Portal Berita Online

KMP Portlink III Mulai Beroperasi, ASDP Perkuat Konektivitas Jawa–Sumatera


MERAK, 27 Oktober 2026 – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat layanan penyeberangan pada lintasan Merak–Bakauheni melalui pengoperasian KMP Portlink III yang mulai melayani pengguna jasa pada Minggu (25/10) sekitar pukul 19.00 WIB. Kehadiran kapal ini menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam memperkuat kesiapan armada pada salah satu jalur penyeberangan strategis nasional yang memiliki peran penting dalam menghubungkan konektivitas Jawa dan Sumatera.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa pengoperasian KMP Portlink III merupakan bagian dari langkah perusahaan dalam memastikan kesiapan layanan penyeberangan, khususnya pada lintasan strategis yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera.

“Pengoperasian KMP Portlink III menjadi bagian dari upaya kami untuk memperkuat kesiapan armada dan menjaga kesinambungan layanan penyeberangan. Kami berharap kehadiran kapal ini dapat mendukung kelancaran perjalanan pengguna jasa sekaligus menunjang pergerakan logistik yang menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Heru.

Selanjutnya, KMP Portlink III dijadwalkan melayani lintasan Merak–Bakauheni setiap hari. Sebelum mulai beroperasi, kapal tersebut bertolak dari Paciran pada Kamis (22/10) pukul 16.50 WIB sebagai bagian dari rangkaian persiapan pengoperasian.

ASDP memastikan pengoperasian kapal dilaksanakan dengan memperhatikan pemenuhan persyaratan keselamatan dan ketentuan operasional yang berlaku. Koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait juga terus dilakukan untuk mendukung kesiapan layanan, sehingga operasional kapal dapat berlangsung sesuai ketentuan serta kebutuhan pelayanan di lapangan.

Heru menegaskan bahwa penguatan layanan penyeberangan tidak hanya berkaitan dengan kesiapan armada, tetapi juga konsistensi dalam menerapkan standar keselamatan dan pelayanan kepada pengguna jasa.

“Keselamatan tetap menjadi prioritas dalam setiap kegiatan operasional. Kami terus melakukan evaluasi dan koordinasi agar kesiapan armada berjalan seiring dengan kualitas pelayanan. Harapannya, layanan penyeberangan Merak–Bakauheni dapat terus mendukung kelancaran perjalanan masyarakat serta distribusi logistik yang menjadi penggerak aktivitas ekonomi,” tambah Heru.

Melalui pengoperasian KMP Portlink III, ASDP melanjutkan upaya memperkuat layanan penyeberangan yang andal dan berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa. Perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapan operasional serta menjaga kualitas layanan pada lintasan strategis yang menjadi penghubung utama Jawa dan Sumatera.

Share:

Proyek Rp2,4 M di Way Panji – Candipuro Milik CV Dwi Baskoro Disorot, Baru Dicor Sudah Patah


LAMPUNG SELATAN – Kualitas proyek jalan beton senilai Rp2.483.516.923 di Lampung Selatan dikeluhkan warga. Beton sudah patah, sompal, dan terbelah padahal belum masuk tahap Provisional Hand Over (PHO).

Proyek dengan penyedia jasa CV Dwi Baskoro ini menghubungkan Desa Way Gelam, Kecamatan Way Panji menuju Kecamatan Candipuro. Nomor kontrak: 54/KTR/KONS-BM/DPUPR-LS/APBD/2025. Mulai dikerjakan 30 Juli 2026 dan dijadwalkan selesai 27 Oktober 2026.

“Ini sepertinya tidak sesuai spesifikasi. Lantai kerjanya tidak maksimal, bahkan mungkin tidak pakai lantai kerja. Jalan sudah digunakan masyarakat, tapi betonnya patah bukan retak, ada yang sompal, padahal belum selesai PHO. Apalagi ke depan dilewati mobil muatan berat,” ujar Untung, warga Kecamatan Candipuro, Senin (26/10/2026).

Menurutnya, kerusakan tidak hanya di satu titik. Proyek serupa di Desa Cinta Mulya, Kecamatan Candipuro, mengalami kondisi yang sama.

“Lemahnya pengawasan dari Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan diduga menjadi sebab utama gagalnya proyek ini,” jelas Untung.

Warga sepakat meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan membongkar dan memperbaiki proyek yang bersumber dari APBD tersebut. Jalan yang menghubungkan Desa Way Gelam dan Balinuraga itu merupakan akses vital masyarakat.

“Jalan ini banyak digunakan warga untuk melintas. Warga tidak mau kualitasnya seperti ini. Sia-sia menghabiskan anggaran negara tapi hasilnya begini. Belum selesai masa proyek, jalannya sudah terbelah-belah,” ucapnya.

Melalui Untung, warga meminta Bupati Lampung Selatan, Egi, dan DPRD Kabupaten Lampung Selatan turun langsung ke lokasi.

“Ini bukan rahasia lagi. Warga meminta Bupati Egi dan DPRD mengunjungi daerah ini. Apakah pembangunan jalan ini sudah sesuai harapan atau cuma buang-buang APBD,” harapnya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lampung Selatan, Agnatius Syahrizal, belum berhasil dikonfirmasi. (Red)

Share:

Sengketa 7,2 Hektare di Natar Masuk Sidang ke-26, Pembeli di AJB 2025 dan Warkah SHM Jadi Sorotan


LAMPUNG SELATAN – Sengketa tanah seluas 72.060 m² di Desa Pemanggilan, Natar, Lampung Selatan, memasuki sidang ke-26 di PN Kalianda, Senin (25/10/2026). Agendanya penyerahan Daftar Bukti dari Turut Tergugat III, Kepala Kantor Pertanahan Lampung Selatan.

Perkara No. 26/PDT.G/2026/PN.Kla ini diajukan 4 ahli waris almarhumah Maryam Binti M. Aliun - Aminallah Adisyanto Fathullah dkk. Objeknya SHM No. 963/2002 seluas 52.060 m² dan SHM No. 964/2002 seluas 20.000 m².

Di persidangan, sorotan tertuju pada pembeli yang tercatat dalam AJB No. 19/2025 dan No. 21/2025 yang menjadi dasar peralihan kedua sertifikat pada Mei 2025. Penggugat mempersoalkan kelengkapan warkah dan kewenangan penjual mengalihkan tanah warisan yang belum terbagi.

Kantor Pertanahan Lampung Selatan dalam surat 4 September 2026 telah menyerahkan daftar 10 pegawai yang akan menjadi saksi, dipimpin Herwandi. Namun daftar bukti tersebut dinilai belum menjawab pertanyaan mendasar terkait administrasi kedua SHM.

Sejumlah pertanyaan krusial yang masih menunggu jawaban di persidangan, di antaranya siapa pembeli dalam AJB tersebut, apakah warkah peralihan SHM 963 dan 964 lengkap dan sah, apakah ada persetujuan seluruh ahli waris, serta bagaimana peralihan bisa terjadi saat status warisan masih diperdebatkan.

Sebelum menggugat, penggugat mengaku telah mengirim somasi, permohonan blokir sertifikat sejak Agustus 2025, dan surat keberatan 21 Januari 2026. Gugatan diajukan berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata.

Sidang masih bergulir. Sidang lanjutan dijadwalkan Kamis, ?29/10/2026.). (Is)

Share:

Sengketa Warisan 7,2 Hektar di Natar Kembali Disidang, Warkah 2 SHM Jadi Sorotan


LAMPUNG SELATAN — Perkara sengketa tanah warisan di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Kalianda, Senin (26/10/2026). Dalam persidangan ke-26 ini, keterangan terkait pihak pembeli tanah menjadi salah satu perhatian, bersamaan dengan pertanyaan mengenai riwayat peralihan hak dan warkah penerbitan dua Sertifikat Hak Milik (SHM) yang menjadi objek sengketa.

Sengketa tersebut melibatkan empat ahli waris almarhumah Maryam Binti M. Aliun yang menggugat dugaan perbuatan melawan hukum terkait peralihan hak atas tanah dengan luas keseluruhan mencapai 72.060 meter persegi di wilayah Kecamatan Natar.

Objek sengketa mencakup SHM Nomor 963 Tahun 2002 dengan luas 52.060 meter persegi dan sebagian bidang tanah dalam SHM Nomor 964 Tahun 2002 seluas 20.000 meter persegi.

Dalam perkara ini, nama HK, yang disebut sebagai anak dari ZH, turut menjadi perhatian terkait informasi mengenai pihak pembeli tanah. Namun, hubungan hukum, riwayat transaksi, serta dasar pengalihan hak atas objek sengketa tetap perlu diuji melalui dokumen dan keterangan yang terungkap di persidangan.

Riwayat transaksi dan warkah dua SHM menjadi perhatian

Persoalan yang menjadi perhatian bukan hanya mengenai siapa pihak yang membeli tanah, tetapi juga bagaimana proses transaksi berlangsung, siapa pihak yang mengalihkan hak, serta dokumen apa yang menjadi dasar penerbitan kedua sertifikat tersebut.

Warkah pertanahan, sebagai kumpulan dokumen yang mendasari proses pendaftaran dan penerbitan sertifikat, menjadi salah satu aspek penting untuk ditelusuri. Kelengkapan administrasi, dasar perolehan hak, dan riwayat peralihan tanah perlu diperiksa agar persoalan yang disengketakan dapat dipahami secara utuh.

Kuasa hukum para penggugat, Meriantony (Tony), S.H., M.H., bersama timnya, menaruh perhatian pada proses pembuktian yang sedang berlangsung. Meski demikian, penilaian mengenai keabsahan dokumen, transaksi, dan hak atas tanah sepenuhnya menjadi kewenangan majelis hakim berdasarkan bukti serta keterangan yang diajukan para saksi-saksi.

Sidang berikutnya memasuki pembuktian alat bukti tambahan

Meriantony menjelaskan bahwa agenda persidangan berikutnya dijadwalkan pada Kamis (29/10/2026), dengan fokus pada pembuktian alat bukti tambahan dari pihak penggugat.

“Semua saksi sudah cukup. Pada hari Kamis nanti, persidangan memasuki pembuktian alat bukti tambahan,” ujar Meriantony.

Tahap pembuktian tersebut menjadi bagian penting dalam menguji dalil masing-masing pihak. Dokumen kepemilikan, riwayat peralihan hak, serta administrasi penerbitan sertifikat diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai asal-usul dan status hukum objek tanah yang disengketakan.

Kantor Pertanahan diharapkan memberikan penjelasan

Di tengah berjalannya proses hukum, penjelasan dari Kantor Pertanahan Kabupaten Lampung Selatan dinilai penting untuk memperjelas aspek administrasi pertanahan, khususnya terkait warkah penerbitan SHM Nomor 963 Tahun 2002 dan SHM Nomor 964 Tahun 2002.

Klarifikasi tersebut diperlukan untuk mengetahui dokumen yang menjadi dasar penerbitan sertifikat serta riwayat peralihan hak atas bidang tanah yang kini menjadi objek perkara.

Meski demikian, pertanyaan mengenai dokumen dan proses administrasi tersebut tidak serta-merta membuktikan adanya pelanggaran. Seluruh persoalan masih perlu diperiksa berdasarkan data, dokumen resmi, dan proses hukum yang berlaku.

Hingga persidangan pada Senin (26/10/2026), perkara ini masih berjalan dan belum menghasilkan putusan akhir. Karena itu, seluruh pihak tetap memiliki hak untuk menyampaikan keterangan dan bukti guna mendukung posisi hukumnya.

Media ini akan terus memantau perkembangan perkara ini, termasuk agenda pembuktian berikutnya serta klarifikasi dari pihak-pihak terkait, demi menghadirkan informasi yang berimbang dan berdasarkan fakta di persidangan.(is)

Share:

MTQ ke-53 Lampung Dibuka Besok Malam, Lampung Selatan Siapkan Sambutan Terbaik bagi Kafilah

 


LAMSEL, Kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memastikan kesiapan penyelenggaraan dan layanan bagi para kafilah yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-53 Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026.

Ajang keagamaan tingkat provinsi ini akan dibuka pada Minggu malam, 25 Oktober 2026 yang dipusatkan di GOR Way Handak, Kalianda.

Sebagai tuan rumah, Pemkab Lampung Selatan tidak hanya memastikan kelancaran perlombaan, tetapi juga menyiapkan penyambutan dan layanan agar para kafilah beserta pendamping merasa nyaman selama mengikuti rangkaian kegiatan.

Berdasarkan data sementara hingga Sabtu malam (24/10/2026) pukul 20.22 WIB, tercatat 418 peserta dan 317 pendamping, dengan total sementara 735 orang.

Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring kedatangan kontingen dari sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Lampung yang belum tiba di Lampung Selatan.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Qorinilwan, mengatakan berbagai kebutuhan penyelenggaraan terus dipastikan agar seluruh rangkaian MTQ berjalan lancar sesuai jadwal.

“Persiapan mimbar sudah sampai 90 persen. Insyaallah besok sebelum Zuhur sudah selesai, sedangkan mimbar utama sudah 95 persen,” ujar Qorinilwan, Sabtu (24/10/2026).

MTQ ke-53 Tingkat Provinsi Lampung berlangsung pada 25-31 Oktober 2026. GOR Way Handak, Kalianda, menjadi lokasi pembukaan sekaligus pusat kegiatan dan tempat penyelenggaraan penutupan.

Untuk mendukung pelaksanaan musabaqah, Pemkab Lampung Selatan menyiapkan sembilan arena perlombaan yang tersebar di sejumlah lokasi, yakni GOR Way Handak, Aula Rimau Bappeda, Aula Dinas Kesehatan, Aula Kesbangpol, Aula PKK Lampung Selatan, Aula Dinas Pendidikan, SMA Negeri 2 Kalianda, SMP Negeri 1 Kalianda, serta MAN 1 Kalianda.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penerimaan kafilah, registrasi, dan verifikasi faktual peserta pada Minggu (25/10/2026), pukul 08.00-14.00 WIB.

Selanjutnya, pengukuhan dewan hakim dijadwalkan pada pukul 16.00-17.30 WIB, sebelum upacara pembukaan MTQ yang berlangsung pada pukul 19.30-22.00 WIB.

Memasuki tahap perlombaan, babak penyisihan akan berlangsung pada 26-28 Oktober 2026, mulai pukul 07.30 hingga 22.30 WIB. Sementara itu, babak final dijadwalkan pada Kamis (29/10/2026), pukul 08.00-22.30 WIB.

Setelah seluruh cabang musabaqah selesai, dewan hakim akan menggelar rapat pleno pada Jumat (30/10/2026), mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di Grand Elty Krakatoa Resort.

Pengumuman juara sekaligus penutupan MTQ dijadwalkan berlangsung pada malam harinya, pukul 19.30 WIB, di GOR Way Handak, Kalianda.

Adapun pelepasan dan kepulangan kafilah dijadwalkan pada Sabtu (31/10/2026), mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Selain kesiapan teknis penyelenggaraan, dukungan masyarakat juga diharapkan turut menciptakan suasana yang ramah dan berkesan bagi para peserta dari berbagai daerah.

Karena itu, Qorinilwan mengajak masyarakat Lampung Selatan untuk menyaksikan perlombaan di sembilan arena yang telah disiapkan sekaligus memberikan sambutan hangat kepada para kafilah dan pendamping.

“Kita berharap penyelenggaraan MTQ ini berjalan sukses, para kafilah merasa nyaman selama berada di Lampung Selatan, dan mereka membawa kesan yang baik setelah mengikuti kegiatan ini. Kami juga berharap kafilah Lampung Selatan bisa meraih prestasi terbaik hingga menjadi juara umum,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan MTQ ke-53 ini, Pemkab Lampung Selatan berharap kegiatan tersebut tidak hanya berlangsung lancar, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antardaerah, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta memperkuat syiar Islam di Provinsi Lampung. (ptm-Kmf)

Share:

ASDP Siapkan KMP Portlink III, Perkuat Kesiapan Layanan Penyeberangan Merak-Bakauheni


MERAK, 23 Oktober 2026 – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat kesiapan layanan penyeberangan pada lintasan Merak–Bakauheni melalui pergerakan KMP Portlink III dari Paciran menuju Merak. Kehadiran kapal ini diharapkan dapat mendukung kapasitas layanan, meningkatkan kesiapan armada, serta menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di jalur penyeberangan strategis yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera tersebut.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo menyampaikan bahwa kesiapan armada merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keandalan layanan penyeberangan. Karena itu, perusahaan terus melakukan langkah-langkah strategis untuk memastikan dukungan armada sesuai dengan kebutuhan operasional dan standar keselamatan yang berlaku.

“Lintasan Merak–Bakauheni memiliki peran strategis dalam menghubungkan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antara Jawa dan Sumatera. Karena itu, kesiapan armada menjadi perhatian penting bagi ASDP. Kami terus berupaya memastikan dukungan kapal tersedia secara optimal agar layanan penyeberangan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan andal, sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang baik bagi pengguna jasa,” ujar Heru.

KMP Portlink III bertolak dari Paciran pada Kamis (22/10) pukul 16.50 WIB setelah melalui tahapan persiapan keberangkatan. Kapal dijadwalkan tiba di Merak pada Jumat (23/10) sekitar pukul 20.00 WIB. Pergerakan kapal ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memastikan kesiapan armada untuk mendukung kebutuhan operasional penyeberangan, sejalan dengan tingginya peran lintasan Merak–Bakauheni dalam menunjang pergerakan penumpang, kendaraan, dan barang antarpulau.

Dengan berbobot sebesar 15.341 GT, KMP Portlink III memiliki kapasitas angkut hingga 250 penumpang dan 150 unit kendaraan campuran. Kapasitas tersebut menjadi potensi dukungan bagi layanan penyeberangan Merak–Bakauheni, yang memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan konektivitas nasional sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan logistik.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale menjelaskan bahwa penguatan layanan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan kapal, tetapi juga mencakup kesiapan teknis, pemenuhan persyaratan keselamatan, serta koordinasi operasional dengan seluruh pihak terkait. Setiap tahapan perlu dipastikan berjalan sesuai ketentuan agar kapal dapat beroperasi dengan memenuhi standar keselamatan dan pelayanan yang telah ditetapkan.

“Setelah tiba di Merak, KMP Portlink III akan menjalani tahapan pemeriksaan dan persiapan operasional sesuai prosedur yang berlaku sebelum mulai melayani lintasan Merak–Bakauheni. ASDP memastikan bahwa aspek keselamatan, kesiapan teknis kapal, dan pemenuhan persyaratan operasional menjadi prioritas utama dalam setiap proses penyiapan armada,” jelas Windy.

Selain kesiapan kapal, koordinasi operasional juga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran layanan penyeberangan. ASDP terus memperhatikan kebutuhan layanan di pelabuhan, termasuk kesiapan armada dan pengaturan operasional, agar pelayanan kepada pengguna jasa dapat berlangsung secara tertib dan terukur. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga keandalan konektivitas di lintasan dengan mobilitas yang tinggi.

“Lintasan Merak–Bakauheni merupakan salah satu jalur utama penyeberangan nasional yang berperan penting dalam mendukung pergerakan orang, kendaraan, dan barang. Kelancaran layanan di lintasan ini tidak hanya berdampak pada mobilitas masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap kesinambungan rantai pasok dan aktivitas perekonomian di berbagai wilayah,” jelas Windy.

Melalui penguatan kesiapan armada, ASDP berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan penyeberangan dengan mengedepankan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa. Perusahaan juga akan terus melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan guna memastikan operasional penyeberangan berjalan optimal dan mampu menjawab kebutuhan konektivitas masyarakat.

Share:

Kapolda Lampung Sambangi Kota Metro, Jumat Keliling dan Perkuat Sinergitas TNI-Polri di Makorem 043/Garuda Hitam


METRO - Kapolda Lampung Brigjen Pol Yustan Alpiani, S.I.K., S.H., M.Hum., bersama Wakapolda Lampung Brigjen Pol Drs. Sumarto, M.Si., serta sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Lampung melaksanakan dua agenda kegiatan di Kota Metro, Jumat (23/10/2026).

Kedua kegiatan tersebut yakni Salat Jumat Keliling di Masjid Agung Taqwa Kota Metro dan kunjungan silaturahmi ke Markas Komando Resor Militer (Makorem) 043/Garuda Hitam.

Dalam kegiatan Salat Jumat Keliling, Kapolda Lampung memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan diri sebagai pejabat baru sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat dan para jamaah Masjid Agung Taqwa Kota Metro.

Kegiatan ini juga menjadi wujud semangat “Polisi untuk Masyarakat”, melalui pendekatan humanis serta membangun komunikasi yang harmonis antara Polri dan masyarakat.

Sementara itu, dalam kunjungan ke Makorem 043/Garuda Hitam, Kapolda Lampung bersama rombongan melaksanakan silaturahmi dengan Komandan Korem (Danrem) 043/Garuda Hitam, Brigjen TNI Sumarlin Marzuki.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas dan soliditas TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Provinsi Lampung.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari mengatakan, kedua kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Kapolda Lampung dalam membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, kegiatan Jumat Keliling menjadi sarana mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, sedangkan kunjungan ke Makorem 043/Garuda Hitam bertujuan meningkatkan komunikasi dan kerja sama TNI-Polri.

“Polri tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi yang kuat dengan seluruh unsur terkait agar berbagai tantangan keamanan dapat diantisipasi secara tepat, terukur, dan sesuai dengan ketentuan hukum,” ujar Yuni.

Yuni menegaskan, Polda Lampung akan terus mengedepankan pelayanan yang humanis, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta memperkuat sinergitas antarlembaga.

“Kami berkomitmen menjaga situasi Lampung tetap aman dan kondusif. Dukungan seluruh elemen masyarakat dan sinergi bersama para pemangku kepentingan menjadi kekuatan penting bagi Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya.

Melalui kedua kegiatan tersebut, Polda Lampung berharap hubungan harmonis antara Polri, TNI, dan masyarakat semakin kuat demi mewujudkan Lampung yang aman, damai, dan kondusif.

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts