Portal Berita Online

SMKN 1 Tanjung Sari Lampung Selatan Diduga Tahan Ijazah Siswa Karena Nunggak SPP

 


LAMPUNG, - SMKN 1 Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan, diduga menahan ijazah siswa karena menunggak iuran SPP. 

 Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Provinsi Lampung, Juliansyah Lubis, menyayangkan dugaan penahanan Ijazah tersebut. 

 Senin (24/10) lalu mereka, menyambangi pihak SMKN 1 Tanjung Sari, mempertanyakan terkait dugaan penahanan Ijazah tersebut. Namun, pihak sekolah dalam hal ini, Kepala Sekolah SMKN 1 Tanjung Sari, terkesan enggan ditemui, dengan alasan harus bersurat terlebih dahulu.


Juliansyah Lubis, geram dan menduga serta menaruh curiga dengan carut marutnya dugaan pungli pada sektor pendidikan di Provinsi Lampung.

"JPKP hanya diminta oleh wali murid untuk pendampingan pengambilan izazah bukan untuk melaporkan ke APH. Saya sebagai Ketua Dpw JPKP Lampung, berinisiatif untuk bersurat kepada Kadis Pendidikan provinsi Lampung, perihal adanya dugaan pungli tersebut dan surat tersebut akan saya buat tembusan ke Ketum JPKP, Gubernur, Kajari, serta ke Kapolda Lampung. Saya juga menghimbau bila ada dugaan pungli di sekolah dengan alat bukti yang vailid laporkan ke pihak APH," ucapnya, Kamis, (27/10/2022).


Sementara Kepala SMKN 1 Tanjung Sari belum berhasil dikonfirmasi. (Rid) 

Share:

Monyet Peliharaan di Lampung Selatan Serang Bocah


RAJABASA - Seorang gadis berusia 6 tahun, , warga Desa Jondong, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan (Lamsel) jadi korban serangan monyet peliharaan tetangganya, Rabu (26/10/2022).



Dari informasi yang dihimpun, monyet yang menyerang secara buas tersebut adalah milik Ketua BPD Desa Jondong, Roni. Diduga, monyet sengaja tidak diikat, sehingga dapat berlaku liar dan menyerang bocah umur 6 tahun itu.



Orang tua bocah korban kebringasan monyet, Ali Imron mengungkapkan, kejadian tersebut berluma saat anaknya tengah jalan kaki melewati rumah Ketua BPD Desa Jondong. Saat berada di depan rumah Roni, gadis umur 6 tahun itu terkejut melihat seekor monyet tiba-tiba menyerang dari arah berlawanan.


"Setelah kaget, anak saya langsung berupaya lari. Tapi gak sempat lagi, karna monyet itu langsung menerkam anak saya sampai melukai beberapa titik bagian tubuh anak saya," ungkap Imron, Kamis (27/10/2022).


Imron menambahkan, akibat serangan monyet tersebut anak gadisnya harus dilarikan ke RSUD Bob Bazar Kalianda untuk mendapatkan perawatan intensif.


"Luka-luka cakar dibagian tangan, kaki, pelipis, mata hingga di area kepala anak saya. Maka langsung kami rujuk ke RS biar gak infeksi," tambahnya.


Mirisnya, hingga saat ini belum ada iktikad baik dari pemilik monyet tersebut sebagai bentuk tanggungjawab. "Belum ada. Bahkan, untuk datang memastikan kondisi anak saya juga belum. Kecewa saya dengan sikap Ketua BPD ini," ketusnya kesal.


Hingga berita ini diterbitkan, media belum berhasil melakukan konfirmasi kepada pihak pemilik monyet tersebut. (Rid)

Share:

Popular


NASIONAL$type=complex$count=4

Recent Posts