Portal Berita Online

Anak-anak Sragi Sambut Gembira MBG, SPPG 3T Bandar Agung Buka Peluang Ekonomi Warga


Sragi - Senyum dan antusiasme anak-anak mewarnai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T Bandar Agung di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.

Bagi mereka, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menghemat uang jajan.

Respons positif tersebut terlihat saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berinteraksi langsung dengan para siswa dalam peresmian SPPG 3T Bandar Agung, Rabu (14/10/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan gizi, terutama bagi anak-anak di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.

Peresmian di Kabupaten Lampung Selatan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Egi bersama Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Zainuri.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Peresmian Serentak SPPG Tahap II di Wilayah Indonesia Tengah dan Barat, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.

Peresmian yang dipusatkan di Provinsi Aceh itu diikuti 16 provinsi, dengan total 980 SPPG di wilayah 3T Indonesia bagian tengah. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan jangkauan Program MBG agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.

Saat berdialog dengan para siswa, Egi menanyakan tanggapan mereka terhadap makanan yang disediakan melalui program tersebut.

Anak-anak menyampaikan bahwa mereka senang dengan menu MBG. Selain memperoleh makanan, mereka juga merasakan manfaat karena dapat menghemat uang jajan.

Mendengar jawaban itu, Egi mengajak para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya program tersebut.

“Kalau senang, kita harus bilang terima kasih kepada Bapak Presiden,” tuturnya.

Bagi Egi, antusiasme anak-anak menjadi gambaran penting tentang bagaimana program pemenuhan gizi diterima oleh penerima manfaat. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaannya, melainkan juga dari kualitas pelayanan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Karena itu, ia mengapresiasi Badan Gizi Nasional dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menghadirkan SPPG di Kecamatan Sragi. Menurutnya, koordinasi dan pengawasan perlu terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan program.

Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan SPPG. Ia mengaitkan hal tersebut dengan program HELAU yang dikembangkan Pemkab Lampung Selatan untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.

“Kita punya program Desa HELAU. Semoga SPPG-nya juga bisa menjadi SPPG HELAU, biar cantik SPPG-nya,” ujar Egi.

Selain mendukung pemenuhan gizi anak, keberadaan SPPG di wilayah Sragi diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha setempat. Petani, peternak, dan pemasok bahan pangan lokal berpotensi terlibat dalam rantai pasok kebutuhan SPPG, sehingga manfaat program dapat menjangkau sektor ekonomi masyarakat.

Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut perlu dibangun melalui kemitraan yang saling menguntungkan, dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan ketersediaan bahan pangan. Dengan demikian, perluasan layanan gizi juga berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas di sekitar wilayah pelayanan.

Melalui kehadiran SPPG 3T Bandar Agung, Pemkab Lampung Selatan berharap akses pelayanan pemenuhan gizi semakin luas, khususnya bagi anak-anak di wilayah pelosok.

Di saat yang sama, kolaborasi antara pemerintah, pengelola SPPG, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (Kmf)

Share:

Hari Bakti ke-81, Dinas PUPR Lampung Selatan Sertifikasi Tukang


LAMPUNG SELATAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan menggelar kegiatan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Kualifikasi Terampil (Tukang) dalam rangka memperingati Hari Bakti ke-81, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan yang diikuti peserta dari 17 kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi, keterampilan, dan profesionalisme tenaga kerja konstruksi agar mampu mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan sesuai standar.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan, Ir. Agnatius Syahrizal, S.T., M.T., IPP, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi, termasuk kepemilikan sertifikat kompetensi sebagai bukti pengakuan atas keahlian pekerja.

“Dalam pekerjaan pembangunan, tenaga kerja konstruksi harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang pekerjaannya. Sertifikasi menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan bahwa tenaga kerja memiliki keterampilan yang terukur dan memahami standar teknis serta keselamatan kerja.”

Keberadaan tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang lebih baik, mulai dari kualitas hasil pekerjaan hingga penerapan standar keselamatan di lapangan.

“Harapan kami, melalui kegiatan ini semakin banyak tenaga kerja konstruksi di Lampung Selatan yang memiliki sertifikat kompetensi. Dengan begitu, mereka dapat meningkatkan profesionalisme dan berkontribusi dalam menghasilkan pembangunan yang berkualitas, aman, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sertifikasi tenaga kerja konstruksi merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pembangunan. Pekerja yang memiliki kompetensi sesuai standar diharapkan mampu melaksanakan pekerjaan secara lebih terukur, memahami metode kerja yang benar, serta mengurangi risiko kesalahan teknis dan kecelakaan kerja.

Keterlibatan peserta dari 17 kecamatan juga diharapkan memperluas kesempatan bagi tenaga kerja lokal untuk meningkatkan keterampilan dan memperoleh pengakuan kompetensi. Dengan demikian, peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang konstruksi dapat menjangkau berbagai wilayah di Kabupaten Lampung Selatan.

Momentum peringatan Hari Bakti ke-81 Dinas PUPR ini diharapkan tidak se menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja yang menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah.

Melalui sertifikasi tersebut, diharapkan tenaga kerja konstruksi semakin profesional dan mampu mendukung terwujudnya infrastruktur yang berkualitas, aman, serta berkelanjutan di Kabupaten Lampung Selatan. (Red)

Share:

Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Lampung Selatan - UiMandiri Jajaki Kerjasama


LAMPUNG SELATAN — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Selatan menjajaki kerja sama strategis dengan Universitas Indonesia Mandiri (UiMandiri) Lampung. Langkah ini diambil untuk memperkuat pengawasan partisipatif, literasi demokrasi, serta pengembangan pendidikan hukum dan kepemiluan di daerah. pada hari Rabu  (14/102026)

‎Kunjungan dan pembahasan awal kedua belah pihak difokuskan pada penyusunan naskah kesepakatan bersama berupa Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), hingga rencana penyusunan Implementation Agreement (IA) sebagai panduan program yang akan dijalankan.

‎Turut hadir dari Bawaslu Kabupaten Lampung Selatan,Wazzaki S.H Ketua Bawaslu Lampung Selatan,Khoirul Anam, S.H.I Koord. Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas,Devis Sugianto, S.Pd.I Koordinator SDM,Sumiarto, S.T Koordinator Hukum dan Sengketa, serta Arif Sulaiman, S.E Koord. Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi ,Ramadhani, S.A.N., M.M  Kabag. Administrasi.

‎Sementara dari UIMandiri Lampung,Gabriel Syama Riwu, S.H., M.H. selaku Direktur Pengembangan SDM, Usaha, dan Kerja Sama,Dr. Toki Masdhok, S.E., M.M. Dekan Fakultas Ilmu Administrasi, Bisnis, & Hukum,Muhammad Habibi, S.H., M.H. Ka. Bagian Hukum,Tiyas Aprita, S.I.P., M.I.P. Ka. Bagian Administrasi Publik dan Azizah Nur Fadhilah, S.Tr.Gz., M.Gz. Sekretaris UPT, Hubungan Masyarakat & Dana Abadi.

‎Ketua Bawaslu Kabupaten Lampung Selatan, Wazaki SH, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kebutuhan mendesak dalam memperluas jangkauan edukasi kepemiluan ke kalangan generasi muda.

‎”Perguruan tinggi adalah mitra strategis. Di sini ada sumber daya, pemikiran kritis, dan generasi penerus bangsa yang peduli pada proses demokrasi. Kami ingin kerja sama ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi melahirkan program nyata yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” ujar Wazaki.

‎Melalui kerja sama ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori hukum dan demokrasi di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung melalui kegiatan penelitian, seminar, kuliah praktisi, pengabdian masyarakat, dan praktik pengawasan partisipatif yang terarah.

‎Sementara itu, Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia,Venture & Kerja Sama UIMandiri Lampung,Gabriel Syama Riwu SH,MH menyambut baik langkah tersebut. Sinergi ini dinilai sangat penting untuk menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan nyata penyelenggaraan pemilu yang berintegritas.

‎”Ini adalah wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami senantiasa membuka ruang selebar-lebarnya untuk berkontribusi bersama lembaga negara, terutama dalam membangun budaya demokrasi yang sehat di kalangan akademisi maupun masyarakat umum,” ungkap Gabriel.

‎Rencana kerja sama ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti dengan penandatanganan resmi setelah naskah disepakati bersama. Bawaslu Lampung Selatan dan UIMandiri berkomitmen memastikan setiap program yang dirancang relevan, terukur, dan berkelanjutan demi terciptanya pengawasan pemilu yang kuat dan partisipatif di Kabupaten Lampung Selatan. (Red)

Share:

Melalui pembibitan pakcoy Lapas Kalianda dukung program percepatan Aksi Kemenimipas


KALIANDA - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda terus berkomitmen mendukung ketahanan pangan melalui program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pembibitan tanaman pakcoy, sebagai bentuk dukungan terhadap Program Percepatan Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) di bidang ketahanan pangan.


Dalam kegiatan ini, warga binaan terlibat langsung dalam proses pembibitan, mulai dari penyemaian benih hingga perawatan bibit agar tumbuh sehat dan siap dipindahkan ke media tanam. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menghasilkan sayuran yang produktif, tetapi juga memberikan keterampilan di bidang pertanian sebagai bekal bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang mandiri setelah kembali ke masyarakat.


Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda menyampaikan bahwa kegiatan pembibitan pakcoy merupakan salah satu langkah nyata dalam mengoptimalkan potensi lahan sekaligus meningkatkan keterampilan warga binaan melalui program pembinaan yang produktif.


“Kami terus mendorong kegiatan pembinaan kemandirian yang memberikan manfaat nyata, baik bagi warga binaan maupun dalam mendukung program ketahanan pangan. Melalui pembibitan pakcoy ini, kami berharap warga binaan dapat memperoleh keterampilan pertanian, menumbuhkan sikap disiplin dan tanggung jawab, serta memiliki bekal yang bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat,” ungkap Kalapas.


Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Kalianda berupaya mengoptimalkan lahan yang tersedia menjadi area produktif sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan.


Pembibitan pakcoy bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, melainkan wujud nyata sinergi antara pembinaan kemandirian dan dukungan terhadap ketahanan pangan nasional. Diharapkan, kegiatan ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi warga binaan sekaligus mendukung keberhasilan Program Percepatan Aksi Kemenimipas. 

(*/Red)

Share:

Pemdes Sukaratu Kalianda Musrenbangdes RKP


KALIANDA - Pemerintah Desa (Pemdes) Sukaratu, Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan, menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) tahun 2026, dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa untuk tahun anggaran 2027, yang dilaksanakan di Aula kantor desa setempat, Selasa (13/10/2026). Karena  acara ini merupakan forum penting bagi warga desa untuk berpartisipasi aktif dalam menentukan arah pembangunan desa.

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa atau lebih dikenal sebagai MusrenbangDes, merupakan proses tahunan untuk mengidentifikasi prioritas pembangunan dan kegiatan desa. Sebab Proses ini melibatkan masyarakat secara langsung untuk memberikan masukan dan usulan terkait pembangunan yang dibutuhkan, sehingga menjadi mekanisme perencanaan partisipatif yang berasal dari bawah (bottom-up).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Kecamatan Kalianda Muhammad Nur, Pj. Kepala Desa Sukaratu Yan Fauzi, S.H., Sekretaris Desa Sukaratu, pendamping desa Ridwan kusuma, serta perwakilan sejumlah instansi terkait seperti, perwakilan KUPT Puskesmas, KUPT Pekerjaan Umum (PU), KUPT Peternakan, KUPT Pertanian, KUPT Perikanan, UPT Perpajakan, KUPT Keluarga Berencana (KB), bidan desa, Babinsa Sertu Djamhari, Bhabinkamtibmas, Ketua BPD beserta anggota, Ketua LPM beserta anggota, Ketua Karang Taruna, Tim Penggerak PKK, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, seluruh aparatur Desa Sukaratu, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Pj. Kepala Desa Sukaratu, Yan Fauzi, S.H., menyampaikan bahwa Musrenbangdes merupakan momentum penting untuk menampung aspirasi masyarakat sekaligus menentukan arah pembangunan desa berdasarkan kebutuhan di lapangan.

“Melalui Musrenbangdes ini, kami berharap seluruh usulan dan aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara terbuka. Nantinya, usulan tersebut akan dibahas dan diprioritaskan berdasarkan kebutuhan yang paling mendesak serta disesuaikan dengan kemampuan anggaran desa,” ujar Yan Fauzi.

Ia juga berharap seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam mendukung program pembangunan desa agar pelaksanaannya berjalan baik dan memberikan manfaat bagi warga.

“Kami ingin pembangunan desa ke depan dapat berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan mengutamakan kepentingan masyarakat. Karena itu, dukungan dan kerja sama seluruh pihak sangat diperlukan demi kemajuan Desa Sukaratu,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Kalianda, Muhammad Nur, yang hadir mewakili Camat Kalianda Ruris Apdani, S.Pd., menyampaikan bahwa Musrenbangdes merupakan tahapan penting dalam menyusun perencanaan pembangunan desa yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arah kebijakan pembangunan daerah.

“Melalui Musrenbangdes ini, kami berharap pemerintah desa bersama BPD dan seluruh elemen masyarakat dapat menyusun usulan pembangunan berdasarkan skala prioritas. Usulan yang disampaikan hendaknya benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga program yang direncanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujar Muhammad Nur.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan instansi terkait agar perencanaan pembangunan dapat berjalan terarah dan berkesinambungan.

Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat diperlukan mulai dari penyampaian aspirasi hingga mendukung pelaksanaan program pembangunan yang telah disepakati.
Dalam kesempatan tersebut, semangat Desa HELAU juga menjadi perhatian dalam mendorong terciptanya lingkungan desa yang bersih, sehat, nyaman, dan tertata.

"Pembangunan desa tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggal. "

Melalui semangat Desa HELAU, masyarakat bersama pemerintah desa diharapkan dapat memperkuat budaya hidup bersih dan menjaga lingkungan agar tetap nyaman serta mendukung peningkatan kualitas hidup sehat. " Tegasnya.  (Red)

Share:

Lapas Kalianda Kembangkan Peternakan Ayam Petelur sebagai Sarana Pembinaan Kemandirian Warga Binaan


KALIANDA — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan peternakan ayam petelur. Program ini merupakan salah satu upaya untuk membekali warga binaan dengan keterampilan praktis di bidang peternakan yang dapat menjadi bekal berharga ketika kembali ke tengah masyarakat.

Kegiatan peternakan ayam petelur tidak hanya berorientasi pada pengembangan keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, ketekunan, serta kerja sama. Dalam pelaksanaannya, warga binaan dapat belajar mengenai tata cara pemeliharaan ayam, pemberian pakan, perawatan kandang, pemantauan kesehatan ternak, hingga pengelolaan hasil produksi telur.

Melalui kegiatan ini, warga binaan diharapkan memperoleh pengalaman kerja nyata yang dapat meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri. Pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti program pembinaan diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk merintis usaha peternakan secara mandiri maupun mengembangkan peluang usaha lainnya setelah selesai menjalani masa pidana.

Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Badarudin, menyampaikan bahwa program pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan, yang tidak hanya berfokus pada pelaksanaan pidana, tetapi juga pada upaya mempersiapkan warga binaan agar mampu menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.

“Pembinaan melalui peternakan ayam petelur ini merupakan salah satu upaya kami untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang memiliki nilai manfaat dan peluang ekonomi. Kami ingin agar warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan ilmu, pengalaman, dan kemampuan yang dapat menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah bebas nanti,” ujar Badarudin.

Lebih lanjut, program ini diharapkan dapat membentuk pola pikir produktif pada warga binaan, sekaligus mendorong tumbuhnya semangat untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri. Dengan keterlibatan dalam kegiatan peternakan, warga binaan juga dilatih untuk memahami pentingnya konsistensi, pengelolaan pekerjaan, serta tanggung jawab dalam menjalankan suatu usaha.

Pengembangan peternakan ayam petelur juga memiliki potensi untuk mendukung kegiatan produktif di lingkungan lapas. Apabila dikelola secara berkelanjutan dan profesional, kegiatan ini dapat menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan, mulai dari proses produksi, pemeliharaan ternak, hingga pengelolaan hasil dan perencanaan usaha.

Lapas Kalianda berkomitmen untuk terus mendorong pelaksanaan pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Program pembinaan kemandirian diharapkan mampu mendukung proses reintegrasi sosial, sehingga warga binaan memiliki keterampilan, sikap positif, dan kesiapan untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan peternakan ayam petelur ini, Lapas Kalianda menegaskan bahwa pembinaan merupakan bagian penting dalam membangun manusia yang lebih mandiri, produktif, dan bertanggung jawab, sekaligus membuka peluang bagi warga binaan untuk menata masa depan yang lebih baik. (*/Red)

Share:

Pemdes Palembapang Lampung Selatan Musrenbangdes dan RKP


KALIANDA - Pemerintah Desa Palembapang, Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan, menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) tahun 2026, dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa untuk tahun anggaran 2027, yang dilaksanakan di Aula kantor desa setempat, Senin (12/10/2026).  Acara ini merupakan forum penting bagi warga desa untuk berpartisipasi aktif dalam menentukan arah pembangunan desa.

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa atau lebih dikenal sebagai MusrenbangDes, merupakan proses tahunan untuk mengidentifikasi prioritas pembangunan dan kegiatan desa. Karena Proses ini melibatkan masyarakat secara langsung untuk memberikan masukan dan usulan terkait pembangunan yang dibutuhkan, sehingga menjadi mekanisme perencanaan partisipatif yang berasal dari bawah (bottom-up).

Di dalam MusrenbangDes, semua pemangku kepentingan di desa termasuk perwakilan pemerintah desa, masyarakat, serta tokoh-tokoh desa, bersama-sama menentukan skala prioritas kegiatan yang direncanakan. Hasil dari musrenbang di tingkat desa ini akan menjadi dasar penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) serta turut menjadi acuan untuk perencanaan di tingkat kecamatan, kabupaten, hingga pusat.

Sehingga forum ini dipandang penting dan bermartabat karena dapat menghasilkan sebuah kegiatan yang dapat menentukan arah dan kebijakan Pembangunan desa untuk kedepannya.

Pj, Kepala Desa Palembapang Nur Syafrulloh SH, mengatakan, Musrenbangdes merupakan bagian penting dalam menentukan arah pembangunan desa. Karena itu, keterlibatan masyarakat diperlukan agar proses perencanaan pembangunan dapat berjalan secara terbuka dan partisipatif.

"Melalui Musrenbangdes tersebut, Pemerintah Desa Palembapang berharap berbagai program pembangunan yang direncanakan untuk tahun 2027, dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat serta mampu meningkatkan kualitas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa. "Tuturnya.

Karena lanjut PJ. Nur, dengan adanya partisipasi aktif masyarakat, penyusunan RKPDes ini diharapkan tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi menjadi acuan pembangunan yang mampu menjawab kebutuhan dan aspirasi warga Desa Palembapang. " Tukasnya. (Red)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts