Portal Berita Online

Ketua MPR RI Apresiasi Virtual Tour 360 Lampung Selatan, Dinilai Jadi Strategi Promosi Daerah di Era Digital



KALIANDA - Kunjungan kerja Ketua MPR RI Ahmad Muzani ke Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (13/2/2026), menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk menampilkan inovasi promosi berbasis digital.


Salah satu yang mendapat sorotan utama adalah layanan Virtual Tour 360 derajat yang menampilkan destinasi wisata, potensi investasi hingga gambaran pembangunan daerah secara interaktif.


Kunjungan Ketua MPR RI yang berlangsung di Kantor Bupati Lampung Selatan tersebut disambut langsung oleh Bupati Radityo Egi Pratama bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, anggota DPRD Provinsi Lampung dan kabupaten/kota di Lampung, serta unsur Forkopimda dan kepala perangkat daerah.


Dalam kesempatan itu, Ahmad Muzani menyaksikan secara langsung presentasi layanan digital Virtual Tour 360 derajat yang dikembangkan sebagai sarana promosi daerah.


Layanan tersebut memuat informasi visual mengenai destinasi wisata unggulan, peluang investasi, serta perkembangan pembangunan Kabupaten Lampung Selatan dalam format digital yang interaktif.

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam memanfaatkan teknologi sebagai media promosi yang dinilai relevan dengan kebutuhan zaman.


“Inovasi seperti Virtual Tour 360 ini menunjukkan kesiapan daerah menghadapi transformasi digital. Promosi berbasis teknologi akan membuka akses yang lebih luas, baik untuk menarik wisatawan maupun investor,” ujar Ahmad Muzani.


Selain meninjau inovasi digital, Ketua MPR RI juga mengunjungi bazar UMKM yang digelar di pelataran Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan. Berbagai produk unggulan dipamerkan, mulai dari keripik pisang, selai pisang, roti, wedang jahe, aneka olahan ikan, tukus, hingga kain tapis dan produk kerajinan lainnya.


Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Muzani terlihat memborong sejumlah produk UMKM sebagai bentuk dukungan langsung terhadap pelaku usaha lokal. 


Ia menilai kualitas produk yang ditampilkan memiliki potensi daya saing dan peluang untuk berkembang di pasar yang lebih luas.



Kegiatan ini juga dihadiri unsur legislatif, eksekutif, tokoh adat, serta berbagai pemangku kepentingan daerah. Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi simbol sinergi pembangunan yang diharapkan mampu mendorong Lampung Selatan melangkah lebih progresif melalui inovasi digital, penguatan UMKM, serta promosi potensi daerah yang semakin modern. (Is-Kmf)

Share:

Sempat Disebut “Anak Tiri”, Bupati Lampung Selatan Buka Data: Anggaran Natar Ternyata Paling Besar


NATAR - Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan secara merata di 17 kecamatan.

Namun, ia menekankan bahwa pemerataan bukan berarti pembagian anggaran secara sama rata, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan wilayah, luas daerah, serta jumlah penduduk.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Egi saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 titik ke-16 di Kecamatan Natar yang digelar di Aula Balai Desa Candimas, Jumat (13/2/2026).

Dalam forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat tersebut, Bupati Egi sekaligus membantah anggapan bahwa Kecamatan Natar menjadi “anak tiri” pembangunan. Ia memaparkan data alokasi anggaran Tahun 2025 yang menunjukkan Kecamatan Natar menerima anggaran fisik sebesar Rp45 miliar, terbesar dibandingkan kecamatan lainnya di Kabupaten Lampung Selatan.

“Bagaimana mungkin disebut anak tiri, kalau anggarannya paling besar se-Kabupaten Lampung Selatan. Ruas jalannya paling banyak, panjang jalan yang dibangun juga paling tinggi,” tegasnya.

Sepanjang tahun 2025, pemerintah daerah merealisasikan 26 lokasi pembangunan ruas jalan di Natar dengan total panjang 17,5 kilometer. Selain itu, pembangunan lima jembatan, tiga drainase, 10 titik sanitasi dan air minum, 13 kegiatan sumber daya air, serta normalisasi dan pembangunan embung juga dilaksanakan di wilayah tersebut.

Menurutnya, konsep pemerataan pembangunan yang diterapkan pemerintah daerah mengedepankan asas keadilan berbasis kebutuhan. Kecamatan dengan wilayah luas dan jumlah penduduk besar, seperti Natar, memerlukan alokasi pembangunan yang lebih besar agar pelayanan publik berjalan optimal.

“Semua kecamatan dapat pembangunan jalan dan perbaikan sekolah. Itulah pemerataan yang adil, sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Egi juga memaparkan capaian makro pembangunan Lampung Selatan Tahun 2025 yang menunjukkan tren positif.

Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,62 persen, angka kemiskinan turun menjadi 12,05 persen, tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 4,67 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia meningkat menjadi 73,10.

Ia mengajak masyarakat melihat pembangunan secara objektif dan tidak mudah terpengaruh isu yang tidak berdasar. Menurutnya, Musrenbang merupakan momentum penting untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyusun prioritas pembangunan yang tepat sasaran untuk tahun 2027.

Bupati Egi juga menyoroti posisi strategis Kecamatan Natar yang berbatasan langsung dengan Kota Bandar Lampung serta menjadi akses menuju Bandara Radin Inten II. Karena itu, ia mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan melalui penguatan Gerakan Desa Helau dengan semangat Asri, Bersih, Rapih, Indah serta Bersih, Kering, dan Wangi.

Sementara itu, Camat Natar, Eko Irawan, menyampaikan sejumlah usulan prioritas pembangunan tahun 2027, di antaranya rekonstruksi dan rehabilitasi infrastruktur jalan, pembangunan Mal Pelayanan Publik mini, perbaikan sekolah, normalisasi embung dan sungai, bantuan sektor pertanian, serta peningkatan fasilitas kesehatan dan keluarga berencana.

Musrenbang tersebut menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan arah pembangunan berjalan merata, terukur, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Lampung Selatan. (Is-Kmf)

Share:

Pelaku Pembacokan di Sidomulyo Diringkus Polisi


LAMPUNG SELATAN - Kepolisian bergerak cepat mengungkap kasus tindak pidana penganiayaan yang terjadi di Dusun Katibung I, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan. Kurang dari 24 jam setelah kejadian, pelaku berhasil diamankan pada Jumat (13/2/2026).

Tersangka diketahui bernama Antonius Bambang Gumelar (32), seorang buruh, warga Dusun Banjarsari, Desa Sidomulyo. Peristiwa pembacokan tersebut terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026 sekitar pukul 19.00 WIB.

Kapolres Lampung Selatan menjelaskan, pelaku awalnya mendatangi toko milik korban dengan modus berpura-pura menawarkan golok untuk dijual.

“Saat golok dikeluarkan dari sarungnya, pelaku secara tiba-tiba melakukan pembacokan terhadap korban Rohimah di bagian kaki kiri. Suaminya, M. Fajeri, yang mencoba menolong juga turut menjadi korban dan mengalami luka bacok pada tangan kanan,” jelas Kapolres.

Akibat kejadian itu, kedua korban mengalami luka bacok dan sempat mendapatkan perawatan medis. Usai melakukan aksinya, pelaku melarikan diri. Namun setelah menerima laporan pada 12 Februari 2026, Unit Reskrim Polsek Sidomulyo bersama Tim Tekab 308 Polres Lampung Selatan langsung melakukan penyelidikan.

Pada Jumat, 13 Februari 2026 sekitar pukul 06.30 WIB, petugas memperoleh informasi dari masyarakat terkait keberadaan seorang pria mencurigakan yang berjalan kaki sambil membawa sejumlah barang.

Petugas kemudian melakukan penelusuran hingga ke Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji. Pelaku ditemukan berada di sebuah gardu dan langsung diamankan tanpa perlawanan.

“Berkat kerja cepat anggota di lapangan serta informasi dari masyarakat, pelaku berhasil kami amankan. Saat ini tersangka telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” tegas Kapolres.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Toni Kasmiri, menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami pastikan setiap tindak pidana kekerasan akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum Polres Lampung Selatan,” tegas AKBP Toni Kasmiri.

Ia juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang turut membantu memberikan informasi sehingga pelaku dapat segera ditangkap.

“Sinergi antara kepolisian dan masyarakat sangat penting. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila mengetahui adanya tindak pidana,” tambahnya.

Barang Bukti Diamankan

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa: Satu bilah golok beserta sarung warna cokelat dengan bercak darah, Satu kain penutup wajah warna hitam, Satu tas pinggang warna hitam, Satu topi warna hitam Satu unit handphone merek Oppo warna gold Satu jaket hoodie warna hitam
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Kapolres Lampung Selatan memastikan proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.(Red)

Share:

RKPD 2027, Bupati Lampung Selatan Paparkan Sektor Pariwisata


PENENGAHAN - Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan sektor pariwisata menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Penegasan itu disampaikan saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Penengahan yang digelar di Balai Desa Pisang, Kamis (12/2/2026).

Musrenbang yang merupakan titik ke-15 rangkaian pembahasan RKPD 2027 tingkat kecamatan itu dihadiri kepala perangkat daerah, unsur Forkopimcam, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh kepala desa se-Kecamatan Penengahan. Dalam arahannya, Bupati Egi menekankan bahwa kemajuan daerah tidak dapat bertumpu pada pemerintah saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, keterlibatan tokoh adat, pemuda, dan warga menjadi kunci agar Lampung Selatan berkembang menjadi destinasi yang diminati wisatawan.

“Dua tangan bupati dan wakil bupati tidak akan cukup untuk merangkul Kabupaten Lampung Selatan yang luas ini. Kita harus bergandengan tangan agar daerah ini menjadi tujuan yang diminati untuk dikunjungi,” ujar Egi.


Ia juga menjelaskan, peningkatan kunjungan wisata memiliki efek langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat infrastruktur sekaligus membangun ekosistem yang produktif dan kondusif bagi pertumbuhan sektor pariwisata.

Sepanjang 2025, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan membangun jalan sepanjang 270,9 kilometer, meningkat tajam dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencapai 42,41 kilometer. Selain itu, sebanyak 38 unit jembatan dibangun dalam kurun 10 bulan serta alokasi Rp.38 miliar digelontorkan untuk perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Upaya tersebut berdampak pada sejumlah indikator makro daerah. Pertumbuhan ekonomi Lampung Selatan tercatat 4,62 persen atau lebih tinggi dari rata-rata Provinsi Lampung. Angka kemiskinan menurun menjadi 12,05 persen, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,67 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 73,10 pada 2025, "Apakah ini sudah selesai? Belum. PR kita masih banyak. Tapi ini bukti bahwa kerja keras dan kolaborasi membuahkan hasil,” tegasnya.


Dalam kesempatan itu, Bupati Egi juga meluncurkan penguatan dua program daerah, yakni Desa Helau serta Lamsel Betik (Bebas Transaksi Ilegal dan Korupsi), sebagai komitmen menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, serta ramah Investasi.


Sementara itu, Camat Penengahan Hermawan, memaparkan realisasi pembangunan 2025 yang bersumber dari APBN dan APBD dengan total serapan anggaran mencapai Rp.52.175.867.157. Ia menyebut sejumlah ruas jalan strategis telah direkonstruksi dan ditingkatkan untuk mendukung sektor ekonomi, pertanian, perkebunan, dan pendidikan. 


Selain itu Hermawan juga menyampaikan usulan prioritas pembangunan 2026-2027. Antara lain, lanjutan peningkatan jalan strategis, pembangunan talud dan drainase, rehabilitasi jaringan irigasi, serta penguatan sektor perikanan, pertanian, dan peternakan, serta, berbagai inovasi daerah yang terus didorong, seperti Bugisa untuk percepatan penurunan stunting, Bank Dewa sebagai konsep destinasi lingkar desa wisata, Kopi Penengahan untuk peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pengembangan UMKM unggulan dan potensi tanaman hias Way Kalam.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Egi juga menyerahkan sejumlah bantuan, di antaranya sarana olahraga berupa bola dan jaring futsal, benih ikan dan pakan, hibah traktor roda dua kepada Kelompok Tani Karya Bakti, serta traktor roda empat dari Bendahara Umum BPP HIPMI Reynald Bryan kepada Poktan Cinta Damai 2 Desa Penengahan.

Bupati Egi berharap, Musrenbang tidak sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan ruang strategis untuk memastikan setiap program pembangunan benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.

"Kita ingin Penengahan ini bersih, tertata, dan menjadi destinasi yang membanggakan. Jika orang datang dan merasa nyaman, mereka akan kembali dan membawa cerita baik tentang Lampung Selatan,” katanya. (Red)

Share:

Polsek Kalianda Ungkap Kasus Perampasan


LAMPUNG SELATAN - Kepolisian Sektor (Polsek) Kalianda berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana perampasan dengan ancaman kekerasan yang terjadi di wilayah Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Seorang pelaku berhasil diamankan setelah melalui serangkaian penyelidikan.


Kapolsek Kalianda AKP Sulyadi menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 20 Desember 2025 sekitar pukul 21.00 WIB, di depan Kantor BKD Kompleks Perkantoran Pemerintah Daerah, Kecamatan Kalianda.


Korban diketahui bernama Dd (55), buruh harian lepas asal Desa Buah Berak, Kecamatan Kalianda. Saat itu korban hendak pulang usai membeli minuman di warung yang berada di belakang kompleks perkantoran Pemda.


“Korban diikuti oleh seseorang yang tidak dikenal dari arah belakang. Pelaku kemudian memberhentikan korban dengan alasan korban telah menyerempet kendaraan milik kerabatnya,” ujar AKP Sulyadi.


Meski korban tidak merasa melakukan hal tersebut, pelaku tetap menakut-nakuti dan berpura-pura mengajak korban untuk menemui pihak yang dimaksud. Korban akhirnya menuruti ajakan itu dan berboncengan menggunakan sepeda motor miliknya, Honda Beat Deluxe warna hitam bernomor polisi BE 2669 DBL.


Namun setibanya kembali di depan Kantor BKD, pelaku membentak korban dan menyuruhnya turun, lalu langsung membawa kabur sepeda motor tersebut.

Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian materiil sekitar Rp24 juta dan segera melaporkan peristiwa tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Kalianda.


Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Kalianda melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya memperoleh informasi terkait keberadaan terduga pelaku. Petugas kemudian berhasil mengamankan M.M.I. alias S (19), warga Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.


Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu lembar STNK dan satu buku BPKB kendaraan milik korban. Selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolsek Kalianda untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.


“Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 482 KUHP tentang perampasan dengan ancaman kekerasan dan terancam hukuman pidana sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas AKP Sulyadi.


Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan serta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan.


Menurutnya, sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum menjadi kunci penting dalam mencegah serta memberantas tindak kriminalitas demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Lampung Selatan.

(Red)

Share:

Rute Lampung–Kuala Lumpur, Ini Kata DPRD


Bandar Lampung – Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Yusnadi, menanggapi dibukanya penerbangan internasional perdana rute Lampung–Kuala Lumpur, Malaysia, melalui Bandara Raden Inten II pada kamis, 12 Februari 2026.


Ia berharap rute tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan berjalan berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi perekonomian daerah.


Penerbangan inaugural itu akan dilayani maskapai TransNusa dengan jadwal keberangkatan pukul 11.00 WIB dari Bandara Raden Inten II menuju Kuala Lumpur.


Yusnadi mengapresiasi langkah Dinas Perhubungan Provinsi Lampung yang dinilainya berhasil menghidupkan kembali penerbangan internasional dari Bumi Ruwa Jurai.


Namun ia mengingatkan, pengalaman sebelumnya menunjukkan rute serupa pernah dibuka lalu terhenti.


“Selamat kepada Dinas Perhubungan yang sudah melakukan terobosan. Tapi jangan sampai ini hanya sekali terbang. Dulu pernah ada penerbangan serupa yang akhirnya berhenti,” kata Yusnadi, Rabu, 11 Februari 2026.


Menurut dia, rute Lampung–Malaysia merupakan pintu strategis yang harus dijaga kesinambungannya.


Lampung dinilai memiliki potensi besar di sektor pariwisata alam, religi, budaya, kuliner, hingga komoditas hasil bumi yang bisa dipromosikan ke mancanegara.


“Kalau ini rutin, penerbangan Lampung–Malaysia bisa menjadi kunci mendatangkan wisatawan, pelaku usaha, hingga investor. Ini bukan tujuan akhir, tapi sarana konektivitas ke negara lain di Asia Tenggara,” ujarnya.


Ia menambahkan, penerbangan reguler bukan hanya melayani penumpang, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).


Karena itu, Yusnadi menekankan perlunya sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung, DPRD, Angkasa Pura sebagai pengelola bandara, serta Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk memastikan keberlanjutan rute tersebut.


“Tugas pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan memastikan penerbangan ini tidak berhenti di tengah jalan. Harus ada kesinambungan kebijakan, promosi wisata, perbaikan destinasi, dan dukungan agar maskapai tetap sehat secara ekonomi,” katanya.


Ia juga mendorong dukungan terhadap rencana penerbangan umrah melalui Bandara Raden Inten II.


Menurut dia, jumlah jemaah umrah asal Lampung cukup besar dan selama ini harus berangkat melalui Jakarta.


Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, menyatakan kesiapan operasional penerbangan internasional tersebut.


Hampir seluruh persyaratan telah terpenuhi dan tinggal menunggu satu persetujuan dari Kementerian Pertahanan.


“Persyaratan sudah keluar, tinggal satu dari Kementerian Pertahanan. Insyaallah 12–13 Februari ini penerbangan perdana Lampung–Kuala Lumpur bisa dilaksanakan,” kata Bambang, Senin, 9 Februari 2026.


Pada tahap awal, pola rotasi pesawat yakni Jakarta–Lampung–Kuala Lumpur–Lampung–Jakarta.

Share:

Tim Forensik Polda Lampung Autopsi Jenasah Kades Kelau


LAMPUNG SELATAN  - Tim forensik Dokpol RS Bhayangkara Lampung melakukan autopsi kepada mayat Almarhum H. Sohilal Bin. Ishak, Seorang Kepala Desa Kelau kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan, kamis, (12/02/2026).

Belum sepekan dimakamkan, pihak keluarga meminta petugas lakukan autopsi kepada korban tewas diduga gantung diri di sebuah kontrakan di Bandar Lampung

Diketahui Sebelumnya Seorang kepala Desa tersebut ditemukan tewas diduga akibat gantung diri di sebuah kontrakan di Kecamatan Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung, pada awal Februari 2026.
Namun, pihak keluarga menilai ada sejumlah kejanggalan dalam kematian korban. Istri almarhum, Elly Mei Anggraini beserta keluarga korban, bahkan telah membuat laporan polisi ke Polsek Tanjung Karang Timur.

Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/22/II/2026/SPKT/POLSEK TANJUNG KARANG TIMUR POLRESTA BANDAR LAMPUNG/POLDA LAMPUNG, tertanggal Minggu (8/2/2026).

Namun, keluarga mengaku tidak melihat tanda-tanda umum pada korban gantung diri seperti lidah menjulur dan mata melotot. Karena itu, ia sempat menolak autopsi dan meminta agar jenazah langsung dibawa pulang.

Kecurigaannya kembali muncul saat proses pemandian jenazah. Keluarga mengaku menemukan bekas jeratan di leher korban, sementara menurut informasi dari polisi, alat yang digunakan untuk gantung diri adalah kain.

Atas kejadian tersebut, keluarga melaporkan bahwa kerabatnya mati dibunuh, bukan bunuh diri. Keluarganya menduga ada yang sengaja membunuh kerabat mereka. Akhirnya makam Korban dibongkar
atas permintaan keluarga, untuk dilakukan ekshumasi guna mengungkap penyebab pasti kematiannya. Pembongkaran makam tersebut berlangsung dari pukul 11.00 wib oleh keluarga dan dilanjutkan autopsi oleh petugas dan selesai dipukul 14.30 wib.

Sementara, belum ada hasil yang di dapat oleh petugas di lokasi makam, namun 1 bulan akan mendapatkan hasil dari autopsi yang di lakukan oleh petugas.

Ipda Ibrahim, Kanit Reskrim Tanjung Karang Timur mengatakan Tim forensik Polda Lampung melakukan kegiatan atas permintaan dari pihak keluarga untuk melakukan autopsi,
”Untuk hasil autopsi tersebut di jelaskan oleh DOKPOL selama 40 hari atau sekitar 1 bulan akan keluar hasil autopsi," ucap Ibrahim.
Di lokasi yang sama, Joni pengacara keluarga korban mengatakan berterima kasih atas petugas autopsi telah melakukan autopsi kepada korban.
”Agar hasil dari autopsi mendapatkan titik terang dan pihak keluarga tidak ada simpang siur atas kejanggalan kematian korban karena ada dugaan pembunuhan berencana,” papar Joni.

Sambung Joni, keluarga akan mengikuti prosedur oleh kepolisian guna mendapatkan kejelasan terhadap kematian korban.
” Jika terbukti korban di bunuh maka pihak keluarga akan mengikuti prosedur oleh kepolisian, dan berupaya mencari bukti dan saksi-saksi lainnya,” tegas Joni .
(Is-Ako)

Share:

Popular

NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts