Portal Berita Online

Lamsel Fest 2026 Usung Konsep Baru: Spektakel Enam Hari dari Pesta UMKM, Atraksi Drift hingga Parade Budaya dan Night Lava Run


Kalianda - Pesta UMKM, atraksi drift, parade budaya mancanegara, pemecahan rekor MURI melalui penyalaan 2.470 lentera, Night Lava Run, hingga konser musisi nasional akan menjadi bagian dari *Lamsel Fest 2026* yang berlangsung pada 10-15 November mendatang.

Mengusung tema *Spirit of Krakatoa*, festival terbesar di Kabupaten Lampung Selatan ini menghadirkan enam hari rangkaian kegiatan yang memadukan pemberdayaan UMKM lokal, otomotif, seni budaya, olahraga, dan musik dalam satu perhelatan.

Dipusatkan di Lapangan Korpri, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Lamsel Fest 2026 dikemas melalui empat agenda utama, yakni Pesta UMKM, Drift Show, Parade Budaya, dan Night Lava Run, yang dilengkapi berbagai kegiatan pendukung.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, selaku Ketua Panitia Pelaksana Lamsel Fest 2026 mengatakan seluruh rangkaian kegiatan Lamsel Fest 2026, mulai dari Pesta UMKM, Night Lava Run hingga konser musik, dapat dinikmati masyarakat secara gratis tanpa dipungut biaya tiket masuk.

“Lamsel Fest 2026 mengusung tema _Spirit of Krakatoa_ dengan menghadirkan empat agenda utama dan berbagai kegiatan pendukung. Masyarakat dapat menikmati beragam atraksi dan hiburan secara gratis,” ujar Hendry, Rabu (4/11/2026).

Lamsel Fest 2026 menjadi salah satu agenda yang memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Kabupaten Lampung Selatan.

Festival ini sekaligus dihadirkan sebagai kado ulang tahun bagi masyarakat, dengan menyuguhkan beragam hiburan serta memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk dan menampilkan kekayaan seni budaya daerah.

Tak sekadar menghadirkan kemeriahan, Lamsel Fest 2026 juga menjadi wadah promosi pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif, sekaligus membuka peluang bagi potensi lokal untuk semakin dikenal dan berkembang.

*Hari Pertama hingga Keenam: Pesta UMKM dan Seni Budaya Lokal*

Rangkaian Lamsel Fest 2026 akan diawali dengan Pesta UMKM yang berlangsung selama enam hari, mulai 10 hingga 15 November 2026.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas.

Khusus bagi UMKM lokal Lampung Selatan, Pemkab Lampung Selatan menyediakan stan secara gratis tanpa biaya sewa. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memasarkan produk, memperluas jangkauan pemasaran, sekaligus menjangkau lebih banyak calon pembeli selama festival berlangsung.

Tidak hanya memberikan ruang bagi pelaku usaha, festival ini juga menjadi wadah bagi Dewan Kesenian Lampung Selatan, musisi lokal, serta kelompok seni budaya dari berbagai kecamatan untuk berekspresi dan menampilkan kreativitas mereka.

Kehadiran para pegiat seni tersebut diharapkan turut memperkaya rangkaian acara sekaligus memperkenalkan potensi seni dan budaya daerah kepada pengunjung.

Hendry mengatakan keterlibatan pelaku UMKM dan pegiat seni lokal menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Lamsel Fest 2026. Melalui festival ini, pemerintah daerah ingin memperluas kesempatan bagi produk lokal dan kreativitas masyarakat untuk dikenal publik.

“Lamsel Fest 2026 bukan hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga kesempatan bagi pelaku UMKM dan seniman lokal untuk menunjukkan potensi serta karya mereka. Kami ingin produk dan kekayaan seni budaya Lampung Selatan semakin dikenal, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Hendry.

*Hari Keempat: Atraksi Drift, Peluncuran Program, dan Konser Musik*

Memasuki Jumat (13/11/2026), kemeriahan festival berlanjut dengan *Drift Show* di Lapangan Korpri yang dijadwalkan mulai pukul 19.20 WIB. Pertunjukan ini akan menghadirkan sejumlah atraksi otomotif, termasuk penampilan Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan sekaligus Utusan Khusus Presiden (UKP) Pariwisata, Zita Anjani.

Zita dijadwalkan mengendarai mobil dalam pertunjukan _solo drift_ dengan menampilkan manuver donat dan angka delapan. Atraksi tersebut juga akan melibatkan drifter nasional Akbar Rais bersama Vamella.

Tidak hanya menyuguhkan hiburan otomotif, hari keempat festival juga menjadi momentum peluncuran sejumlah program dan identitas daerah, yakni City Branding, Halo Lamsel, dan pemenang Desa HELAU. Peluncuran program tersebut dijadwalkan berlangsung setelah acara dibuka secara resmi oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama.

“Kami akan meluncurkan program City Branding, Halo Lamsel, dan pengumuman pemenang Desa HELAU. Ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan berbagai inisiatif yang memperkuat pelayanan sekaligus memperkenalkan identitas Lampung Selatan,” kata Hendry.

Setelah rangkaian atraksi dan peluncuran program, pengunjung akan disuguhi penampilan Maskaryoo, Souljah, dan The Changcuters di panggung utama Festival Musik. Perpaduan otomotif, inovasi pelayanan, dan hiburan musik tersebut menjadi salah satu suguhan utama Lamsel Fest 2026.

*Hari Kelima: Parade Budaya Mancanegara dan Rekor MURI 2.470 Lentera*

Pada Sabtu (14/11/2026), perhatian pengunjung akan tertuju pada *Parade Budaya* yang menghadirkan perpaduan tradisi lokal dan pertunjukan seni budaya internasional.

Rangkaian kegiatan diawali dengan _riding scooter_ yang melibatkan sekitar 50 anggota komunitas Vespa. Mereka akan menempuh rute dari Lamban Rakyat menuju Kantor Bupati Lampung Selatan. Kegiatan ini dijadwalkan mulai pukul 16.30 WIB.

Selanjutnya, kemeriahan berlanjut dengan pertunjukan seni budaya internasional melalui kegiatan _International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts_ (CIOFF). Agenda ini melibatkan delegasi dari Korea Selatan, Rusia, Polandia, Bulgaria, dan Indonesia yang akan menampilkan kekayaan seni dan budaya masing-masing.

Memasuki acara utama sekitar pukul 19.40 WIB, parade akan menampilkan kekayaan budaya Lampung Selatan melalui partisipasi tujuh marga, parade umbul-umbul, delegasi empat negara, pertunjukan teatrikal, serta Tari Tuping.

Rangkaian tersebut juga akan diwarnai upaya pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui penyalaan 2.470 lentera yang melibatkan sekitar 2.500 peserta.

Hendry mengatakan, Parade Budaya menjadi salah satu upaya memperkenalkan kekayaan tradisi dan identitas daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Perpaduan budaya lokal dan internasional diharapkan menghadirkan pertunjukan yang berkesan sekaligus memperkuat daya tarik festival.

“Parade Budaya menjadi salah satu daya tarik utama Lamsel Fest 2026. Kekayaan tradisi daerah akan ditampilkan bersama pertunjukan budaya internasional, dengan melibatkan sekitar 2.500 peserta serta agenda pemecahan rekor MURI melalui penyalaan 2.470 lentera. Kami ingin menghadirkan pengalaman budaya yang berkesan,” kata Hendry.

Parade Budaya ini juga dijadwalkan dihadiri sejumlah duta besar negara sahabat, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Gubernur Lampung, serta tokoh nasional lainnya.

Setelah rangkaian pertunjukan budaya, kemeriahan hari kelima akan berlanjut melalui Festival Musik yang menghadirkan Grupie, Dewa 19 Experience, dan Al Ghazali.

*Hari Keenam: Night Lava Run dan Malam Puncak*

Memasuki hari terakhir, Minggu (15/11/2026), Lamsel Fest 2026 akan menghadirkan kegiatan olahraga *Night Lava Run* dengan titik start dan finish di depan Kantor Bupati Lampung Selatan. Kegiatan ini dijadwalkan dimulai pukul 18.10 WIB.

Setelah seluruh peserta menyelesaikan rute lari, rangkaian acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dan pembagian _doorprize_.

Berikutnya, panggung Lamsel Fest 2026 akan menghadirkan Fashion Show dengan peraga perempuan dari kalangan masyarakat, bukan model profesional.

Mereka merupakan sosok yang sehari-hari berjuang mencari nafkah bagi keluarga. Kehadiran mereka diharapkan menginspirasi perempuan lain untuk tampil percaya diri dan berani menunjukkan potensi diri.

Malam puncak festival juga akan dimeriahkan oleh penampilan Hanaya, D'Masiv, Ndarboy, dan Nathalia Holscher. Seluruh rangkaian acara kemudian mencapai puncaknya melalui sambutan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama sekaligus prosesi _grand closing_.

Suasana penutupan akan semakin semarak dengan suguhan _special effect_ dan pertunjukan kembang api yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian Lamsel Fest 2026.

Di tengah beragam atraksi dan hiburan tersebut, Pesta UMKM juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Lamsel Fest 2026. Kehadirannya bukan sekadar melengkapi kemeriahan festival, tetapi juga membuka ruang interaksi antara pelaku usaha lokal dan pengunjung. Melalui kegiatan ini, produk-produk unggulan daerah diharapkan semakin dikenal, sekaligus membuka peluang transaksi dan memperluas pasar bagi pelaku UMKM.

Perpaduan atraksi otomotif, seni budaya, olahraga, musik, dan pemberdayaan ekonomi lokal menjadikan Lamsel Fest 2026 lebih dari sekadar perayaan hiburan. Dihadirkan sebagai kado bagi masyarakat, festival ini juga menjadi ruang promosi pariwisata dan penguatan ekonomi kreatif yang bertumpu pada potensi lokal Lampung Selatan.

Hendry Kurniawan menegaskan bahwa Lamsel Fest tidak hanya dirancang sebagai perhelatan sesaat. Festival tersebut akan terus dikembangkan menjadi agenda berkelanjutan untuk memperkuat daya tarik pariwisata daerah.

“Lamsel Fest 2026 tidak hanya menjadi perhelatan sesaat, tetapi akan terus dikembangkan sebagai agenda berkelanjutan untuk meningkatkan pariwisata Lampung Selatan. Kami ingin festival ini tumbuh semakin besar dan mampu sejajar dengan festival-festival unggulan lainnya di Indonesia,” kata Hendry.

Ia juga mengimbau masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat maupun hadir untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan selama rangkaian kegiatan berlangsung. Menurutnya, dukungan dan kerja sama semua pihak menjadi penting agar Lamsel Fest 2026 berjalan lancar, tertib, dan aman hingga acara penutupan.

“Kami mengajak masyarakat dan seluruh pihak untuk menjaga ketertiban, keamanan, serta kenyamanan selama Lamsel Fest 2026 berlangsung, sehingga seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan dapat dinikmati bersama,” pesan Hendry. (KMF)

Share:

Pelaku Pencurian dengan Cekik Korban hingga Pingsan Dibekuk Tekab 308


LAMPUNG SELATAN - Tim Tekab 308 Polsek Natar menangkap R (33), tersangka pencurian dengan kekerasan yang menjerat leher seorang perempuan hingga pingsan sebelum membawa kabur sepeda motor dan sejumlah barang berharga milik korban di Desa Sidosari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

Kapolsek Natar AKP Setyo Budi Howo, S.H., mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan, membenarkan penangkapan tersebut. Tersangka diketahui merupakan warga Jalan Kenangan, Gang Taruna, Kota Sepang, Bandar Lampung.
“Benar, tersangka berinisial R (33), warga Kota Sepang, Bandar Lampung, telah kami amankan di wilayah Desa Sidosari, Kecamatan Natar” kata Setyo.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat kejadian, korban Ova (27) berada di rumahnya di Perumahan Rajabasa Regency, Desa Sidosari.

Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka masuk ke dalam rumah korban, kemudian menjerat leher korban menggunakan tali hingga tidak sadarkan diri. Setelah korban pingsan, tersangka mengambil sepeda motor Honda Beat warna biru putih, dua unit telepon genggam, serta uang tunai Rp1 juta.

“Pelaku menjerat leher korban menggunakan tali hingga tidak sadarkan diri. Setelah korban tidak berdaya, pelaku mengambil sepeda motor, telepon genggam, uang tunai, serta sejumlah dokumen dan kartu milik korban. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp17 juta,” ujarnya.

Setelah sadar, korban mendapati sejumlah barang miliknya telah hilang dan kondisi rumah berantakan. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Natar.

Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan satu unit Honda Beat warna biru putih milik korban, satu unit Honda Beat Deluxe nomor polisi BE 2087 AIM yang diduga digunakan tersangka saat beraksi, satu STNK, satu BPKB, serta satu unit telepon genggam merek Advance warna oranye.

“Seluruh barang bukti tersebut telah kami amankan untuk kepentingan penyidikan. Kami juga masih mendalami pengakuan tersangka terkait dua kejadian pencurian lainnya,” kata Setyo.

Untuk Pasal 479 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, tindak pidana pencurian dengan kekerasan diancam dengan pidana penjara paling lama 9 tahun. (Red)

Share:

Cegah Tawuran, Polres Lampung Selatan Ingatkan 1.118 Siswa SMAN 2 Kalianda Jaga Masa Depan


LAMPUNG SELATAN - Jangan biarkan tawuran dan provokasi merusak masa depan. Pesan itu disampaikan Polres Lampung Selatan kepada 1.118 siswa SMAN 2 Kalianda dalam program Polisi Peduli Pendidikan, Senin (2/11/2026).

Kegiatan yang dipimpin Kabag SDM Polres Lampung Selatan Kompol Agus Priono, S.H., tersebut mengajak pelajar menjauhi kekerasan, menjaga pergaulan, dan lebih fokus meraih prestasi.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Agus mengingatkan bahwa perkelahian antarpelajar dan tawuran bukan hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga dapat mengganggu pendidikan dan menimbulkan konsekuensi hukum.

“Jangan sampai masa depan kalian rusak hanya karena emosi sesaat atau ajakan tawuran. Jangan mudah terprovokasi, apalagi sampai terlibat dalam kelompok yang mengarah pada kekerasan. Kalian memiliki kesempatan untuk meraih cita-cita, manfaatkan masa sekolah dengan kegiatan yang positif,” pesan Agus dalam amanatnya.

Ia juga mengingatkan para siswa agar bijak menggunakan media sosial, tidak menyebarkan ujaran kebencian maupun ajakan tawuran, serta menyelesaikan persoalan melalui komunikasi yang baik. Jika menghadapi masalah, pelajar diminta tidak ragu meminta bantuan guru maupun orang tua.

Selain pencegahan tawuran, para siswa didorong meningkatkan prestasi akademik dan nonakademik, menjaga kedisiplinan, serta mematuhi tata tertib sekolah. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula informasi mengenai penerimaan anggota Polri dan TNI, termasuk rencana pelatihan serta peragaan tes jasmani di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala SMAN 2 Kalianda dan sejumlah pejabat Polres Lampung Selatan, di antaranya Kabaglog AKP Soedarminto, Kasat Polairud IPTU Panpan Hermayadi, S.H., Paurmin Bag SDM IPTU Agus Yulianto, KBO Satbinmas IPDA Sefi Ariana, S.H., AIPDA Zanuar Pandapotan Harahap, S.H., serta AIPTU Wayan Sutame, S.Pd.

Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polres Lampung Selatan mendorong sinergi kepolisian, sekolah, dan orang tua dalam membina generasi muda. Edukasi dan pengawasan bersama diharapkan mampu mencegah kenakalan remaja serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.
(Red)

Share:

Dukung Stimulus Pemerintah, ASDP Bebaskan 100% Tarif Jasa Kepelabuhanan pada Nataru 2026/2027


Jakarta, 29 Oktober 2026 – Perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga maupun menjelajahi berbagai destinasi di Indonesia. Guna mendukung mobilitas masyarakat pada periode tersebut, pemerintah menghadirkan stimulus ekonomi melalui kebijakan diskon tarif transportasi, termasuk pada layanan angkutan penyeberangan.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mendukung pelaksanaan program stimulus pemerintah melalui pembebasan 100% tarif jasa kepelabuhanan bagi pengguna jasa penyeberangan pada periode Nataru 2026/2027. Kebijakan ini menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan layanan penyeberangan yang lebih terjangkau sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat yang melakukan perjalanan antarpulau.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa dukungan terhadap program stimulus ini merupakan bentuk sinergi perusahaan dengan pemerintah dalam memberikan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat, khususnya pada momentum libur akhir tahun.

“ASDP menyambut baik kebijakan stimulus pemerintah ini. Melalui pembebasan 100% tarif jasa kepelabuhanan, masyarakat dapat menikmati pengurangan pada salah satu komponen tarif penyeberangan. Kami berharap kebijakan ini dapat membantu meringankan biaya perjalanan sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan bersama keluarga selama libur akhir tahun,” ujar Heru.

Pelaksanaan program ini mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor PJ-MHB 7 Tahun 2026, Nomor 145 Tahun 2026, dan Nomor 298 Tahun 2026 tentang Pemberian Diskon Tarif Transportasi untuk Stimulus Ekonomi Periode Libur Sekolah Tahun 2026, Natal Tahun 2026, dan Tahun Baru 2027.

Penjualan tiket dengan stimulus akan dimulai pada 7 November 2026 untuk periode keberangkatan 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Program ini berlaku bagi penumpang pejalan kaki serta kendaraan Golongan II dan Golongan IVA di 14 pelabuhan yang melayani tujuh lintasan penyeberangan operasional ASDP, baik layanan reguler maupun ekspres.

Ketujuh lintasan tersebut meliputi Merak–Bakauheni (PP), Ketapang–Gilimanuk (PP), Padangbai–Lembar (PP), Tanjung Uban–Telaga Punggur (PP), Ajibata–Ambarita (PP), Kayangan–Poto Tano (PP), serta Sape–Labuan Bajo (PP).

Program stimulus ini diproyeksikan dapat dimanfaatkan oleh 188.909 penumpang pejalan kaki dan 467.118 unit kendaraan. Cakupan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di berbagai wilayah yang mengandalkan transportasi penyeberangan untuk mendukung mobilitas selama periode libur Nataru.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa selain mendukung implementasi stimulus, perusahaan juga mempersiapkan aspek operasional guna mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat selama periode libur akhir tahun.

“ASDP terus memperkuat kesiapan operasional melalui koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk dalam mempersiapkan armada kapal dan layanan di pelabuhan. Kami berkomitmen untuk menghadirkan layanan penyeberangan yang mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan masyarakat selama periode Nataru,” jelas Windy.

Windy juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak dini dan melakukan pembelian tiket melalui kanal resmi Ferizy sebelum tiba di pelabuhan. Dengan memiliki tiket dan jadwal keberangkatan yang telah ditentukan, pengguna jasa dapat mempersiapkan perjalanan secara lebih baik.

Melalui dukungan terhadap program stimulus ini, ASDP terus berupaya memperkuat konektivitas antarpulau dan menghadirkan layanan penyeberangan yang semakin andal, aman, dan terjangkau. Sinergi bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi selama periode Nataru 2026/2027.

Untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai program stimulus, jadwal keberangkatan, maupun layanan penyeberangan ASDP, masyarakat dapat menghubungi Contact Center ASDP melalui layanan telepon 191.

Share:

Panen Tomat di Lapas Kalianda, Warga Binaan Kembangkan Keterampilan dan Kemandirian Pertanian


KALIANDA – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda melaksanakan kegiatan panen tomat di area pembinaan kemandirian pertanian Lapas Kelas IIA Kalianda, dengan melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), peserta magang, dan petugas pemasyarakatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan keterampilan pertanian sekaligus upaya memanfaatkan lahan secara produktif untuk mendukung ketahanan pangan, Sabtu (31/10/2026).

Sebelum memasuki masa panen, tanaman tomat dirawat secara bersama-sama melalui kegiatan penyiraman dan pemeliharaan rutin. Proses tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk mengenal tahapan budidaya tanaman, mulai dari perawatan hingga menghasilkan buah yang siap dipanen.

Hasil panen tomat menjadi bukti dari proses yang dijalani dengan ketekunan dan tanggung jawab. Lebih dari sekadar menghasilkan produk pertanian, kegiatan ini juga memberikan pengalaman dan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.

Kalapas Kelas IIA Kalianda, Badarudin, menyampaikan bahwa pembinaan melalui kegiatan pertanian diharapkan mampu menumbuhkan kemandirian dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.

“Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga dilatih untuk memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, dan keterampilan yang bermanfaat. Harapannya, pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat,” ujar Kalapas.

Lapas Kalianda terus mendorong kegiatan pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mempersiapkan warga binaan menjadi pribadi yang lebih mandiri.

Bukan cuma menanam harapan, hari ini kita panen hasilnya!

(HumasPaskal)

Share:

Tak Hanya Sukses Jadi Tuan Rumah MTQ ke-53, Lampung Selatan Tembus Tiga Besar


LAMSEL, Kalianda - Kabupaten Lampung Selatan tidak hanya sukses menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-53 tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026, tetapi juga berhasil meraih peringkat ketiga dalam ajang keagamaan tingkat provinsi tersebut.

Kabupaten berjuluk “Beranda Sumatra” ini pun mencatatkan capaian membanggakan, sekaligus melengkapi keberhasilan penyelenggaraan MTQ tahun ini.

Berdasarkan hasil penilaian dewan hakim, Kabupaten Tanggamus berhasil meraih juara umum, disusul Kota Bandar Lampung di posisi kedua, sementara Kabupaten Lampung Selatan berada di peringkat ketiga.

Hasil akhir tersebut diumumkan dalam acara penutupan MTQ ke-53 tingkat Provinsi Lampung yang berlangsung di GOR Way Handak, Kalianda, Jumat malam (30/10/2026).

Prosesi penutupan ditandai dengan pemukulan gong dan penyerahan piala bergilir Gubernur Lampung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Muhammad Firsada, kepada Bupati Tanggamus, Mohammad Saleh Asnawi, sebagai juara umum.

Mewakili Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh kabupaten/kota yang berhasil meraih prestasi pada MTQ ke-53 tahun ini.

Menurutnya, capaian yang diraih para peserta merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, ketekunan, serta pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan di masing-masing daerah.

"Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan generasi Qurani dan mempertahankan prestasi pada ajang-ajang MTQ berikutnya," kata Supriyanto.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh qari dan qariah, hafiz dan hafizah, mufassir dan mufassirah, serta peserta dari berbagai cabang perlombaan yang telah berjuang dan menunjukkan kemampuan terbaik selama kompetisi berlangsung.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Lampung sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Lampung, Muhammad Firsada, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan atas keberhasilannya menjadi tuan rumah MTQ ke-53.

Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, ia juga mengapresiasi dewan hakim dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut sehingga seluruh rangkaian MTQ dapat berjalan lancar, aman, dan penuh keberkahan.

"Sejak dibukanya ajang ini, kita telah menyaksikan ketelitian hafalan serta kedalaman Al-Qur'an dari putra-putri terbaik Provinsi Lampung," ujarnya.

MTQ ke-53 tingkat Provinsi Lampung menjadi momentum untuk memperkuat syiar Islam, mempererat silaturahmi antardaerah, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembinaan generasi Qurani.

Bagi Kabupaten Lampung Selatan, keberhasilan menjadi tuan rumah yang diiringi capaian peringkat ketiga menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan pembinaan keagamaan dan melahirkan generasi yang unggul dalam memahami, menghafal, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an. (Kmf)

Share:

Sengketa Lahan di Natar, Kuasa Hukum Soroti Proses Jual Beli Tanah


LAMPUNG SELATAN – Kuasa hukum penggugat, Meriantony, S.H., kembali menyoroti proses jual beli objek tanah yang menjadi pokok sengketa warisan di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam keterangannya pada Jumat (30/10/2026), Meriantony mempertanyakan proses transaksi jual beli antara para tergugat dengan Turut Tergugat I melalui Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Ia menekankan pentingnya pembuktian apakah pembeli benar-benar telah menjalankan prinsip kehati-hatian sebelum melakukan transaksi.

Menurutnya, seseorang yang mengaku sebagai pembeli beriktikad baik tidak cukup hanya menunjukkan bahwa transaksi dilakukan melalui PPAT. Namun, perlu dibuktikan pula apakah sebelum transaksi dilakukan, pembeli telah memeriksa secara menyeluruh objek tanah yang dibeli, termasuk status hukum, riwayat kepemilikan, serta kondisi fisik tanah tersebut.

"Sebagai pembeli yang beriktikad baik, apakah sebelum melakukan transaksi di hadapan PPAT sudah terlebih dahulu mengecek objek jual beli dan memastikan status hukumnya? Kemudian, pada saat pengukuran objek tanah, apakah melibatkan RT, kepala lingkungan, serta kepala desa setempat?" demikian pokok pertanyaan yang disampaikan Meriantony.

Ia juga kembali mempertanyakan mekanisme proses jual beli yang dilakukan para tergugat dengan Turut Tergugat I melalui Turut Tergugat II, yang kemudian diproses oleh Turut Tergugat III.

Menurutnya, rangkaian proses tersebut perlu dijelaskan secara terbuka, terutama untuk memastikan apakah seluruh tahapan administrasi dan prosedur pertanahan telah dilaksanakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Meriantony menduga terdapat sejumlah hal dalam proses jual beli tersebut yang perlu diuji kesesuaiannya dengan mekanisme hukum pertanahan. Karena itu, ia meminta pihak-pihak terkait memberikan penjelasan mengenai asal-usul tanah, dasar penguasaan, riwayat peralihan hak, hingga proses penerbitan dokumen pertanahan.

"Perlu ada penjelasan secara terang benderang mengenai bagaimana awal mula proses tanah tersebut, bagaimana riwayatnya, siapa yang menguasai, siapa yang melakukan transaksi, serta bagaimana proses administrasi hingga akhirnya terjadi jual beli," tegasnya.

Sorotan terhadap Aturan Hukum

Dalam persoalan ini, terdapat sejumlah ketentuan hukum yang relevan untuk menjadi bahan pengujian dalam persidangan.

Pertama, Pasal 1338 ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) yang mengatur bahwa suatu perjanjian harus dilaksanakan dengan iktikad baik.

Kedua, Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2016, yang memberikan pedoman mengenai kriteria pembeli beriktikad baik. Salah satu prinsipnya adalah pembeli wajib melakukan kehati-hatian dengan meneliti hak penjual, status objek tanah, serta riwayat hubungan hukum tanah dengan pemegang sertifikat.

Ketiga, Pasal 37 ayat (1) PP Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, yang mengatur bahwa peralihan hak atas tanah melalui jual beli pada prinsipnya hanya dapat didaftarkan apabila dibuktikan dengan akta yang dibuat oleh PPAT.

Keempat, Pasal 39 ayat (1) huruf f PP Nomor 24 Tahun 1997, yang mengatur kewajiban PPAT menolak membuat akta apabila objek perbuatan hukum sedang dalam sengketa mengenai data fisik dan/atau data yuridisnya.

Selain itu, apabila ditemukan adanya perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian, Pasal 1365 KUHPerdata juga dapat menjadi dasar pengujian gugatan perdata, sepanjang unsur-unsurnya dapat dibuktikan.

Ketentuan-ketentuan tersebut bukan berarti telah terbukti terjadi pelanggaran hukum. Namun, menjadi dasar untuk menguji apakah proses jual beli dan administrasi pertanahan dalam perkara ini telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Sepuluh Tahapan Mekanisme Jual Beli Tanah hingga Pendaftaran di BPN

Dalam proses jual beli tanah melalui PPAT, terdapat sejumlah tahapan administrasi dan pemeriksaan yang perlu diperhatikan. Tahapan tersebut meliputi:

1. Pengecekan sertifikat di BPN. Pengecekan sertifikat merupakan kewenangan Kantor BPN sesuai dengan lokasi objek tanah yang akan diperjualbelikan. Pemeriksaan ini bertujuan mengetahui kesesuaian data sertifikat dengan data yang tercatat pada kantor pertanahan.

2. Permohonan informasi atau SKPT. Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) dapat dimohonkan untuk memperoleh informasi mengenai status tanah. Namun, SKPT umumnya digunakan dalam kebutuhan tertentu, seperti sertifikat yang menjadi jaminan atau objek yang akan dilelang.

3. Pemeriksaan data dan warkah. Setelah memperoleh informasi mengenai kesesuaian data pertanahan, termasuk warkah dan dokumen terkait, pemeriksaan dilakukan berdasarkan data yang tersedia di BPN. Dalam sistem yang telah terdigitalisasi, pengecekan sertifikat dapat dilakukan secara elektronik atau online.

4. Pengecekan online sebelum akad. Apabila hasil pengecekan menunjukkan kesesuaian data, proses dapat dilanjutkan ke tahap akad atau penandatanganan Akta Jual Beli (AJB), dengan tetap memenuhi persyaratan lainnya.

5. Pemeriksaan kondisi fisik dan tata batas. Apabila terdapat ketidaksesuaian tata batas atau letak antara data yuridis dan data fisik bidang tanah, para pihak perlu turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya sesuai dengan data pertanahan.

6. Pengurusan BPHTB dan pembayaran PPh. PPAT menunggu proses permohonan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) sesuai ketentuan yang berlaku.

7. Penomoran dan persiapan AJB. Akta jual beli dapat dipersiapkan untuk diberikan nomor setelah persyaratan terpenuhi, termasuk pengecekan sertifikat, BPHTB, PPh, dan PBB dalam kondisi lunas, serta validasi BPHTB dan PPh telah diselesaikan pada instansi yang berwenang.

8. Pendaftaran peralihan hak. Setelah tahapan administrasi dan perpajakan diselesaikan, proses dilanjutkan dengan mendaftarkan peralihan hak atas tanah ke Kantor BPN sesuai lokasi objek tanah.

9. Penerbitan dokumen pendaftaran. Dalam proses administrasi tersebut, pemohon memperoleh Surat Pendaftaran Akta (SPA) serta dokumen terkait pendaftaran setoran negara atau Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

10. Proses administrasi dilaksanakan. Setelah seluruh persyaratan dan tahapan dipenuhi, proses pendaftaran peralihan hak dilaksanakan sesuai prosedur dan ketentuan pertanahan yang berlaku.

Sepuluh tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk melihat bagaimana suatu transaksi jual beli tanah diproses. Namun, terpenuhinya administrasi formal tidak dengan sendirinya menjawab seluruh persoalan mengenai riwayat kepemilikan, penguasaan, batas fisik, maupun kemungkinan adanya hak pihak lain atas tanah tersebut.

Minta BPN dan Pihak Terkait Buka Riwayat Tanah

Meriantony berharap pihak-pihak yang terlibat dalam proses transaksi maupun administrasi pertanahan dapat memberikan penjelasan secara menyeluruh, termasuk mengenai dokumen dasar penerbitan sertifikat, warkah, proses pengukuran, serta riwayat peralihan hak.

Menurutnya, keterbukaan informasi tersebut penting agar majelis hakim memperoleh gambaran yang utuh mengenai asal-usul dan proses hukum objek tanah yang kini menjadi sengketa.

Persoalan ini pun menjadi perhatian dalam proses pembuktian di Pengadilan Negeri Kalianda. Sebab, yang perlu diuji bukan hanya keberadaan sertifikat, melainkan juga rangkaian peristiwa dan dokumen yang menjadi dasar penerbitan serta peralihan hak atas tanah tersebut.

Dengan demikian, muncul pertanyaan mendasar: apakah sebelum transaksi dilakukan, pembeli telah memastikan kesesuaian data yuridis dan data fisik tanah, menelusuri riwayat kepemilikan, serta memastikan tidak terdapat hak pihak lain yang perlu diperhatikan?

Hingga berita ini diterbitkan, seluruh dugaan ketidaksesuaian prosedur maupun keabsahan transaksi tetap harus ditempatkan sebagai persoalan yang memerlukan pembuktian hukum. Keputusan mengenai sah atau tidaknya transaksi dan hak atas objek sengketa menjadi kewenangan majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut. (Red)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Recent Posts