Portal Berita Online

Bongkar Jaringan Industri Sabu-Ekstasi Rumahan di Lampung Selatan, Polisi Tangkap Tersangka


LAMPUNG SELATAN - Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung membongkar jaringan industri rumahan (home industry) narkotika jenis sabu dan pil ekstasi di Lampung Selatan. Bisnis haram itu dijalankan di sejumlah unit kontrakan di wilayah Natar, Lampung Selatan.


Pengungkapan ini dilakukan oleh Subdit II Ditreserse Narkoba Polda Lampung yang dipimpin oleh AKBP Wahyudi Sabhara di Kompleks Rajawali Residence, Candimas, Natar, Lampung Selatan. Dalam operasi ini, polisi menangkap sejumlah tersangka beserta alat cetak pil ekstasi.


Dirresnarkoba Polda Lampung Kombes Dodi Suryadin menjelaskan bahwa pengungkapan ini bermula dari informasi masyarakat yang menyebut kawasan tersebut sering dijadikan tempat penyalahgunaan narkotika. Berdasarkan informasi itu, polisi langsung melakukan pengintaian sejak Kamis (27/8/2026).


” Tim kami segera melakukan observasi dan surveillance terkait informasi dari masyarakat. Sekitar jam 12.00 WIB, kami datangi rumah tempat tinggal Eka Pradinasta, 33, wiraswasta di kontrakan Rajawali Residence dan mengamankan Eka Pradinasta,” kata Kombes Dodi melalui keterangannya, Minggu (30/8).


Di lokasi itu, polisi menemukan alat isap sabu, timbangan digital, serbuk hijau, serta puluhan butir ekstasi. Tak berhenti di situ, penyidik kemudian melakukan pengembangan ke lokasi kedua dan mengamankan pria bernama Andika Sandi (37) beserta seorang perempuan berinisial YDS (29).


“Di TKP kedua ini, kami amankan AS dan seorang perempuan berinisial YDS, 29,” ucap Dodi.


Penyidik mendapati bahwa pelaku memproduksi sendiri pil ekstasi tersebut. Sejumlah barang bukti yang turut disita antara lain alat isap sabu, satu bungkus serbuk warna biru, dua pil ekstasi warna biru, setengah pil ekstasi warna abu, satu plastik klip kecil berisi sabu, seperangkat alat pencetak pil ekstasi, dan tiga ponsel android.


“Jadi saudara AS ini diketahui mencetak sejumlah pil ekstasi dengan bahan dasar ekstasi menggunakan alat cetak pil,” rinci Dodi.


Tak berhenti di situ, polisi kembali melakukan pengembangan ke TKP ketiga dan meringkus tersangka Hadi Pranoto (35) dan MS (21). Di lokasi ini, polisi menyita bahan baku berupa serbuk berbagai warna mulai dari biru, hijau, pink, abu-abu hingga cokelat, serta alat cetak ekstasi lainnya.


Dodi menyebutkan total ada lima titik penggeledahan dalam satu rangkaian operasi ini. Di TKP keempat dan kelima, polisi menangkap pasangan AS (36) dan SF (43) serta RS (33) dan FA (28). Para pelaku, lanjut Dodi, beroperasi di area yang sangat berdekatan.


“Jadi kelima TKP itu saling berdekatan dalam satu blok, satu komplek,” ungkapnya.


Kini, para tersangka beserta barang bukti telah diamankan ke Mapolda Lampung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dodi memastikan pihaknya masih terus mendalami keterlibatan pelaku lain dan menelusuri jaringan peredaran hasil produksi industri rumahan tersebut.


“Saksi-saksi dan para tersangka kini dilakukan penahanan dan bersamaan pemeriksaan barang bukti hingga melakukan gelar perkara kami laksanakan,” pungkas Dodi. (Red)

Share:

Bursa Ketua IJTI Krakatau Raya: Jurnalis Kompas TV Serahkan Berkas Pendaftaran


Lampung Selatan – Jurnalis Kompas TV, Teuku Khalid Syah, menjadi pendaftar pertama sebagai bakal calon Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Krakatau Raya.

Berkas pendaftaran tersebut diserahkan langsung kepada Ketua Panitia Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) I, Axgeis Yohanes Sapta, di Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (31/8/2026).

IJTI Korda Krakatau Raya merupakan wadah organisasi profesi yang menaungi para jurnalis televisi di wilayah tugas Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Lampung Timur.

Seusai menyerahkan berkas, Teuku menyatakan bahwa langkahnya mendaftar di awal waktu merupakan bentuk komitmen untuk segera meletakkan fondasi organisasi yang baru terbentuk tersebut.

"Saya tidak melihat pencalonan ini semata-mata sebagai upaya untuk menjadi ketua. Saya melihat ini sebagai kesempatan untuk ikut membangun fondasi IJTI Korda Krakatau Raya sejak awal dan menjadikannya rumah bersama," kata Teuku.

Sebagai kandidat, Teuku membawa visi "Jurnalisme Positif" serta program peningkatan kapasitas anggota melalui pelatihan jurnalistik televisi, digital journalism, dan investigasi. Ia menegaskan, konsep jurnalisme positif sama sekali tidak menumpulkan daya kritis pers.

Jurnalis dituntut tetap independen dan menjalankan fungsi kontrol sosial, sekaligus menghadirkan karya yang edukatif bagi masyarakat.

Terkait manajerial, Teuku berkomitmen menerapkan gaya kepemimpinan yang kolektif.

"Ketua bukan pemilik organisasi, tetapi bagian dari anggota yang mendapat mandat untuk bekerja dan memastikan IJTI tumbuh bersama seluruh anggotanya," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Muskorda I IJTI Korda Krakatau Raya, Axgeis Yohanes Sapta, membenarkan bahwa Teuku adalah pendaftar pertama sejak bursa pencalonan dibuka pada 24 Agustus 2026.

"Proses penjaringan masih kami buka hingga 11 September 2026. Kami memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anggota IJTI Korda Krakatau Raya yang memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan diri," kata Axgeis.

Panitia memastikan seluruh tahapan penjaringan akan berjalan secara terbuka, tertib, dan demokratis sesuai dengan pedoman dasar organisasi. (Red)

Share:

Mantan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona Divonis 13 Tahun Penjara


BANDAR LAMPUNG — Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Tanjungkarang memperberat hukuman mantan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona ( menjadi 13 tahun penjara. Putusan banding dibacakan secara online pada Senin (31/8/2026).

Vonis tersebut lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum 11 tahun penjara, dan dari vonis PN Tanjungkarang sebelumnya 8 tahun penjara.

Dendi terbukti bersalah dalam kasus korupsi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kabupaten Pesawaran Tahun 2022, gratifikasi, dan Tindak Pidana Pencucian Uang/TPPU.

Dalam amar putusan banding, Dendi dijatuh, piidana Penjara 13 Tahun, denda: Rp750 juta subsider 6 bulan kurungan, uang pengganti Rp21,6 miliar. Jika tidak dibayar dalam 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, harta disita dan dilelang. Jika tidak cukup, diganti pidana penjara 4 tahun.

Sebelumnya, Rabu (22/7/2026) PN Tanjungkarang hanya memvonis Dendi 8 tahun penjara dengan denda dan uang pengganti yang sama.
Kejaksaan Tinggi Lampung juga mengajukan banding terhadap 3 terdakwa lain, Adal Linardo, Syaril Ansori, dan Syahril.

Kuasa hukum Dendi, Sopian Sitepu, mengajukan banding dengan alasan proses persidangan belum sesuai KUHAP. Pihaknya keberatan atas keterangan Zainal Fikri selaku saksi mahkota dan Kadis PUPR Pesawaran.

Menurut kuasa hukum, keterangan satu orang saksi tidak seharusnya menjadi dasar pembebanan uang pengganti kepada Dendi demi mempertahankan statusnya sebagai _justice collaborator_.

Namun majelis hakim PT Tanjungkarang menolak seluruh dalil banding dan justru memperberat hukuman Dendi Ramadhona yang menjabat Bupati Pesawaran periode 2016 – 2025. (ndi)

Share:

Kepsek SMPN 2 Kalianda Bantah Tudingan Jual Buku Di Sekolah


LAMPUNG SELATAN — Dugaan penjualan buku seharga Rp70 ribu kepada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Kalianda, Lampung Selatan, mendapat bantahan dari pihak sekolah.

Kepala SMPN 2 Kalianda, Yulinda menegaskan pihak sekolah tidak pernah memberikan izin kepada pihak penyedia untuk menjual buku kepada siswa.

Yulinda mengatakan, dirinya baru mengetahui adanya transaksi pembelian buku tersebut setelah membaca pemberitaan media online. Ia pun mengaku keberatan karena sejak awal pihak yang mengatasnamakan penyedia buku hanya meminta izin untuk melakukan kegiatan sosialisasi.

"Sebelumnya mereka datang dan meminta izin untuk memberikan sosialisasi tentang cara berhitung cepat dalam pelajaran matematika. Tidak ada penyampaian kepada saya bahwa mereka akan menjual buku kepada siswa," kata Yulinda saat ditemui di kantornya, Senin, 31 Agustus 2026.

Atas permintaan tersebut, pihak sekolah memberikan kesempatan selama dua hari, yakni Rabu dan Kamis, 26-27 Agustus 2026, untuk kegiatan sosialisasi.

Namun, menurut Yulinda, kegiatan tersebut kemudian berujung pada penawaran buku panduan matematika kepada siswa. Dari lima kelas yang mengikuti sosialisasi, penawaran buku disebut terjadi di empat kelas.

Buku berjudul Solusi Berhitung Matematika tersebut memiliki tebal 128 halaman dan ditawarkan kepada siswa dengan harga Rp70 ribu per buku.

"Setelah kami mengetahui ada transaksi, kami langsung mendata siswa yang membeli. Hasilnya ada 33 siswa yang diketahui membeli buku tersebut," ungkapnya.

Yulinda menegaskan, sekolah tidak pernah memerintahkan maupun mewajibkan siswa membeli buku tersebut. Bahkan, menurut dia, pihak sekolah merasa dirugikan lantaran kegiatan yang semula disepakati sebagai sosialisasi justru berakhir dengan transaksi kepada siswa.

"Kami merasa dibohongi. Karena izin yang diberikan kepada mereka hanya untuk sosialisasi, bukan untuk berjualan. Akibat praktek tersebut sekolah kami jadi tercoreng." Ucap Yulinda, menyayangkan sikap penyedia.

Pihak sekolah kemudian berupaya menyelesaikan persoalan tersebut dengan menghubungi penyedia yang disebut bernama Firmansyah. Yulinda meminta agar buku yang telah dibeli siswa dikembalikan dan uang pembelian dikembalikan kepada para siswa.

Namun, menurut Yulinda, permintaan tersebut tidak mendapat respons sebagaimana yang diharapkan. Penyedia disebut menyampaikan bahwa pengembalian buku dan uang tidak dapat dilakukan karena dana tersebut sudah masuk sebagai operasional perusahaan.

"Saya sudah meminta supaya buku-buku itu diambil kembali dan uang siswa dikembalikan. Tetapi mereka menyampaikan pengembalian tidak bisa dilakukan karena sudah menjadi operasional perusahaan," ujar Yulinda.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Firmansyah melalui nomor kontak yang dimiliki belum mendapatkan tanggapan.

Sebelumnya, ada dugaan penjualan buku seharga Rp70 ribu di SMPN 2 Kalianda mencuat setelah seorang wali murid mengaku membeli buku tersebut untuk anaknya. Muncul kekhawatiran orang tua bahwa anaknya akan merasa minder apabila tidak membeli ketika siswa lainnya membeli. (Tim)

Share:

Kalapas Baru Kalianda Diminta Lanjutkan Inovasi, Pemkab Perkuat Sinergi Pembinaan Warga Binaan


LAMSEL, Kalianda - Pergantian kepemimpinan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pembinaan warga binaan sekaligus melanjutkan berbagai inovasi yang telah dibangun sebelumnya.

Hal itu mengemuka dalam acara serah terima jabatan dan pisah sambut Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda yang dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, Rabu (26/8/2026).

Jabatan Kepala Lapas resmi diserahterimakan dari Benny Nurrahman, A.Md. IP., S.H., M.H. kepada Badarudin, A.Md. IP., S.H., M.H., ditandai dengan penandatanganan berita acara dan memori jabatan.

Mewakili Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Wabup Syaiful menyampaikan apresiasi kepada Benny Nurrahman beserta istri atas dedikasi dan pengabdian selama memimpin Lapas Kelas IIA Kalianda.

“Mewakili Bapak Bupati Radityo Egi Pratama, saya menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Benny Nurrahman beserta Ibu atas pengabdian, dedikasi, serta kerja sama yang telah diberikan selama menjalankan tugas sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda,” ujar Syaiful.

Menurut Syaiful, berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi selama masa tugas merupakan bagian dari perjalanan pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik sesuai amanah yang diemban. Ia juga mengapresiasi komunikasi dan koordinasi yang selama ini terjalin baik antara Lapas Kalianda, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Ia berharap hubungan dan kolaborasi yang telah dibangun dapat terus terjaga meskipun Benny Nurrahman melanjutkan tugas di tempat yang baru.

Kepada Kepala Lapas yang baru, Wabup Syaiful menyampaikan ucapan selamat datang dan berharap Badarudin dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, serta semangat pengabdian.

Syaiful menegaskan, keberadaan lembaga pemasyarakatan tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membina dan memberdayakan warga binaan agar mampu memperbaiki diri dan kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.

“Untuk itu sinergi dan kolaborasi antara Lapas Kelas IIA Kalianda, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat harus terus kita perkuat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Lampung, Maulidi Hilal, mengapresiasi pengabdian Benny Nurrahman selama kurang lebih satu setengah tahun memimpin Lapas Kelas IIA Kalianda.

Maulidi berpesan kepada Badarudin agar mempertahankan sekaligus mengembangkan berbagai inovasi dan capaian positif yang telah dibangun sebelumnya.

“Jangan merubah inovasi yang sudah dilakukan oleh Pak Benny. Kalau itu baik, teruskan. Kalau memang dibutuhkan organisasi, tingkatkan,” pesan Maulidi.

Menurutnya, pergantian kepemimpinan merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi. Karena itu, pemimpin baru tidak perlu menghilangkan program-program yang telah terbukti baik hanya untuk meninggalkan jejak kepemimpinannya sendiri.

Ia juga mengingatkan pentingnya kecerdasan emosional dalam menghadapi berbagai dinamika pekerjaan maupun interaksi dengan masyarakat. Seorang pemimpin, kata dia, harus mampu menjaga hubungan dengan berbagai pihak dan tidak mudah terpancing emosi dalam menyelesaikan persoalan.

Dalam kesempatan tersebut, Benny Nurrahman menyampaikan pamit setelah mengemban amanah sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda sejak 1 Februari 2025. Selanjutnya, ia akan melanjutkan tugas di Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Barat.

Benny menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Lapas Kalianda, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Forkopimda, serta insan media yang selama ini mendukung pelaksanaan tugas dan program pembinaan di lingkungan Lapas.
Ia berharap berbagai hal baik yang telah dibangun bersama dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan oleh kepemimpinan yang baru.

Sementara itu, Badarudin menyatakan kesiapan melanjutkan estafet kepemimpinan dan meneruskan berbagai program yang telah berjalan di Lapas Kalianda.

“Kami siap melanjutkan apa yang telah Pak Benny perjuangkan dan laksanakan. Insyaallah dengan memohon dukungan saudara-saudara sekalian, baik stakeholder internal maupun stakeholder eksternal,” ujar Badarudin.

Ia juga meminta dukungan dari Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen daerah. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tugas pemasyarakatan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat dengan berbagai pihak demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan pembinaan warga binaan. (Nsy-Is)

Share:

Siswanto Paparkan Pekerjaan Proyek Revitalisasi SMK Negeri 1 Sragi


LAMPUNG SELATAN — Setelah sorotan publik menguat, Plt. Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Sragi, Siswanto, akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah bernilai Rp1.084.141.000,00. Ia menegaskan seluruh pekerjaan sepenuhnya mengacu pada ketentuan kementerian dan terbuka untuk diverifikasi siapa pun.

 

Siswanto menjelaskan, pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Rencana Kerja dan Biaya (RKB) serta spesifikasi teknis resmi:

 

"Besi yang kami gunakan berukuran 13 mm, cincin pengikat 10 mm. Untuk adukan semen, perbandingannya adalah 1 bagian semen berbanding 5 bagian pasir. Semua sesuai ketentuan yang ditetapkan kementerian, tidak ada satu pun yang kami turunkan. Silakan datang langsung ke lokasi untuk memeriksa, kami terbuka sepenuhnya untuk dikontrol," kata dia. 

 

Dengan suara tegas dan penuh tanggung jawab, Siswanto menambahkan sama sekali tidak mau dan tidak akan melakukan pengurangan material. Karena bangunan ini adalah untuk anak-anak sekolah. 

"Mereka adalah generasi penerus bangsa kita. Bagaimana mungkin kita mengorbankan keselamatan masa depan mereka demi keuntungan sesaat? Itu tidak akan pernah kami lakukan," kata dia. 

 

Ia mengatakan, proyek ini tidak berjalan tanpa pengawasan, Koramil, namun dari konsultan pengawas ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi Lampung memantau pelaksanaan secara berkala


"Pendampingan TNI/Koramil Palas bersifat pengamanan wilayah, bukan pengawasan teknis. Seluruh tahapan mengikuti edaran dan pedoman kementerian pendidikan. Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh unsur TNI. Pendampingan yang dilakukan merupakan bagian dari mekanisme pengamanan program pemerintah pusat, bukan untuk mengawasi teknis pekerjaan," ujarnya.


Terkait laporan pekerja tanpa perlengkapan keselamatan, kata dia, APD telah disediakan bagi seluruh pekerja. Jika ada yang terlihat tidak lengkap, itu bersifat insidental, misalnya saat beristirahat atau keperluan tertentu.

"Kami akan tetap memperketat pengawasan K3 agar semua ketentuan dipatuhi dengan baik," ungkapnya.

Siswanto menegaskan pihaknya menghormati kontrol sosial masyarakat, namun berharap informasi yang disampaikan juga berdasarkan pengecekan langsung:

 

"Siapa pun yang ingin melakukan verifikasi, kami persilakan datang langsung ke lokasi. Tidak ada yang kami sembunyikan. Semua mengacu pada RAB dan ketentuan teknis yang berlaku. Kami juga terbuka terhadap kritik dan masukan, selama disampaikan berdasarkan data dan hasil pengecekan di lapangan," jelasnya.(is) 

 


Share:

Disdikbud Lampung Kerahkan Pelajar SMA-SMK Meriahkan Festival Krakatau XXXV 2026


BANDAR LAMPUNG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung tampil all-out memeriahkan Festival Krakatau XXXV Tahun 2026. Tak sekadar hadir sebagai penonton, pelajar SMA dan SMK bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dari 15 kabupaten/kota di Lampung dikerahkan untuk menjadi bagian dari kemeriahan pesta budaya tahunan tersebut.

Keterlibatan unsur pendidikan itu terlihat dalam Lampung Tapis Karnaval yang digelar di pusat Kota Bandar Lampung, Minggu (30/8/2026).

Ribuan peserta dari berbagai elemen berjalan menyusuri ruas Jalan Raden Intan menuju kawasan Tugu Adipura dengan membawa beragam kreasi, atribut dan busana bernuansa budaya.

Festival Krakatau XXXV tahun ini menjadi panggung kolaborasi besar. Sekitar 6.000 peserta yang tergabung dalam 127 tim ambil bagian, mulai dari peserta didik, mahasiswa, Forkopimda, BUMN dan BUMD, organisasi perangkat daerah (OPD), perusahaan swasta, komunitas, sanggar, paguyuban, organisasi hingga marching band.

Di tengah lautan peserta tersebut, keterlibatan pelajar SMA dan SMK menjadi salah satu kekuatan yang memperlihatkan peran dunia pendidikan dalam menghidupkan kebudayaan Lampung.
Pelajar tidak hanya ditampilkan sebagai peserta karnaval, tetapi juga menjadi representasi generasi muda yang membawa identitas budaya Lampung ke ruang publik.

Beragam penampilan mengangkat kekayaan budaya Lampung, baik tradisi masyarakat adat Pepadun maupun Sai Batin, disandingkan dengan kreasi seni dan budaya dari berbagai daerah lainnya.
Kehadiran pelajar dari satuan pendidikan menengah tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana sekolah dapat menjadi ruang untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal melalui kegiatan kreatif di luar pembelajaran kelas.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung bersama jajaran MKKS se-Lampung mengambil peran dalam mengoordinasikan keterlibatan unsur pendidikan agar festival tidak hanya menjadi agenda pariwisata, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran kebudayaan bagi generasi muda.

*Ribuan Peserta Penuhi Jalan Protokol*

Lampung Tapis Karnaval dipusatkan di kawasan Tugu Adipura. Peserta bergerak dari Jalan Raden Intan menuju Bundaran Gajah Tugu Adipura untuk menampilkan kreasi yang telah dipersiapkan.

Usai melewati kawasan Tugu Adipura, rombongan melanjutkan perjalanan melalui Jalan Kartini sebelum kembali menuju Lapangan Saburai.

Sepanjang rute, suasana berubah menjadi panggung terbuka. Busana adat, atraksi seni, marching band, hingga berbagai kreasi peserta membuat pusat Kota Bandar Lampung dipadati masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Tony Ferdinansyah, mengatakan rangkaian Festival Krakatau hingga pelaksanaan Lampung Tapis Karnaval berjalan dengan baik.

“Rangkaian acara Festival Krakatau sampai dengan hari ini, acara Lampung Tapis Karnaval juga berjalan dengan baik,” kata Tony.

Menurut Tony, evaluasi tetap menjadi bagian penting setelah seluruh rangkaian Festival Krakatau selesai. Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai kekurangan dan memperbaikinya pada penyelenggaraan berikutnya.

“Pastinya ada beberapa hal yang harus kita perbaiki ke depan. Tapi mulai dari awal tanggal 25 sampai hari ini tanggal 30 dan nanti malam acara penutupan, saya sudah melihat ada keberhasilan. Tingkat keberhasilannya cukup lancar,” ujarnya.

*6.000 Peserta, 127 Tim*

Tony menyebut Lampung Tapis Karnaval tahun ini melibatkan sekitar 6.000 peserta yang tergabung dalam 127 tim.

“Kalau dari jumlah tim, itu ada 127 tim. Kalau dari jumlah peserta, kurang lebih hampir 6 ribu orang,” jelasnya.

Besarnya jumlah peserta tersebut menunjukkan Festival Krakatau bukan lagi sekadar agenda seremonial pemerintah. Festival telah menjadi ruang pertemuan berbagai elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

Menurut Tony, penyelenggaraan Festival Krakatau dilakukan dengan pendekatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, BUMN, BUMD, media dan sektor swasta.

“Itulah kita melakukan komunikasi, melakukan kerja sama dan berkolaborasi dengan kawan-kawan stakeholder, pentahelix secara keseluruhan dengan pemerintah, dengan akademisi, dengan BUMN, BUMD, kemudian dengan media kita lakukan kerja sama agar kiranya acara ini bisa berhasil,” katanya.

Kolaborasi tersebut juga dinilai penting di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

Tony mengatakan dukungan dari berbagai pihak membuat sejumlah rangkaian kegiatan dapat dilaksanakan dengan penggunaan APBD yang relatif minim.

“Alhamdulillah, sangat minim APBD yang kita pergunakan dan lebih banyak ini adalah bantuan dari kawan-kawan sponsor yang membiayainya. Dan ini bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Tony berharap pelaksanaan Festival Krakatau selama enam hari, sejak 25 hingga 30 Agustus 2026, menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada tahun mendatang.

“Alhamdulillah enam hari, mudah-mudahan ke depan akan lebih ditingkatkan lagi,” katanya. Ia juga mendorong para peserta untuk terus meningkatkan kreativitas dan menghadirkan penampilan yang lebih atraktif serta modern.

“Kita akan terus memotivasi kawan-kawan agar lebih membuat penampilan, lebih berkreasi lagi, lebih modern lagi,” ujarnya.
Menurut Tony, pengembangan Festival Krakatau ke depan akan tetap mengedepankan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kemudian acara-acara akan kita lebih ramaikan lagi, kemudian akan kita kolaborasikan lagi dengan kawan-kawan lainnya. Pokoknya yang penting kita akan terus tingkatkan dan evaluasi ini lebih baik lagi,” tutupnya.(**)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts