hal ini bisa menjadi Amal Ibadah kita semua," ujarnya. (Hel)

Share:

Di Tengah Hingar Bingar Indonesian Drift Series 2026, Bupati Egi Sempatkan Jajan Dagangan Pelaku UMKM


Kalianda - Di tengah riuh suara mesin dan atraksi para drifter nasional dalam gelaran Indonesian Drift Series (IDS) Sumatra 2026, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama justru memilih menyusuri area tenant Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Way Handak Expo, Kalianda, Minggu (24/5/2026).

Di sela kemeriahan ajang otomotif nasional tersebut, Egi menyempatkan diri berbelanja sekaligus menyapa langsung para pelaku usaha lokal yang turut meramaikan acara.

Sore itu, kawasan Way Handak Expo yang biasanya tenang berubah menjadi pusat perhatian pencinta otomotif dari berbagai daerah. Namun, di balik gemuruh lintasan drift, denyut perekonomian lokal justru terasa hidup di area UMKM yang dipadati pengunjung.

Dengan gaya yang santai dan tanpa sekat, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama tampak berjalan menyusuri satu per satu lapak pedagang.

Ia tidak hanya lewat, melainkan berhenti, berbincang, dan sesekali mencicipi jajanan yang dihidangkan. Langkah kakinya kerap terhenti bukan karena barikade pengawal, melainkan karena antusiasme warga yang berebut ingin menyapa dan meminta foto bersama.

“Gimana, seru nggak acaranya? Ramai ya hari ini?” sapa Egi hangat kepada salah satu warga yang tengah mengantre di lapak kuliner.

Sapaan sederhana itu disambut senyum lebar dan antusiasme masyarakat yang menikmati suasana acara.

Bagi Egi, menghadirkan event sekelas IDS di Lampung Selatan memiliki misi yang jauh lebih besar daripada sekadar hiburan otomotif. Ada tanggung jawab ekonomi yang dititipkan di atas roda-roda mobil yang berputar di sirkuit.

“Kami ingin event seperti ini bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga membawa manfaat dan kebahagiaan untuk masyarakat Lampung Selatan,” ujar Egi di sela-sela kunjungannya.

Ia menekankan bahwa dampak perputaran uang dari puluhan tenant UMKM lokal, mulai dari kuliner hingga kerajinan khas daerah, adalah indikator utama keberhasilan acara ini.

Dampak positif ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Kehadiran ajang ketangkasan berkendara tingkat nasional ini dinilai berhasil menghidupkan kembali kawasan Way Handak Expo, Kalianda, menjadi ruang publik yang produktif.

Rahmat (25), seorang pengunjung asal Kecamatan Penengahan, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Sebagai pemuda daerah, ia melihat Lampung Selatan kini mulai diperhitungkan dalam kalender event nasional.

“Seru banget acaranya, ramai dan beda dari biasanya. Semoga event seperti ini sering diadakan di Lampung Selatan,” tutur Rahmat dengan mata berbinar.

Kebahagiaan yang sama, namun dalam versi yang lebih polos, terpancar dari wajah Abbad. Bocah berusia 11 tahun asal Kalianda ini datang bersama keluarganya untuk melihat dari dekat mobil-mobil sport yang biasanya hanya ia lihat di layar kaca.

Hari itu menjadi ganda bahagianya, bisa melihat mobil keren, sekaligus membawa pulang kenangan digital di ponselnya.

“Senang, mobilnya keren-keren. Tadi juga foto sama Pak Bupati,” ucap Abbad polos sembari memamerkan senyumnya.

Gelaran IDS Sumatra 2026 menjadi bukti konkret. Ketika daerah berani mengambil peluang event besar dan pemimpinnya tetap merakyat, kesuksesan yang diraih bukan lagi sekadar angka di atas kertas, melainkan senyuman di wajah para pedagang kecil. (Kmf)

Share:

Pecah Rekor Sejarah IDS 2026! Lampung Selatan Resmi 'Naik Kelas' Jadi Monster Otomotif Baru di Sumatra


Kalianda - Lampung Selatan resmi mengukuhkan posisinya sebagai 'monster' baru industri otomotif di Pulau Sumatra setelah mencetak sejarah sebagai tuan rumah perdana seri Indonesian Drift Series (IDS) 2026 di Way Handak Expo, Kalianda.

Momentum ini menjadi tonggak sejarah lompatan kelas bagi Kabupaten Lampung Selatan yang kini bertransformasi dari sekadar penyedia lahan menjadi motor penggerak utama industri kreatif otomotif nasional.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan bahwa terpilihnya daerah beranda Sumatra ini sebagai tuan rumah IDS bukan sekadar pembawa gengsi, melainkan pemantik komitmen jangka panjang untuk memajukan sport tourism secara berkelanjutan.

“Lampung Selatan bisa terpilih sebagai tuan rumah IDS di Sumatra, ini menjadi pemantik semangat kita bersama. Lampung Selatan sangat mendukung kegiatan otomotif. Ke depan, kegiatan seperti ini akan terus kita laksanakan dan menjadi kebanggaan daerah,” ujarnya.

Menariknya, pergelaran akbar skala nasional ini berhasil terselenggara secara mandiri finansial tanpa menyentuh anggaran daerah. Pemkab Lampung Selatan membalikkan skeptisisme fiskal dengan merangkul sektor swasta dan komunitas otomotif secara masif.

Langkah taktis ini menuai pujian langsung dari Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, yang hadir di tengah ribuan penonton.

“Acara ini nol rupiah APBD, tanpa menyentuh anggaran daerah. Mantap Bupati Lampung Selatan,” ujar Zulkifli Hasan yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan riuh dari warga yang memadati arena, pada Sabtu (23/5/2026)

Keberhasilan event ini langsung memicu efek domino ekonomi yang nyata di akar rumput. Sport tourism sukses menghidupkan ekosistem ekonomi lokal, mulai dari lonjakan okupansi hotel, jasa transportasi, hingga omzet para pelaku UMKM setempat yang memadati area luar sirkuit.

Selain dampak ekonomi instan, ajang IDS 2026 ini juga menjadi etalase besar untuk menggeser pola pikir generasi muda Lampung Selatan.

Industri otomotif kini tidak lagi dipandang sebatas hobi mahal, melainkan ekosistem ekonomi kreatif yang menjanjikan masa depan, mulai dari kebutuhan mekanik andal, manajemen event, content creator, hingga bisnis gaya hidup.

Kemeriahan acara ini ditutup dengan aksi ekstrem para drifter papan atas nasional. Bau karet terbakar dan raungan mesin bertenaga tinggi memenuhi udara, menghibur ribuan pasang mata yang menyaksikan langsung siluet mobil-mobil meliuk menembus kepulan asap putih di kawasan Way Handak Expo Lampung Selatan.

Dengan modal infrastruktur strategis sebagai gerbang utama Pulau Sumatra dan komitmen pemangku kebijakan yang adaptif, Lampung Selatan kini tidak lagi berada di bangku penonton, melainkan resmi naik kelas sebagai poros baru otomotif Indonesia. (Kmf)

Share:

Lewat Women Drift Challenge IDS 2026, Zita Anjani Tegaskan Sirkuit Drifting Bukan Cuma Milik Lelaki


Kalianda - Deru mesin mobil bertenaga tinggi dan kepulan asap ban yang membubung di Way Handak Expo, Kalianda, sore itu bukan lagi sekadar simbol maskulinitas.

Di balik kemudi mobil-mobil yang meliuk ekstrem di lintasan balap, ada jemari para perempuan tangguh yang sedang membuktikan bahwa sirkuit drifting bukan cuma milik lelaki.

Momen bersejarah ini mendapat perhatian langsung dari Istana. Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata, Zita Anjani, hadir langsung dalam Awarding Ceremony Indonesian Drift Series (IDS) Sumatra 2026 pada Minggu sore (24/5/2026).

Kehadiran istri Bupati Lampung Selatan ini bukan sekadar protokoler, melainkan sebuah gesture resmi pemerintah pusat yang mengakui eksistensi sekaligus mendukung penuh para atlet perempuan di dunia olahraga otomotif tanah air.

Secara simbolik, Zita menemui dan menyapa langsung para pembalap wanita yang berlaga di kelas Women Drift Challenge (WDC) Pro-Am. Dukungan hangat ini menjadi angin segar bagi ekosistem motorsport feminin yang kian tumbuh subur.

Di lintasan, kelas khusus drifter wanita ini menyajikan persaingan yang tak kalah sengit dari kelas utama, pada Minggu (24/5/2026). Zanetta Salsabila dari Zetta Racing Team tampil mendominasi penuh dan keluar sebagai juara pertama.

Menyusul di podium berikutnya, Vamells dari tim Unclock Indonesia mengamankan posisi kedua, disusul Ayuni Widya Kusuma dari Kendali Racing Team di peringkat ketiga, dan Wendy Welters yang mengunci posisi keempat.

Kehadiran Zita Anjani dan dominasi para drifter wanita ini menjadi puncak yang manis bagi berakhirnya rangkaian IDS Sumatra 2026, yang mencatatkan sejarah sebagai event otomotif terbesar pertama yang digelar di Pulau Sumatra.

Suksesnya gelaran berskala nasional ini tidak lepas dari keberanian Kabupaten Lampung Selatan mengambil peran sebagai tuan rumah.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang ikut menjaga kondusivitas acara.

“Terima kasih kepada seluruh penonton dan masyarakat Kabupaten Lampung Selatan yang telah mendukung serta mendoakan kelancaran acara ini. Mari bersama-sama kita jadikan Lampung Selatan sebagai destinasi wisata yang nyaman dan menarik untuk seluruh kalangan. Sampai bertemu kembali di IDS 2027,” ujar Egi optimis.

Pernyataan senada juga diungkapkan oleh Founder Indonesian Drift Series, Akbar Rais. Ia memuji komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang berhasil mendobrak stigma bahwa event besar otomotif hanya berpusat di satu wilayah saja.

“Terima kasih kepada Pemkab Lampung Selatan yang telah memberikan dukungan luar biasa dan mengubah pandangan bahwa event besar otomotif tidak hanya bisa digelar di Pulau Jawa. Indonesia bukan hanya Jawa, tetapi juga Sumatra hingga Papua,” tegas Akbar.

Melalui sinergi antara prestasi atlet wanita, dukungan pemerintah daerah, dan pengakuan dari pemerintah pusat, IDS Sumatra 2026 tidak hanya melahirkan juara baru di lintasan balap, tetapi juga membuka babak baru bagi sport tourism yang lebih inklusif di Indonesia. (Kmf)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Recent Posts