Portal Berita Online

Sekretaris Umum Badko HMI Sumbagsel Desak Pelaksanaan Rapat Pleno Guna Selesaikan Krisis Internal Organisasi


PALEMBANG — Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam Badan Koordinasi Sumatera Bagian Selatan (Badko HMI Sumbagsel) Periode 2025–2027, Indra Setiawan, bersama jajaran Pengurus Badko HMI Sumbagsel secara resmi menyampaikan pernyataan sikap dan mendesak Ketua Umum, Saudara Tommy, untuk segera menyelenggarakan Rapat Pleno.

Langkah konstitusional ini dinilai mendesak guna mengevaluasi roda kepengurusan serta menyelesaikan rentetan permasalahan internal yang melanda organisasi.

Indra Setiawan menegaskan bahwa desakan pelaksanaan Rapat Pleno merupakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) HMI demi mengembalikan tata kelola organisasi yang sehat, transparan, dan akuntabel. Selama masa kepemimpinan Saudara Tommy, organisasi dinilai mengalami stagnasi dan tidak menunjukkan kemajuan signifikan.
Beberapa poin krusial yang menjadi landasan mendesaknya Rapat Pleno ini meliputi:

* Penyimpangan Mekanisme dan Tata Kelola: Hingga saat ini, kepengurusan Badko HMI Sumbagsel Periode 2025–2027 belum pernah menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) sebagai forum resmi penetapan arah kebijakan dan program kerja.

* Krisis Komunikasi dan Kebijakan Pragmatis: Ketua Umum dinilai tidak membangun komunikasi yang efektif dan partisipatif, serta mengambil keputusan strategis secara pragmatis tanpa melalui semangat kolektif-kolegial.

* Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan: Ditemukannya dugaan pelanggaran berat berupa pemalsuan tanda tangan Sekretaris Umum (Indra Setiawan) pada dokumen resmi organisasi. Poin ini menjadi perhatian serius yang wajib diklarifikasi dan dipertanggungjawabkan secara hukum serta konstitusi organisasi.

* Pelemahan Pembinaan Cabang: Kepemimpinan yang ada dinilai melemahkan fungsi Badko HMI Sumbagsel sebagai wadah koordinasi dan pembinaan bagi cabang-cabang di wilayah Sumatera Bagian Selatan.

"Rapat Pleno ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan keharusan konstitusional untuk mengembalikan marwah, integritas, dan semangat perjuangan HMI. Kami meminta Saudara Tommy segera membuka ruang penyelesaian yang bermartabat dan objektif sesuai aturan AD/ART HMI," tegas Indra Setiawan.

Jajaran pengurus mengimbau seluruh kader dan elemen Badko HMI Sumbagsel untuk tetap mengawal proses ini demi menjaga persatuan serta keberlangsungan HMI sebagai organisasi kader dan perjuangan.(red)

Share:

Gedung DPRD Lampung Selatan Minim Penerangan Saat Rapat Komisi


LAMPUNG SELATAN, – Kondisi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan menjadi sorotan. Saat berlangsung rapat Komisi III pada Rabu malam (12/8/2026), area luar gedung di pusat Kota Kalianda terpantau gelap dan minim penerangan.

Pantauan awak media di lokasi, penerangan di halaman, koridor, dan area parkir gedung DPRD tidak berfungsi optimal. Padahal di dalam gedung sedang berlangsung rapat yang dihadiri anggota dewan dan sejumlah jurnalis.

Salah seorang awak media yang hadir menyampaikan keluhannya.

"Kami datang untuk meliput rapat Komisi III. Kondisi di luar gedung gelap. Lampu penerangan banyak yang mati. Padahal ini gedung DPRD di tengah Kota Kalianda," katanya.

Kondisi tersebut juga mendapat tanggapan dari pengamat dan masyarakat.

"Gedung DPRD adalah simbol lembaga perwakilan rakyat. Jika fasilitas dasar seperti penerangan saja tidak memadai, ini mencerminkan kurangnya perhatian terhadap aset publik," ujar seorang pengamat.

Warga berharap pengelola gedung segera melakukan perbaikan. "Pusat pemerintahan harusnya menjadi contoh. Fasilitas harus layak agar masyarakat merasa dilayani dengan baik," kata warga.

*Belum Ada Keterangan Resmi*
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Sekretariat DPRD maupun Pimpinan DPRD Lampung Selatan terkait kondisi penerangan gedung tersebut.

Masyarakat berharap pihak terkait segera menindaklanjuti agar gedung DPRD dapat berfungsi optimal dan memberikan rasa aman bagi semua pihak yang beraktivitas di dalamnya. (is)

Share:

Tersangka Kasus Pencabulan Anak Kembali Ditahan, Keluarga Minta Proses Hukum Tuntas


LAMPUNG SELATAN – Tersangka kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur berinisial JH kembali ditahan oleh Aparat Penegak Hukum (APH). Penahanan dilakukan setelah sebelumnya tersangka sempat dibebaskan.

Informasi tersebut diterima redaksi pada Rabu, 12 Agustus 2026.

JH merupakan warga Desa Suak Cukuh Mutun, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan.

*Keluarga Korban Apresiasi, Desak Usut Tuntas*
Paman korban, Dayat, mewakili keluarga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah mengawal proses hukum.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Lampung Selatan, Kejaksaan Negeri Kalianda, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, rekan media, LSM GMBI, serta tim kuasa hukum dari Firma Hukum Naga Selatan Indonesian," ujar Dayat.

Meski demikian, keluarga masih berharap agar proses hukum dapat berjalan secara menyeluruh.
"Kami mohon agar semua pihak yang terlibat dalam kasus ini dapat diproses hukum. Semoga keadilan benar-benar terwujud dan memberikan perlindungan bagi anak-anak," tambahnya.

Sempat Bebas, Kini Kembali Ditahan
Sebelumnya, penahanan JH sempat dihentikan sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat Desa Suak Cukuh Mutun. Kasus ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan perlindungan anak.

Kini, berkat keseriusan aparat dan dukungan masyarakat, tersangka kembali diamankan dan ditahan.

Warga berharap proses hukum dapat berjalan transparan hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

"Keadilan bagi anak-anak harus diutamakan. Semua yang bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum," tegas salah seorang warga.

Pihak kepolisian hingga kini masih terus mendalami kasus ini. (Red)

Share:

Sengketa Informasi Berakhir Tiga OPD Lamsel Wajib Berikan Keterbukaan Publik Kepada Arham


LAMPUNG SELATAN – Sengketa Informasi Publik antara Arham Alfiyadi dengan tiga OPD Lampung Selatan telah berakhir. Ujung dari sengketa informasi itu ‘dimenangkan’ oleh Arham melalui kesepakatan yang dihasilkan di ruang rapat Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Lampung Selatan.

Dalam Tiga OPD yang terdiri dari Disparbud, Dispora, dan BAPPEDA, wajib memberikan Informasi yang dimintakan oleh Arham sebelumnya. Kewajiban tiga OPD ini tertuang dalam berita acara kesepakatan yang ditandatangani secara bersama dan disaksikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Lampung Selatan.

“Pada saat sebelum hari sidang ajudikasi dimulai, Saya diundang oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Lampung Selatan untuk bermusyawarah.”
“Namun, yang pada akhirnya tiga OPD tersebut bersedia memberikan seluruh informasi yang Saya minta dan yang telah tertuang dalam berita acara kesepakatan penyelesaian sengketa informasi Publik,” jelasnya.

Karena hak atas informasi akan dipenuhi oleh tiga OPD tersebut, Arham mencabut permohonan sengketa informasi publik yang diajukannya pada Komisi Informasi Lampung pada tanggal 29 mei 2026 lalu
Arham menegaskan bahwa informasi yang diminta nantinya akan dikaji secara mendalam dengan menggunakan metode komparasi empiris terkait belanja pemerintahan selama 5 tahun terakhir.

"Kemudian dokumen yang akan dikaji ini nanti tujuannya hanya satu, yaitu memastikan bahwa seluruh APBD Lampung Selatan yang ada pada tiga OPD tersebut selama 5 tahun terakhir telah sesuai antara kebenarana di dalam dokumen dan kebenaran di lapangan,” ungkapnya.

Sehingga, informasi yang kita minta ini akan mengungkap kebenaran, apakah selama ini Pemda membelanjakan APBD dengan tepat atau tidak.

Dengan demikian, Arham juga menambahkan bahwa di dalam musyawarah di ruang rapat tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Pemkab.Lamsel) mesti menjelaskan kepadanya bahwa Pemda sedang mengembangkan Website untuk sarana keterbukaan informasi publik yang sejalan dengan Undang-Undang keterbukaan informasi publik.

Terakhir. Arham dalam panggilan akrab nya, mengajak seluruh masyarakat lampung selatan terutama Mahasiswa, Pemuda, Jurnalis, LSM/NGO untuk kritis terhadap jalannya pemerintahan, terutama dalam penggunaan anggaran, sebab transparansi merupakan salah satu indikator suatu Daerah dapat dikatakan maju dan bebas korupsi.

“Saya berharap setiap masyarakat berani kritis terhadap jalannya pemerintahan, terutama para Elit Intelektual.”
“Tidak usah takut, tidak usah khawatir, sebab ini adalah hak kita sebagai warga negara, dan ini dijamin oleh konstitusi dan undang-undang. Sudah saatnya kita sebagai masyarakat ‘BERDAULAT’ atas informasi,” tuturnya. (red)

Share:

Sambut HUT RI ke-81, BLBNEWSTV.ID Gelar Lomba Tari dan Permainan Rakyat di Wisata WPT Sukajadi: Meriahkan Kemerdekaan Sambil Lestarikan Budaya


KALIANDA – Semarak peringatan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa kian nyata di kawasan Wisata Way Pekon Tengah (WPT), Dusun Sukajadi, Desa Margacatur, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Media www.blbnewstv.id menggelar serangkaian perlombaan yang dibuka secara meriah dengan lomba tari untuk anak-anak, berlangsung penuh kegembiraan, Minggu (11/8/2026).


Dipimpin langsung oleh Pimpinan BLBNEWSTV.ID, Yoni, kegiatan ini tak hanya menjadi ajang kreativitas generasi muda, melainkan wujud syukur atas kemerdekaan sekaligus dukungan terhadap potensi wisata lokal yang asri di tengah hamparan persawahan.

Dalam sambutannya, Yoni menyampaikan bahwa perayaan kemerdekaan bukan sekadar seremonial, melainkan momen untuk kembali meneguhkan komitmen bersama.

"Menjelang Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 ini, kami bertekad tetap menyuarakan kebenaran, menjaga integritas, serta melayani masyarakat melalui jurnalistik yang bertanggung jawab. Lewat kegiatan sederhana seperti ini, kami ingin merawat semangat persatuan, melestarikan budaya bangsa, sekaligus mengajak masyarakat mencintai potensi wisata yang ada di lingkungan sendiri," ujar Yoni di hadapan peserta, orang tua, dan warga yang hadir.

Selain lomba tari yang memukau dengan gerakan luwes dan kostum berwarna-warni dari para peserta cilik, kemeriahan acara semakin lengkap dengan digelarnya lomba makan kerupuk dan lomba masuk paku dalam botol yang diikuti berbagai kalangan. Suasana terasa begitu hidup, penuh tawa dan sorak-sorai penonton yang antusias menyemangati para peserta.

Penyelenggaraan seluruh rangkaian perlombaan ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan hingga seluruh tahapan selesai dilaksanakan, guna memastikan seluruh warga dapat berpartisipasi dan menikmati kemeriahan perayaan kemerdekaan.

Keistimewaan acara ini terletak pada lokasinya yang langsung menyatu dengan alam Wisata WPT, membuat peserta maupun pengunjung seolah berwisata sekaligus menikmati keseruan perlombaan. Warga yang hadir pun tampak sangat antusias, saling berbagi kebahagiaan dan mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana tumbuh kembang bakat anak, melestarikan permainan tradisional, serta mengenalkan lebih luas daya tarik Wisata Way Pekon Tengah sebagai destinasi keluarga yang asri dan menyenangkan.(Red)

Share:

Merah Putih dari Beranda Sumatra: Warga Diajak Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan RI di BHC, Lomba dan Hadiah Menarik Menanti


Bakauheni - Semangat kemerdekaan akan terasa berbeda di Bakauheni. Pada 17 Agustus 2026, Amphitheater Bakauheni Harbour City (BHC) akan menjadi pusat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) melalui rangkaian kegiatan bertajuk “Merah Putih dari Beranda Sumatra”.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mengajak masyarakat untuk hadir dan ikut meramaikan perayaan tersebut. Tidak hanya menyaksikan berbagai hiburan, masyarakat juga diberi ruang untuk menampilkan kreativitas serta ikut menghidupkan suasana kemerdekaan melalui beragam kegiatan yang telah disiapkan.

Rangkaian kegiatan akan diawali dengan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dilanjutkan dengan penyalaan klakson secara serentak pada detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah itu, masyarakat akan disuguhi beragam kegiatan, mulai dari lomba busana adat, hiburan rakyat, live music, hingga atraksi paramotor.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, mengatakan perayaan kemerdekaan di BHC menjadi momentum untuk mempertemukan semangat kebangsaan dengan identitas Kabupaten Lampung Selatan sebagai daerah yang berada di beranda Pulau Sumatra.

Ia mengajak masyarakat tidak sekadar menjadi penonton, tetapi turut hadir dan mengambil bagian dalam kemeriahan perayaan tersebut

“Mari kita rayakan semangat kemerdekaan bersama. Datang, ramaikan, dan kobarkan semangat Merah Putih dari Beranda Sumatra,” ujar Hendry, Selasa (11/8/2026).

Semangat partisipasi masyarakat juga dibuka melalui Lomba Konten Kemerdekaan 2026 dengan tema “Ceritakan Merah Putih dari Lampung Selatan”. Lomba ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengabadikan sekaligus menceritakan berbagai sisi Lampung Selatan dalam suasana kemerdekaan melalui karya kreatif.

Tidak hanya menawarkan ruang berekspresi, lomba tersebut juga menyiapkan beragam hadiah menarik bagi para peserta. Hadiah utama yang disediakan antara lain uang tunai, smartphone hingga sepeda listrik.

Menurut Hendry, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun suasana perayaan yang meriah sekaligus bermakna. Semangat kemerdekaan, kata dia, akan terasa lebih kuat ketika masyarakat ikut menjadi bagian dari perayaan, baik melalui kehadiran langsung maupun karya yang mereka hasilkan.

Karena itu, rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 tidak hanya diarahkan sebagai agenda hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan dan menumbuhkan rasa bangga terhadap daerah.

Melalui tema “Merah Putih dari Beranda Sumatra”, semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi hadir dalam kebersamaan, kreativitas dan kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya. (Kmf)

Share:

Diarak di Atas Bade 24 Meter, Bupati Radityo Egi Bawa Mimpi Besar Balinuraga Jadi 'Penglipuran' Kedua pada 2027


Way Panji- Desa Balinuraga kembali menorehkan sejarah dalam pelaksanaan Ngaben Massal Terbesar di Indonesia, Jumat (7/8/2026). Di tengah ribuan masyarakat yang memadati jalannya prosesi sakral, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mendapat kehormatan langka diarak di atas bade setinggi sekitar 24 meter sebagai simbol penghormatan tertinggi masyarakat adat kepada pemimpin daerah.

Momen yang baru pertama kali terjadi itu bukan sekadar menjadi bagian dari prosesi budaya, tetapi juga menandai eratnya hubungan antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dengan masyarakat adat yang selama ini konsisten menjaga tradisi warisan leluhur.

Dari penghormatan tersebut lahir sebuah komitmen besar, menjadikan Balinuraga sebagai Desa Wisata Budaya pada tahun 2027 dengan konsep yang terinspirasi dari Desa Penglipuran di Bali.

Di hadapan masyarakat, Bupati Egi menyampaikan optimisme bahwa Balinuraga memiliki seluruh potensi untuk berkembang menjadi destinasi wisata budaya unggulan, selama masyarakat tetap menjaga kekompakan dan mempertahankan nilai-nilai yang selama ini menjadi kekuatan desa.

"Kalau kita sepakat, insyaallah tahun 2027 Balinuraga akan saya jadikan desa wisata seperti Desa Penglipuran di Bali. Syaratnya satu, masyarakat harus tetap kompak menjaga kebersihan, keamanan, keindahan, dan kelestarian budayanya," kata Egi.

Bagi Egi, pengalaman menaiki bade raksasa tersebut menjadi momen yang sangat berkesan. Ia mengaku baru pertama kali mengikuti prosesi adat seperti itu dan merasakan langsung makna penghormatan yang diberikan masyarakat Balinuraga.

"Saya merasakan pengalaman yang luar biasa. Ini pertama kalinya saya mengikuti prosesi seperti ini. Perasaan saya campur aduk antara haru, bangga, dan bahagia. Saya sangat mengapresiasi masyarakat Desa Balinuraga yang terus menjaga tradisi dan budaya ini," ujarnya.

Menurut Egi, kekayaan budaya yang masih terpelihara, semangat gotong royong masyarakat, serta tingginya kepedulian terhadap adat istiadat merupakan modal besar untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya. Potensi tersebut dinilai tidak hanya mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas Kabupaten Lampung Selatan sebagai daerah yang kaya akan keberagaman budaya.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyatakan siap memberikan dukungan melalui peningkatan infrastruktur menuju desa, penataan kawasan, hingga penguatan ekosistem pariwisata.

Namun demikian, Egi menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan desa wisata hanya dapat tercapai apabila seluruh masyarakat ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, keamanan, keindahan desa, dan kelestarian budaya.

"Kalau Balinuraga menjadi desa wisata, akses jalannya akan kita perbaiki, lingkungannya dipercantik. Tetapi pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ini harus menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat," tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Balinuraga semata, melainkan aset berharga Lampung Selatan yang memiliki nilai strategis sebagai daya tarik wisata sekaligus warisan yang harus dijaga lintas generasi.

Sementara itu, salah seorang panitia yang terlibat dalam pembangunan bade, Wayan Mantra, mengatakan bahwa keputusan mengarak Bupati Lampung Selatan di atas bade merupakan bentuk penghormatan tertinggi masyarakat adat kepada pemimpin daerah yang dinilai memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya.

"Ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Bupati bersama jajaran kami arak di atas bade sebagai simbol penghormatan masyarakat adat sekaligus menjadi kebanggaan bagi masyarakat Desa Balinuraga," ujar Wayan Mantra.

Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Ketua PHDI Provinsi Lampung Dr. I Nyoman Setiawan, Camat Way Panji Raden Permata Marga, serta tokoh agama dan pemuka adat setempat.

Perpaduan antara prosesi Ngaben Massal yang megah, penghormatan adat kepada kepala daerah, dan komitmen membangun desa wisata berbasis budaya menjadikan perhelatan tahun ini bukan hanya sebuah upacara keagamaan, tetapi juga titik awal lahirnya visi baru bagi Balinuraga.

Dari desa yang berhasil menjaga tradisi, Balinuraga kini menatap masa depan sebagai destinasi wisata budaya yang diharapkan mampu menjadi ikon baru Kabupaten Lampung Selatan. (Kmf)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts