Portal Berita Online

Soal Keluhan Warga dari Dapur SPPG Kedaton 1, Ini Kata Kadis DLH Lampung Selatan


LAMPUNG SELATAN,– Terkait IPAL dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di Jalan Lukah Krinjing RT/RW 004/004 Desa Kedaton 1 , Kecamatan Kalianda kabupaten Lampung Selatan, yang dikelola oleh yayasan Aksi rumah inspirasi, Terkait IPAL, mendapatkan tanggapan pedas dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lamsel, Yespi Cory. 


Yespi Cory terkait IPAL di SPPG Kedaton 1 Yayasan Aksi Rumah Inspirasi, membantah dengan adanya pernyataan dari pihak pemilik dapur tersebut ia mengatakan, berkaitan dengan IPAL pihak MBG SPPG Kedaton 1 tidak pernah koordinasi dengan DLH.

"Apalagi bahasanya sering dimonitoring itu tidak benar dan berkaitan dengan sampah pihak MBG tersebut tidak ada kerjasama, ya baik pengangkatan maupun pembuangan di TPA Kalianda," jelasnya. 


Disinggung tentang izin yang dikeluarkan oleh DLH, Yespi Cory menegaskan tidak ada DLH mengeluarkan izin. 


Sebelumnya diberitakan diduga bau busuk dari limbah dan sampah SPPG Kedaton 1 Yayasan Aksi Rumah Inspirasi, menuai keluhan warga.


Masyarakat yang mengeluhkan dugaan bau busuk yang berasal dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan sampah, sehingga menimbulkan bau yang sangat tidak sedap dikhawatirkan berdampak pada air sungai di lingkungan sekitar, pada Senin 11 Mei 2026.

‎Keluhan warga itu muncul seiring meningkatnya aktivitas dapur pada pagi hingga siang hari. Diduga Bau menyengat disebut kerap tercium di area permukiman masyarakat dan membuat warga merasa tidak nyaman.


Selain persoalan bau, warga juga mengkhawatirkan limbah cair dari aktivitas dapur yang berpotensi mencemari air sungai sekitar lingkungan tempat tinggal mereka. Pasalnya, hingga saat ini warga yang mengaku walaupun sudah ada penyaringan sistem pengolahan limbah namun' baunya tetap menyengat dirasakan mereka.


‎Menurut warga, air buangan dari dapur diduga langsung dialirkan ke saluran pembuangan walaupun sudah melalui proses pengolahan sesuai standar sanitasi lingkungan.

‎“Programnya bagus, kami mendukung,Tapi dampaknya juga harus diperhatikan supaya tidak merugikan warga sekitar,” ujar salah seorang warga yang tidak mau menyebut inisialnya kepada media ini.

‎Warga menilai setiap dapur SPPG seharusnya memenuhi ketentuan sanitasi, walaupun memiliki fasilitas IPAL untuk mengolah limbah sebelum dibuang ke lingkungan. Mereka khawatir apabila kondisi tersebut dibiarkan, akan menimbulkan persoalan kesehatan dan pencemaran air lingkungan di kemudian harinya.

‎Sementara itu, Saat dikonfirmasi oleh media ini, pemilik SPPG dapur malahan menanyakan balik, "Masyarakat nya siapa dan warga yang mana," katanya..

Bahkan ia mengakui sudah ke tiga kalinya mendapatkan informasi pertanyaan yang sama terkait (bau yang tak sedap di SPPG miliknya).


Kendati begitu, ia pun ber alibi bahwa belum ada mendapatkan keluhan dari masyarakat sekitar, bahkan Suami dari pemilik SPPG itu ber alasan. Bahwa Rt (rukun tetangga) nya sendiri pun sering main ditempat mereka, 


"Jadi bingung juga kita ini, jadi bahasa-bahasa bau-bau busuk tak sedap itu dari mana," ujar suami pemilik SPPG.


Awak Mlmedia ini kemudian berupaya mengecek di lokasi pembuangan limbah SPPG itu, memang benar terdapat bau busuk yang sangat menyengat. Dan limbahnya juga terlihat mencemari perairan di lingkungan setempat.


Namun pemilik SPPG malah menanyakan balik dasarnya dari mana hal yang mencemari air lingkungan tersebut.

"Karena ini soalnya kita bukan baru satu bulan, tetapi kita sudah beroperasi sembilan bulan, jadi sembilan bulan itu sudah ada empat kali di kontrol dari Dinas Kesehatan atau Puskes Way Urang dan pihak DLH, mereka rutin datang kesini dari dua bulan hingga tiga bulan sekali," ucap pemilik dapur.


Bahkan suami pemilik SPPG itu pun juga mendesak media ini, untuk memberitahukan siapakah nama orang yang selalu melaporkan hal-hal bau busuk terkait dapur miliknya.


"Dan kalau ada yang memang tanggapannya dari warga setempat yang mengeluhkan hal tersebut siapakah orangnya namanya siapa?." ucapnya.


Kalau pun ada laporan dari masyarakat, maka pihaknya juga akan segera melakukan perbaikan. "Kemudian saya juga heran, kok yang diungkit-ungkit hal yang sama aja, bau tidak sedap," tutupnya.


Diketahui, SPPG tersebut mencangkup pada pengiriman MBG berjumlah 15 sekolahan di Kecamatan Kalianda yang terhitung mencapai 2.021 siswa/siswi.


Meski demikian, warga berharap pemerintah Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda, hingga dinas-dinas terkait dan bupati Kabupaten Lampung Selatan segera turun untuk langsung melakukan pengecekan di lapangan. 


Masyarakat sekitar meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan limbah dapur dan sampah agar program MBG tetap berjalan tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

‎Warga menegaskan dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis tetap ada, namun' pelaksanaannya diharapkan memperhatikan aspek kesehatan lingkungan dan kenyamanan masyarakat.


Kepada Desa Kedaton, Junaidi menjelaskan bahwasanya kades menyarankan pihak pemilik dapur agar segera menindaklanjuti terkait kelurahan warga sekitar biar tidak menimbulkan bau busuk berkelanjutan di kemudian harinya. 

"Saya menyarankan pemilik dapur segera menyikapi hal itu dan siap menerima kritik kan dari masyarakat, kerena kritik kan itu untuk membangun dan memperbaiki dapur tersebut, jangan malah tidak terima dengan keluhan warga" tutupnya kades Kedaton Junaidi. (Tim)

Share:

Pemprov Lampung Dorong Radio Hadirkan Konten Kreatif dan Edukatif


Bandar Lampung — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa radio masih memiliki peran penting sebagai media informasi yang dekat dengan masyarakat di tengah derasnya arus digitalisasi dan perkembangan platform informasi baru yang semakin cepat dan masif.

Hal tersebut disampaikan Gubernur dalam sambutan tertulis yang disampaikan Oleh Asisten Administrasi Umum, Sulpakar, saat membuka kegiatan Radio Academy 1 (Programming) yang diselenggarakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Lampung, Diruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi  Lampung, Selasa (12/5/2026).

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya menyampaikan apresiasi kepada KPI Pusat, KPID Lampung, PRSSNI, serta seluruh pihak yang telah menghadirkan program yang sangat relevan bagi masa depan dunia penyiaran, khususnya radio,” ujar Gubernur.

Menurutnya, radio tetap memiliki kekuatan sebagai media yang cepat, sederhana, dekat, dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Radio juga dinilai masih menjadi sumber informasi penting, terutama saat kondisi darurat maupun ketika jaringan internet mengalami gangguan.

“Ketika bencana terjadi, radio sering kali menjadi media pertama yang diandalkan masyarakat. Radio juga mampu menjaga bahasa, seni, dan identitas daerah melalui konten lokal,” katanya.

Gubernur menyebut, sesuai yang ditegaskan UNESCO pada peringatan Hari Radio Internasional, radio memiliki tiga kekuatan utama, yakni menginformasikan, menghibur, dan mendidik. Karena itu, tantangan dunia radio saat ini bukan hanya bertahan di tengah perkembangan teknologi, tetapi juga bagaimana tetap relevan dengan menghadirkan konten kreatif, adaptif, dan berkualitas.

Melalui kegiatan Radio Academy, para pengelola radio dibekali kemampuan terkait pemrograman siaran, penguatan konten berita, manajemen hiburan, hingga pemahaman regulasi penyiaran. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat profesionalisme dan daya saing radio di Provinsi Lampung.

Selain itu, Gubernur juga mengapresiasi rangkaian kegiatan pembagian radio kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya memperluas akses informasi publik.

“Semakin banyak masyarakat yang mendengar radio, semakin besar pula manfaat informasi yang bisa diterima publik,” ujarnya.

Gubernur turut menyoroti perkembangan pembangunan di Provinsi Lampung yang terus menunjukkan tren positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi, sektor pertanian, penguatan konektivitas infrastruktur, hingga penurunan angka kemiskinan.

Menurutnya, capaian pembangunan tersebut perlu diketahui masyarakat secara luas dan radio memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Lampung berharap radio di daerah terus menghadirkan siaran yang cerdas, sehat, edukatif, menjunjung etika penyiaran, serta tetap memberi ruang bagi kearifan lokal Lampung.

“Mari kita buktikan bahwa di tengah era digital, radio tetap bisa berkembang, berinovasi, dan tetap didengar oleh berjuta telinga,” pungkasnya.

Sementara itu, Komisioner KPI pusat, I Made Sunarsa, menyampaikan apresiasinya atas dukungan Pemerintah Provinsi Lampung terhadap penguatan dunia penyiaran radio di daerah. Ia mengaku senang dapat hadir dan melihat antusiasme peserta dalam kegiatan Radio Academy 1 (Programming) yang dinilai menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan kapasitas insan radio di Lampung.

Menurutnya, pelaksanaan Radio Academy merupakan langkah nyata untuk menjawab tantangan radio di tengah perkembangan era digital. Ia menegaskan bahwa keberadaan radio masih sangat dibutuhkan negara sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, terutama dalam menjalankan fungsi edukasi, penyampaian informasi yang akurat, hiburan yang sehat, serta membangun budaya dan karakter masyarakat yang bermartabat.

“Radio memiliki tanggung jawab besar untuk mencerdaskan masyarakat dan menjaga kualitas informasi publik. Karena itu, radio harus terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga kesempatan berdiskusi dan praktik langsung bersama para narasumber yang telah berpengalaman di industri penyiaran nasional. Langkah itu diharapkan dapat memperkuat kualitas program siaran radio agar lebih kreatif, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan Radio Academy, KPID Lampung juga melaksanakan pembagian radio kepada masyarakat di berbagai wilayah sebagai upaya memperluas akses informasi publik dan meningkatkan jumlah pendengar radio.

“Kami berharap radio di Lampung kembali bangkit, berkembang secara berkelanjutan, dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” katanya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share:

Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok, Pemprov Lampung Gelar Operasi Pasar Serentak di 15 Kabupten/Kota


Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah melalui Gerakan Serentak Operasi Pasar komoditas minyak goreng MinyaKita yang digelar di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, Selasa (12/5/2026). Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

Kegiatan dibuka secara virtual melalui Zoom oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung dan diikuti seluruh pemangku kepentingan daerah serta OPD yang membidangi perdagangan di kabupaten/kota.

Operasi pasar dilaksanakan secara serentak di pasar-pasar tradisional yang menjadi pasar pantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan RI. Khusus di Kota Bandar Lampung, operasi pasar digelar di lima pasar tradisional yakni Pasar Pasir Gintung, Way Halim, Tugu, Kangkung dan Panjang.

Sekdaprov Marindo Kurniawan menegaskan bahwa operasi pasar menjadi salah satu instrumen penting pemerintah daerah dalam mengendalikan gejolak harga bahan pokok yang berpotensi memicu inflasi, terutama komoditas pangan strategis seperti minyak goreng.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar distribusi bahan pokok tetap lancar dan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

Dalam pelaksanaan operasi pasar ini, Pemerintah Provinsi Lampung berkolaborasi dengan Bulog Kantor Wilayah Lampung untuk penyediaan komoditas MinyaKita. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga pasokan minyak goreng tetap aman di tengah dinamika harga pasar.

Pelaksanaan kegiatan operasi pasar direncanakan akan dilaksanakan mulai tanggal 12 Mei hingga 25 Mei 2026. Setiap titik operasi pasar menyiapkan sebanyak 50 dus atau sekitar 600 liter MinyaKita per hari untuk dijual kepada masyarakat dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

Pemerintah Provinsi Lampung berharap gerakan serentak operasi pasar dapat membantu menjaga stabilitas harga bahan pokok, memperkuat pengendalian inflasi daerah, serta memberikan dampak nyata terhadap keterjangkauan kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Lampung. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Share:

Gubernur Lampung Mirza Minta pada Rombongan UGM: Jangan Pulang Dulu Sebelum Nyeruwit


MAHAN AGUNG- Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, meminta rombongan Rektor UGM dan Kagama untuk jangan pulang dulu dari Lampung sebelum nyeruwit.

"Bapak-ibu sekalian sudah nyeruwit belum? Kalau belum, pokoknya jangan pulang dulu sebelum nyeruwit," pinta RMD, Jumat (15/5/2026) malam di Mahan Agung.

Dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Ir Yanyan Ruchyansyah MSi, Mirza meminta UGM untuk memberi perhatian khusus soal singkong.

"Sekitar 70℅ tapioka nasional asalnya dari Lampung. Kita ingin singkong Lampung naik kelas," kata gubernur.

Lampung sedang menyiapkan National Cassava Center. "Untuk hal ini, Lampung sangat mengharapkan kolaborasi dengan UGM," pinta gubernur.

Di kesempatan yang sama, Rektor UGM, Prof Ova Emilia langsung merespon permintaan itu.

"Soal singkong, UGM memiliki banyak hasil riset dan teknologi yang bisa diterapkan untuk hilirisasi singkong," terang Rektor.

Gubernur menjamu rombongan rektor dan pengurus Kagama dalam acara yang ditajuk dengan "Nemui Nyimmah", jamuan makan malam dan ramah tamah.

Acara tersebut merupakan bagian dari helat Tayuhan Kagama Lampung 2026 yang sedianya akan diisi seminar terkait pembangunan desa dan pelantikan Ketua Umum Kagama Lampung.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Kagama Lampung Qudrotul Ikhwan, Sekjend PP Kagama yang juga Wamen Komdigi, Nezar Patria. Kemudian hadir pula keluarga alumni UGM di Lampung. (*/rls)

Share:

Sekdaprov Lampung Ikuti Peresmian 1.061 Kopdes Merah Putih oleh Prabowo


BANDARLAMPUNG ------ Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mengikuti prosesi peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

Sekdaprov Marindo mengikuti acara tersebut secara virtual dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Way Halim, Perumnas Way Halim, Bandar Lampung, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Marindo, Pemerintah Provinsi Lampung mendukung percepatan pembentukan dan operasionalisasi KDKMP melalui pemanfaatan aset milik pemerintah daerah untuk pembangunan fasilitas koperasi di berbagai wilayah.

“Alhamdulillah hari ini kita menyaksikan Pak Presiden Prabowo Subianto telah melakukan peresmian operasionalnya Koperasi Desa Merah Putih. Salah satunya berada di Provinsi Lampung, tepatnya di Way Halim ini yang merupakan aset Pemerintah Provinsi Lampung,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Pemprov Lampung bersama jajaran TNI melakukan inventarisasi aset daerah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung percepatan pembangunan KDKMP dan salah satu aset tersebut berada di kawasan Way Halim, Kota Bandar Lampung.

Menurut Marindo, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong pemanfaatan aset-aset pemerintah yang belum digunakan secara optimal agar dapat dimanfaatkan untuk pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Pemerintah Provinsi Lampung bersama TNI memastikan aset-aset pemerintah yang belum digunakan secara utuh bisa dimanfaatkan untuk mendukung percepatan berdirinya Koperasi Merah Putih,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, hingga saat ini sudah terdapat 345 unit KDKMP yang berdiri di Lampung.

Jumlah tersebut disebut menjadi yang terbanyak di luar Pulau Jawa.

Marindo menyebutkan bahwa KDKMP di Lampung nantinya memiliki berbagai unit usaha, mulai dari gerai kebutuhan pokok, apotek, layanan kesehatan, distribusi LPG, layanan PLN hingga usaha pangan seperti beras dan jagung.

Sementara itu, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, secara keseluruhan terdapat 41 titik KDKMP yang diresmikan di wilayah Lampung dan Bengkulu pada hari yang sama.

Ia merinci, hingga 16 Mei 2026, Kodam XXI/Radin Inten telah menyelesaikan pembangunan 562 titik koperasi, terdiri dari 345 titik di Lampung dan 217 titik di Bengkulu.

“Kita terus mengejar target. Harapannya akhir Mei atau paling lambat awal Juni sudah ada 600 titik yang selesai 100 persen,” ujarnya.

Khusus di Bandar Lampung, Kristomei menyebut target pembangunan mencapai 10 titik KDKMP.

Saat ini lima titik telah selesai dibangun dan ditargetkan meningkat menjadi delapan titik pada awal Juni mendatang.

Menurutnya, dukungan Pemprov Lampung sangat membantu percepatan pembangunan koperasi, terutama dalam penyediaan lahan.

“Di Bandar Lampung kami sempat terkendala lahan. Nah, untuk itu kami dibantu oleh Pemprov sehingga ada lahan-lahan milik Pemprov yang bisa dibangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” pungkasnya. (Adpim)

Share:

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga


JAKARTA - Pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengah kontribusi UMKM yang mencapai lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, peran perempuan dalam mengelola usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Lebih dari separuh pengusaha UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan, menjadikan mereka pilar penting dalam ekonomi keluarga sekaligus penggerak perubahan di lingkungan sekitarnya.

Melalui program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), PT Permodalan Nasional Madani (PNM) hadir menjangkau perempuan prasejahtera agar memiliki akses yang lebih luas terhadap pendampingan usaha, serta jejaring sosial berbasis kelompok. Tidak hanya memberikan modal finansial, PNM juga menghadirkan modal intelektual melalui pelatihan dan pendampingan usaha, serta modal sosial melalui pertemuan kelompok yang menjadi ruang berbagi pengalaman, saling menguatkan, dan saling menginspirasi antaranggota.

Dampak dari pendampingan tersebut turut terlihat dari capaian nasabah PNM Mekaar yang berhasil meraih penghargaan dalam ajang Women’s Inspiration Awards 2026 yang diselenggarakan pada 30 April 2026. Salah satunya Nurjannah, nasabah PNM Mekaar yang menilai pendampingan intensif menjadi bagian penting dari perjalanan usahanya. Ia menyebut, keberhasilannya bukan hanya lahir dari kerja keras pribadi, tetapi juga dari proses pembinaan yang terus dilakukan PNM.

“Alhamdulillah dengan adanya binaan dari PNM ini, saya bisa melangkah sejauh ini. Yang tadinya saya hanya usaha kecil, tapi karena selalu mendapatkan binaan dari PNM, alhamdulillah hari ini saya bisa berdiri di sini untuk mendapatkan penghargaan ini. Terima kasih banyak PNM, saya sangat bersyukur sekali,” ungkap Nurjannah.

Hal senada disampaikan Sri Kartini, nasabah PNM Mekaar Magelang, yang menilai kehadiran PNM telah membantu pengusaha kecil untuk terus berkembang dan naik kelas. Baginya, PNM bukan hanya lembaga pembiayaan, tetapi juga mitra yang hadir mendampingi proses pertumbuhan usaha dari dekat.

“PNM selalu memberikan pendampingan kepada UMKM. Kami sangat berterima kasih kepada PNM, yang selalu memberikan semangat untuk kami para pengusaha UMKM,” tutur Sri Kartini.

“Harapan kami, perempuan-perempuan yang ada di Indonesia selalu berdaya dan ikut membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tambahnya.

Women’s Inspiration Awards 2026 menjadi ruang apresiasi bagi perempuan-perempuan tangguh yang tidak hanya mampu membangun usahanya sendiri, tetapi juga memberi dampak sosial bagi lingkungan. Keberhasilan nasabah PNM Mekaar dalam ajang tersebut menjadi bukti bahwa pemberdayaan perempuan melalui akses pembiayaan, pendampingan, dan jejaring sosial mampu melahirkan pengusaha ultra mikro yang mandiri, percaya diri, dan berkontribusi bagi ekonomi lokal. (Rls)

Share:

Bahroni Penembak Mati Brigadir Arya Ditembak Mati


LAMPUNG - Bahroni penembak Brigadir Arya Supena ditembak mati dalam penggerebekan diwilayah Punduh Pidada Pesawaran, Jumat (15/5/2026) pukul 05.00 pagi.

Bahroni adalah eksekutor penembak Brigadir Anumerta Arya Supena.
Ia adalah Residivis kasus jambret di tahun 2018 itu ditembak Mati oleh Tim Gabungan Polda Lampung, Intel Brimob Polda Lampung, Polres Lampung Timur, dan Polres Pesawaran.

Tindakan tegas tersebut dilakukan dalam penggerebekan diwilayah Teluk Hantu Desa Pagar Jaya Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, pada hari Jum’at tanggal (15/5/2026) pukul 05.00 pagi.

Adapun Hamli (27) selalu joki atau pembawa sepeda motor saat beraksi dilumpuhkan dengan timah panas pada kaki dalam penggerebekan diwilayah Jabung, Lampung Timur, Senin (11/5/2026).

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf dalam konferensi pers di Mapolda Lampung, pada hari Jum’at pagi, menuturkan bahwa sebelum di endus petugas, kedua pelaku sempat kabur ke kediaman Hamli di Desa Sidodadi Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran tak lama usai beraksi dan menembak mati Arya Supena.

Di kediaman Hamli, keduanya sempat mengubur senjata api milik Brigadir Anumerta Arya Supena yang dirampas oleh Roni dan digunakan menembak anggota SatIntelkam Polda Lampung itu.

Semoga tindakan tegas ini bisa menjadi momok bagi para pelaku Curanmor agar menghentikan aksi kriminalnya. (Rls)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts