Portal Berita Online

LIKA-LIKU PL MENCARI REJEKI INSTAN


 BANDARLAMPUNG- Putri(20), Dewi(19), Gita(22) dan Gadis(21) begitu nama akrab mereka di waktu malam di tempatnya bekerja.

Nama empat wanita yang terdengar manis itu bukanlah nama sebenarnya, mereka hanya

memakai nama itu agar lebih familiar saat bekerja sebagai Pemandu Lagu(PL) yang

bertugas menemani tamu para lelaki yang mencari hiburan karaoke di waktu malam,

khususnya di Jalan Yos Sudarso Kecamatan Sukaraja Bandarlampung. 

Dewi dan belasan rekan kerjanya berpakaian minim(sexi)dengan setia menunggu para

lelaki penikmat malam sambil menghisap batang demi batang rokok mild dan berbincang akrab dengan sesama profesinya.

Tak jarang ia mengurai senyum dan menyapa kepada lelaki yang bertandang ke lokasi

hiburan Highclass seraya berharap lelaki yang menyapanya mengajak dirinya untuk

menemani bernyanyi dan berdendang menghilangkan kepenatan.

Masalahnya bukan di situ, dimungkinkan dengan usia yang tergolong belia mereka mudah

terbawa arus pergaulan yang kurang baik dikarenakan seusia mereka tergolong emosinya labil.

Tidak ada gaji, apalagi jaminan kesehatan kerja yang didapat mereka, hanya uang fee

yang diperolehnya pun dihitung per jam saat mereka menemani berdendang para tamu.

Untuk mendapat uang ‘jajan’ lebih mereka amat berharap mendapat uang dari kebaikan hati para tamu yang memilihnya sebagai PL.

Tak pelak berbagai cara yang kurang umum pun dilakoninya seperti berpenampilan seronok, berjoget gaya erotis dan menenggak minuman keras (miras).

Itu dilakukan agar memberi kenyamanan para tamu, bukan rahasia umum jika tamu yang

merasa puas dengan pelayanan yang diberikan pasti akan memberi uang tip.

Dewi mengaku, menggeluti profesi PL dikarenakan kurangnya lapangan pekerjaan, gaji di tempat kerja yang lain amat rendah, belum lagi tuntutan ekonomi kebutuhan sehari-hari yang terus menjepit. Menjadi PL dengan mudahnya mendapatkan uang.

“Faktor ekonomi yang membuat saya kerja begini,” ucap gadis berparas ayu itu sembari mengepulkan asap rokok dari bibirnya yang mungil, belum lama ini.

Jalan Yos Sudarso terletak di Pesisir Teluk Lampung, kota Bandarlampung yang terkenal

dengan istilah kota Tapis Berseri.

Sebuah kota Metropolis yang rutin menggelar kegiatan keagamaan seperti Musabbaqoh

Tilawatil Qur’an(MTQ) disetiap tahunnya, serta menjadi kota Urban dengan beragam tempat usaha yang merangkul tenagakerja.

Namun di kota itu pula remaja-remaja seperti Dewi dan ratusan PL lain menggantungkannasib di tempat hiburan.

Bekerja sebagai PL bukanlah pilihan yang baik, namun terkadang karena mudahnya mendapat

pundi Rupiah jika sedang beruntung.

Dewi menuturkan, dirinya tidak bisa menjawab pasti, kapan ia bisa mengakhiri profesi yang sedang dia dilakoni.

“Yang pasti sesuka hati saya berenti dari pekerjaan ini,” ucap wanita berambut setengkuk ini.

Dengan dorongan mencari pekerjaan mudah serta membantu beban ekonomi keluarga, wanita

berambut lurus itu merasa profesi ini(PL) terbaik untuk dirinya saat ini.

Tawaran meladeni pelayanan ‘lebih’, pun sering dilontarkan dari bibir para tamu yang berkunjung ‘Short time yuk?’ begitu kalimat yang sering disergahkan tamu kepada Dewi, yang memintanya berbuat mesum. Terlebih tamu itu sudah mabuk.

Namun wanita berkulit putih ini mengaku, bersikap seprofesional mungkin menghadapi

para lelaki yang meminta layanan ‘plus’.

“Kalau saya enggak bisa (diajak mesum),”ungkap Dewi.

Persoalan klasik di lingkaran seperti ini identik dengan Narkotika dan obat-obatan(narkoba) yang selalu mengintai kehidupan malam, dengan piawainya para pengguna barang haram ini mampu menyelinap dan berbaur di lokasi ini, tak pelak Dewi dan teman seprofesinya pun terkadang mengkonsumsi Narkoba jika diberi oleh para tamu, dengan adanya tawaran Narkoba ‘gratis’ otomatis ‘Gayung

bersambut’, satu sama lain saling mendukung.

Terkadang ada saja para tamu yang datang sembari mengkonsumsi Narkoba dan menawarinya.

Padahal efek Narkoba yang fatal bagi generasi bangsa adalah penghacur masadepan mereka,

bahkan semboyan untuk para pelaku dan pengguna Narkoba’Bui atau Mati’ gencar digaungkan para pemangku kepentingan dan penegak hukum. 

Potret Yang Sama                              

    

Kisah Dewi di Teluk Lampung hampir sama dengan, Intan(bukan nama sebenarnya) yang

juga berprofesi sebagai PL di Kecamatan Tanjung Senang, Bandarlampung.

Intan (21) gadis yang tinggal di Kecamatan Garuntang, berambut lurus sebahu, yang

mempunyai suara tak begitu merdu itu sengaja memilih tempat bekerja yang berjarak belasan kilo meter dari kediamannya.

Ia memilih lokasi tempatnya bekerja yang cukup jauh dikarenakan menghindar dari orang yang mengenalnya.

Jalan terjal berbatu, melewati perkampungan untuk bisa sampai lokasi tempat ia bekerja, meski lokasi yang cukup terpencil berdekatan dengan perbatasan antar Kabupaten Lampung Selatan dan kota Bandarlampung, namun lokasi tersebut cukup terkenal, terbukti dengan banyaknya PL dan para tamu yang mencari hiburan malam.

Gadis yang mengaku hanya lulus SMP ini pun terlihat amat antusias dalam bekerja, wajahnya yang cukup familiar di kalangan tempat karaoke dikarenakan Intan yang berbadan kurus ini telah beberapa kali pindah lokasi kerja.

Dia menuturkan, hanya membantu ekonomi keluarga dan bisa mandiri dengan bisa

mengumpulkan pundi-pundi rupiah hasil karyanya itulah niatnya bekerja, kadang

keluh dia terucap di saat sepinya tamu yang datang disinyalir mencamurnya tempat karaoke dengan lokasi strategis, menyediakan PL dan berbagai paket layanan.

“Makin hari makin sepi,” keluh wanita ramah ini.

Dia bercerita, diwaktu ramai pernah dalam semalam ia mendapat uang tip hingga Rp 2 juta, namun terkadang jika sepi menerpa ia pulang dengan tangan hampa, tak pelak pekerjaan yang dilakoninya sering mendapat tawaran layanan ‘lebih’ dari tamu, karena kebutuhan ekonomi dan peralatan mack up yang mendesak terkadang

dirinya mau melayani.

“Tapi saya liat dulu orangnya muda apa tua. Pernah ada yang tua saya minta Rp 1,5 juta,” ucap dia dengan nada polos.


Apa pandangan Psikolog dari Universitas Lampung(Unila)?

Merubah wanita ‘baik’ menjadi seorang PL ternyata bisa karena faktor individu

(perseorangan) dan faktor lingkungan.

Seseorang yang dimungkinkan menilik gaya hidup PL agar hidup mereka lebih mapan.

“Secara ekonomi yang tinggi, pendapatan mereka juga tinggi,”ucap Psikolog, Diah Utaminingsih. S.psi.. A, Psi.

Usia belia kata Diah, jelas belum mandiri dalam mencukupi kebutuhan namun para wanita yang melakoni profesi PL secara individu dia ingin menunjukan gaya hidup mereka sebagai salah satu gaya hidup. Menjadi PL kata Dosen Bimbingan Konseling ini, adalah pilihan gaya hidup.

“Saya sangat tidak sepakat jika menjadi PL karena ekonomi, karena telah korbankan

harga diri. Kalau alasan terjebak itu pilihan, kita bisa katakan Yes or No,” ucapnya.

Dia mencontohkan, wanita lugu dari desa Urban ke kota, harusnya sebelum hijrah bisa

berfikir ulang, bakal kerja apa di kota sebagai antisipasi.

Menjadi PL tidaklah bertahan lama dalam artian mereka umumnya ‘menjual’ usia dan

kecantikan. Sedangkan kecantikan dan usia lambat laun termakan waktu, mirisnya

kehidupan seperti ini bisa beregenerasi tersisih oleh yang lain.

“Itu pasti,” imbuhnya.

Uniknya pilihan wanita menjadi PL kata Diah, ibarat prisip ekonomi ‘Semakin tinggi

permintaan semakin banyak barang’.

“Itu terjadi karena ada permintaan, jika tidak ada permintaan maka pelanggan tidak akan bertahan. Seperti produk,”sergahnya.

Hendaknya kata Diah, peran pemerintah, masyarakat dan keluarga sama-sama mengontrol guna meminimalisir sedini mungkin agar generasi bangsa bisa terbebas dari hal

negatif.

Saat ini memang banyak dikarenakan kontrol sosial yang lemah.

“Saya melihatnya baiknya semua lapisan harus kerjasama minimalisir dari hal yang kecil,” tutur dia.

Saat ini kehidupan malam atau pekerjaan malam bagi wanita bukan hal yang aneh namun

ini hal yang biasa.

Untuk itu lanjut Diah, jika ada pengusaha yang akan mendirikan bangunan baiknya pemerintah mengkaji kembali kegunaan bangunan itu.

“Saya yakin jika ada peran pemerintah dengan tegas mungkin bisa diminamilisir,”

imbuhnya.

Diah juga tidak menuding PL adalah pekerjaan yang buruk, namun paling tidak kata

Diah, jika wanita ingin mendapat pria yang baik, maka jadilah wanita yang baik, umumnya jika wanita baik bertemu dengan pria baik.

“Bukan berarti PL itu buruk. Kan bisa lebih sopan berpenampilan seperti di rumah makan

atau restoran,” tutupnya.

 

Andai semua orang tua bisa menjaga puterinya, dengan membekali pendidikan yang

matang. Masyarakat bisa saling mengawasi

dan pengawasan birokrasi yang baik, mungkin buruknya kehidupan malam bisa diminimalisir dan para remaja bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dari pendidikan yang mumpuni.(Andi Priyadi)

Share:

Elly Wahyuni Mnta Semua Pihak Terlibat Awasi Pergaulan Remaja


Bandar Lampung- Wakil Ketua I DPRD Provinsi Lampung, Elly Wahyuni, meminta semua pihak terlibat awasi pergaulan remaja.


Meningkat, satu remaja di Lampung beberapa hari lalu tewas lantaran menjadi korban tawuran.


"Saya berharap semua pihak bisa mengawasi dan mengontrol pergaulan anak remajanya, ini bukan tugas kepolisan saja, tapi semua pihak harus ikut serta seperti keluarga dan sekolah," kata dia, Kamis (2/11).


Politisi besutan Prabowo Subianto ini menilai, aksi tawuran antar sekolah merupakan tindak krimilanitas yang serius.


"Tawuran ini bukan kenakalan remaja, ini masuknya tindak kriminalitas, karena sudah ada korban nyawa yang melayang," ujarnya.


Sambung dia, aksi tawuran dapat diminimalisir dengan melakukan pengawasan terhadap pergaulan remaja.


"Kalau orang tua bisa menerapkan pengawasan berupa mengecek isi handphone anaknya, dan memberikan pembekalan ilmu agama," tukasnya.


Sementara, setiap sekolah di lampung dapat melakukan pembekalan berupa himbauan dan mengontrol anak didiknya.


"Setiap sekolahan di lampung harus melakukan pembekalan juga agar hal tersebut dapat diminimalisir, mulai dari himbauan hingga pengawasan pergaulan anak didiknya," ungkapnya.


Kemudian pihaknya kepolisian dihimbau dapat melakukan pengawasan terhadap remaja di lampung, dengan cara melakukan swiping di jam-jam rawan kriminalitas.


"Pihak kepolisian juga diharap dapat melakukan patroli ke sejumlah titik rawan kriminalitas," pungkasnya. (Lis/ndi) 

Share:

Wakil I Ketua DPRD Lampung Edukasi Warga Metro Tentang Ketahanan Keluarga


Wakil I Ketua DPRD Provinsi Lampung, Elly Wahyuni, edukasi puluhan warga Kelurahan Yosorejo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro. tentang Perda Pembangunan Ketahanan Keluarga, Minggu (30/10/23).


Politisi senior ini menjelaskan, keluarga berperan penting dalam pembentukan kepribadian anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.


Pembangunan daerah mencakup semua dimensi aspek kehidupan termasuk pembangunan keluarga sebagai unit sosial terkecil masyarakat yang harus dibina dan dikembangkan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur sesuai cita-cita luhur dan jati diri bangsa Indonesia.


“Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas keluarga dalam memenuhi kebutuhan fisik material, sosial dan mental spiritual secara seimbang agar dapat menjalankan fungsi keluarga secara optimal menuju keluarga sejahtera lahir serta batin,” lanjutnya.


“Dengan adanya sosialisasi ini saya berharap dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk memperkuat pondasi pembangunan ketahanan keluarga pasca pandemi covid-19 yang pasti mempengaruhi perekonomian dalam keluarga,” tambah Srikandi Gerindra ini.


Wiwin warga sekitar, menilai dengan adanya sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman kepada mereka yang belum mengerti tentang perlindungan yang diberikan oleh pemerintah.


“Dengan adanya sosialisasi ini tentu kita semua dapat mengerti, dan memahami perlindungan yang diberikan oleh pemerintah melalui perda atau peraturan daerah. Seperti perda tentang pembangunan ketahanan keluarga ini,” tutupnya. (Rls)

Share:

Resmikan Rumah Amin dan Kampung Amin: Relawan R1-Anies Lampung Siap Menangkan Anies


Pesawaran - Relawan pasangan bakal calon presiden Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Amin) yang menamakan Relawan R1-Anies Lampung terus melakukan gerakan konsolidasi pemenangan Anies, salah satunya dengan meresmikan relawan penggerak hingga rumah Amin dan Kampung Amin. 

Upaya ini untuk mensolidkan relawan penggerak agar bisa menjangkau ke daerah pelosok untuk menyosialisasikan Anies di Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Sekjen DPD Relawan R1-Anies Pesawaran mengaku, pembentukan Rumah Anies dan Kampung Anies di Pesawaran baru pertama kali pascaterbentuk 26 Agustus 2023 lalu. 
Kata dia, rangkaian kegiatan tersebut diisi dengan senam sehat bersama 'emak-emak' lingkungan yang diprakarsai Penasehat DPD Relawan R1-Anies, Agung Prastiya Baktiana yang juga Anggota DPRD Pesawaran dari fraksi PKS. 
"Dilanjut dialog dengan masyarakat Desa Pengayunan Kecamatan Way Lima dan sekitar. Kemudian pemasangan spanduk Kampung Dan Rumah Anies yang dilakukan tim Relawan R1- Anis Lampung dipimpin oleh Ketum DPW Lampung Bapak Ansory Sabak," kata Heriyadi, Sabtu (20/10/2023). 

Heriyadi menambahkan, direncanakan agenda ke depannya, akan sering melakukan kegiatan ini dengan melibatkan partai pengusung dan pendukung Amin. Pun siap mengawal, mengawasi serta mengamankan suara Amin di tempat pemungutan suara nanti. 
"Insya Allah target kita sampai pembentukan di tingkat desa dan megawal sampai TPS tiap 1 TPS satu saksi dari Relawan R1 Anies Amin. Insya Allah kita target 80 persen untuk kemenangan Anies Amin untuk Pesawaran," imbuhnya. 

Heriyadi mengaku alasan menjadi Relawan R1-Anies karena kagum dengan sosok Anies yang bersahaja, pemimpin yang santun beradab dan menjunjung tinggi nilai-nilai beragama dan berbangsa. 

"Kita butuh untuk perubahan demi Indonesia lebih maju. Untuk masyarakat Pesawaran kapan lagi kita mau berubah? Kalo tidak sekarang saatnya. Bersatu singkirkan paham-paham yang berseberangan. Mari menangkan Anies Amin untuk perubahan Indonesia lebih maju. 2024 Anies Amin Presiden dan Wakil Presidennya," kata dia.(ndi) 

Share:

Anggota DPRD Lampung Ini Targetkan 20 Masjid Jadi Percontohan Kemakmuran


Bandar Lampung - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bandar Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menargetkan 20 masjid jadi percontohan kemakmuran masjid di Kota Bandarlampung.


Menurut, Mirza, sapaan akrabnya ke-20 masjid ini diharapkan jadi contoh bagi takmir masjid sekitarnya, sehingga makin banyak masjid yang makmur, ujarnya ketika membuka Rakerda DMI Kota Bandarlampung di Begadang Resto, Sabtu (14/10).


Turut hadir pada rapat perdana pengurus DMI Kota Bandarlampung sejak dilantik pada 30 September 2023 yakni Wakil Ketua DMI Provinsi Lampung M. Imam Santoso dan Ketua Dewan Penasehat DMI Bandarlmpung H. Firmansyah


Mirza meminta agar program kerja pengurus dapat mendukung target 20 masjid percontohan itu. "Ini sesuai tujuan DMI yakni memakmurkan dan menghidupkan fungsi masjid sebagai rumah ibadah, pengembangan masyarakat, serta persatuan umat," katanya.


Menurut politisi muda yang kini menjabat Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Lampung itu, masjid harus menjadi solusi bagi masyarakat "Masjid tempat paling dicintai Allah dan turunnya rahmat, " kata anggota DPRD Provinsi Lampung itu.


Empat Fungsi Masjid


Kepada peserta, Mirza kembali menukil ayat dalam Alquran yang menyebutkan bahwa fungsi masjid adalah sebagai tempat yang di dalamnya banyak menyebut nama Allah (tempat berdzikir). Kemudian tempat beri'tikaf, tempat beribadah (salat).


"Tak kalah penting masjid menjadi pusat pertemuan islam untuk membicarakan urusan hidup dan perjuangan umat," kata Mirza.


Untuk iti, dia mengajak pengurus berkhidmat untuk masyarakat dengan memaksimalkan empat fungsi masjid. "Kita ingin semua masjid jadi makmur untuk masyarakat sekitarnya," kata Mirza.

Berdasarkan data DMI Bandar Lampung terdapat 1.600 masjid yang tersebar di 20 Kecamatan. Dalam membantu kemakmuran masjid ini, DMI Bandar Lampung telah memberikan pelatihan bagi 400 takmir masjid dengan mendatangkan pembicara Ustad Kusnadi Ikhwani, Ketua Takmir Masjid Al Falah Sragen, Jawa Tengah, pada 30 September 2023.


Selain itu, M. Imam Santoso meminta agar para pengurus DMI Bandar Lampung dapat merangkul para takmir yang berasal dari berbagai latar belakang. "DMI hendaknya DMI bisa mempersatukan para takmir masjid. Kemudian memberdayakan lembaga zakat,^ kata Imam Santoso.


Sedangkan Firmansyah menekankan pentingnya pembinaan takmir masjid agar dapat mendukung terlaksananya menjadikan 20 masjid prototipe di Bandar. Dia mengusulkan agar ke-20 masjid dikirim belajar ke Masjid Al Falah Sragen Jawa Tengah. (Lis/ndi)

Share:

Predikat Terbaik JDIHN, Mingrum Gumay: Kita Dapat Mempertahankan


JAKARTA- Sekretariat DPRD Lampung kembali menerima predikat terbaik 1 kategori Sekretariat DPRD terbaik se Indonesia pada perhelatan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional (JDIHN) dan Legal Development Conten Creator (LLDC) Award 2023 yang dilaksanakan di Jakarta, Kamis (12/10). 


Penyerahan predikat terbaik langsung diberikan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna Laoly kepada Ketua DPRD Provinsi Lampung Mingrum Gumay.


Mingrum menyampaikan terimakasih atas kinerja terbaik yang diberikan seluruh jajaran di lingkungan DPRD Provinsi Lampung yang mana ke 3 kalinya DPRD Lampung menerima predikat 1 pada penyelenggaran JDIH.


”Predikat 1 ini saya berikan kepada seluruh jajaran di lingkungan DPRD Lampung, ini sebagai bukti kerja gotong royong semua pihak sehingga kita dapat mempertahankan ini selama 3 tahun terakhir,” ujar Mingrum. 


Mingrum juga menyampaikan keterbukaan informasi di era digitalisasi ini sangat diperlukan, masyarakat harus mendapatkan akses yang seluas-luasnya terkait kinerja, informasi kegiatan dan lainnya yang dilakukan oleh sekretariat DPRD Lampung.


”Kedepan kita akan tingkatkan kembali dan kita ingin ada input yang diberikan oleh masyarakat agar kedepan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat terhadap keterbukaan dan akses informasi ini dapat terpenuhi," tutup Mingrum.(lis/ndi) 

Share:

Elly Wahyuni Konsolidasi Menangkan Prabowo di Pilpres


PESAWARAN,–
 DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Lampung menggelar konsolidasi untuk memenangkan Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 di Kabupaten Pesawaran, Jumat, 13 Oktober 2023. Konsolidasi dihadiri ratusan kader dari Desa Kampung Baru, Kecamatan Marga Punduh.

“Konsolidasi ini untuk memperkuat suara Ketua Umum, Bapak Prabowo Subianto menuju RI Satu (Presiden),” ujar Wakil I Ketua DPRD Provinsi Lampung Elly Wahyuni, usai membuka konsolidasi tersebut.

Bunda Elly — sapaan akrab Elly Wahyuni — mengatakan, konsolidasi bertujuan untuk memperkuat suara Prabowo Subianto dalam kontestasi Pilpres 2024.

Selain itu, konsolidasi juga menguatkan ikatan kader Partai Gerindra Kabupaten Pesawaran, dan mendongkrak semangat menyambut kemenangan Prabowo Subianto diajang kontestasi pilpres 2024.

“Kami (DPD) mengapresiasi pengurus DPC, dan ranting yang telah menyukseskan konsolidasi ini,” kata Bunda Elly.

Bendahara DPD Partai Gerindra Lampung itu berharap usai konsolidasi, kader Partai Gerindra dapat langsung turun guna menyakinkan masyarakat untuk memilih Partai Gerindra dan Prabowo Subianto pada Pemilu 2024.

“Kami berharap dalam konsolidasi ini semoga seluruh kader Partai Gerindra langsung terjun ke masyarakat, membawa suara Pak Prabowo Subianto menjadi Presiden Republik Indonesia 2024 dan memenangkan Partai Gerindra,” ucapnya.

Share:

Sekretariat DPRD Lampung Kembali Raih Penghargaan Tingkat Nasional Pengelolaan JDIH


Bandar Lampung - Sekretariat DPRD Lampung kembali meraih penghargaan tingkat nasional dalam pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) di Jakarta, Kamis (12/10).


Penghargaan yang keempat kalinya itu langsung diserahkan Menteri hukum dan Ham Prof. Yasona H. Laoly kepada Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay yang didampingi Sekretaris DPRD Lampung, Tina Malinda dan Bagian perundang-undangan.


Sekretaris DPRD Lampung, Tina Malinda sat dikonfirmasi mengaku prestasi itu merupakan hasil kerja dan dukungan dari seluruh jajaran di DPRD Lampung.


Tanpa adanya dukungan dari unsur pimpinan dan seluruh jajaran Sekretariat DPRD Lampung tidak mungkin prestasi tersebut dapat diraih untuk keempat kalinya.


“Ini hasil kerja seluruh jajaran di DPRD Lampung dan tentunya dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Pak Gubernur, Ibu Wagub, Sekdapov serta pimpinan DPRD Lampung karena sudah memberikan kami kesempatan dan hasilnya untuk keempat kali kita meraih penghargaan ini. Semoga Lampung selalu Berjaya,” ucap Tina.


Diketahui, Sekretariat DPRD Lampung berturut-turut mendapatkan penghargaan sebagai daerah dengan pengelolaan terbaik JDIH tingkat nasional. Dan prestasi di tahun 2023 menjadi penghargaan yang keempat kalinya. (Lis) 

Share:

Made Bagiase Dampingi Gubernur Lampung Panen Raya Padi di Lamteng

 


Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melakukan Panen Raya Padi dalam rangka mendukung ketersediaan pangan menghadapi iklim El-Nino di Kampung Ratna Chaton, Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (10/10/2023).


Pada kegiatan tersebut Gubernur Arinal Bersama Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad, Kepala Dinas KPTPH Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Tengah, Kepala Bulog, Kapolda, Danrem 043, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lampung, serta unsur Forkopimda lainnya, secara simbolis melakukan panen padi bersama menggunakan sabit dan harvester, Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung Made Bagiasa, dan Anggota DPD RI Abdul Hakim.


Gubernur menyatakan bahwa, komoditas padi merupakan komoditas pangan strategis yang merupakan pangan pokok masyarakat Indonesia, sehingga pemerintah harus dapat menjamin ketersediaan pangan, khususnya beras dalam jumlah yang cukup dan kualitas yang baik serta harga yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.


Oleh karenanya, dengan kegiatan ini, Gubernur berharap panen padi ini dapat memotivasi seluruh masyarakat dan jajaran pertanian untuk lebih terpacu dalam melakukan aktivitas meningkatkan produksi dan produktivitas usahatani pertanian, khususnya padi.


Menurut Gubernur, produksi padi Provinsi Lampung Tahun 2022 berdasarkan data SIScrop mencapai 3,2 juta ton dari target 2,8 juta ton sedangkan pada tahun 2023 produksi padi di Provinsi Lampung ditargetkan 3,0 juta ton.


“Capaian ini menempatkan Provinsi Lampung sebagai peringkat 5 secara nasional. Kabupaten Lampung Tengah memberikan kontribusi produksi padi Provinsi Lampung sebesar 676.519 Ton atau 21,14% dan menempati urutan ke-1 dari 15 kabupaten/kota,” paparnya.


Share:

Anggota DPRD Lampung Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila di Seputihraman


LAMPUNG TENGAH – Anggota DPRD Provinsi Lampung Daerah Pemilihan (Dapil) 7 Fraksi PDI-Perjuangan Ni Ketut Dewi Nadi, l melaksanakan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila di Kampung Buyutbaru, Kecamatan Seputihraman, Lampung Tengah (Lamteng).


Dimana Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila ini, dinilai sangat penting. Agar masyarakat dapat memahami bahwa Pancasila adalah dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Sehingga, dengan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila diharapkan masyarakat juga dapat mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, persatuan dan kesatuan tetap terjaga.


Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil 7 Fraksi PDI-Perjuangan Ni Ketut Dewi Nadi mengatakan bahwa Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila sangat penting. Agar nilai-nilai Pancasila dapat tetap terjaga ditengah masyarakat.


“Tentunya, nilai-nilai Pancasila harus ada dalam kehidupan masyarakat. Dengan begitu rasa persatuan dan kesatuan tetap terjaga, sehingga Indonesia maju serta Indonesia hebat bisa terwujud,” kata Ni Ketut Dewi Nadi.


Dengan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila ini, kata Ni Ketut Dewi Nadi, diharapkan masyarakat dapat mengimplementasikan di kehidupan sehari-hari. Sehingga, tidak ada perpecahan maupun perbedaan. “Yang ada satu bahwa kita Indonesia,” pungkasnya seperti dilansir tintainformasi. 



Share:

Mingrum Tekankan Pentingnya Digitalisasi Perekonomian


Bandar Lampung,-  Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung, Mingrum Gumay, menghadiri pembukaan Pekan Raya Lampung (PRL) 2023, di PKOR Way Halim, Sabtu, (7/10) malam. 


Kegiatan yang mengusung tema “Digitalisasi Perekonomian menuju Lampung Berjaya” ini digelar selama 15 hari, mulai tanggal 06 Oktober hingga 21 Oktober 2023.


Mingrum Gumay mengungkapkan, dalam era yang menggunakan teknologi secara digitalisasi, PRL 2023 bertujuan untuk mendorong inovasi berbasis digitalisasi dalam perekonomian daerah.


“Kita hidup di era digital, dan Lampung harus bergerak maju bersama waktu. Digitalisasi perekonomian adalah kunci menuju Lampung yang berdaulat dan berdaya saing tinggi,” ujar Mingrum.


Mingrum Gumay juga mengatakan, PRL akan menjadi wadah bagi para pelaku UMKM dan PKL untuk berkembang dan meningkatkan perekonomian daerah. Acara ini tidak hanya menjadi pameran seni dan budaya, tetapi juga menjadi panggung untuk mempromosikan produk-produk unggulan UMKM Lampung.


“Pekan Raya Lampung 2023 adalah wujud nyata dari kerja gotong-royong semua pihak dalam mempromosikan dan melestarikan kearifan lokal serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui UMKM. Kami berharap Pekan Raya ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Lampung,” ujar Mingrum Gumay.


PRL menjadi ajang tahunan yang dinantikan oleh warga Lampung dan wisatawan dari luar daerah. Pekan Raya Lampung menampilkan berbagai inovasi dalam hal pelayanan publik, 800 stan UMKM dan PKL, serta sektor industri lainnya. Terdapat sejumlah stan dan zona khusus yang didedikasikan untuk memamerkan teknologi terbaru, produk digital, dan startup lokal yang berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian digital di Lampung. (Lis/ndi)

Share:

DPRD Lampung Sampaikan Sejumlah Catatan Perbaikan Kepada Seluruh OPD Pemprov


Bandarlampung — DPRD Provinsi Lampung menyampaikan sejumlah catatan perbaikan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Lampung.


Salah satunya adalah untuk Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung untuk meningkatkan kinerja di sektor pariwisata.


Sekretaris Komisi V DPRD Lampung Mikdar Ilyas menyebut ada 6 catatan yang jadi PR (pekerjaan rumah) yang harus segera dijalankan oleh Disparekraf.


Yang pertama terkait kegiatan dan event wisata di Lampung agar dilakukan dengan kolaboratif menggandeng komunitas dan pihak swasta untuk mengatasi kekurangan anggaran dari pemerintah.


Kedua, perlu pengelolaan pariwisata harus berkelanjutan dari kolaborasi muti pihak. Baik eksekutif, legislatif, komunitas, dan wirausaha atau pebisnis.


“Pembangunan pariwisata perlu kerjasama lintas-dinas, antara lain dengan dinas yang menangani infrastruktur untuk menyediakan akses penunjang kawasan pariwisata,” jelas Mikdar Ilyas saat pembahasan Raperda APBD Provinsi Lampung 2023 beberapa waktu lalu.


Menurutnya, kendala dalam pembangunan akses infrastruktur khususnya jalan menuju destinasi pariwisata ada perbedaan kewenangan antara kabupaten/kota dan provinsi.


Kebanyakan jalan destinasi ada di bawah wewenang kabupaten/kota. Maka koordinasi dan kerjasama perlu dikuatkan.


Keempat adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pariwisata Lampung.


Mikdar menyebut perlu digelar bimbingan teknis (bimtek) di lokasi-lokasi destinasi sebagai salah satu program penting pengembangan wisata.


Substansi dan materi yang disampaikan dalam bimtek juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dari kawasan wisata/destinasi yang ada.


“Kelima OPD perlu menjabarkan teknis dana hibah dalam pelaporan triwulan serta visualisasi data perkembangan pelaksaan program. Sehingga informasi yang disampaikan bisa lebih jelas dan cepat ditangkap,” jelasnya.


Keenam, Disparekraf Lampung juga diminta melakukan evaluasi data pola kedatangan wisatawan khususnya untuk mengetahui keberlanjutan kunjungan dari wisatawan.


Hal ini berkaitan dengan imaji wisata Lampung di media sosial dan pengalaman riil dari wisatawan.


“Tingkat kunjungan ulang perlu diperiksa sebab ada kesan kunjungan wisatawan ke Lampung tidak berkelanjutan,” tandasnya seperti dilansir rilis.id


Share:

DPRD Lampung Umumkan Pengunduran Diri Chusnunia Chalim Dari Jabatan Wagub


Bandar Lampung - DPRD Provinsi Lampung secara resmi mengumumkan pengunduran diri Chusnunia Chalim dari jabatan Wakil Gubernur Lampung di rapat paripurna pada Senin (18/9/2023).

Pengunduran diri Chusnunia Chalim (Nunik) untuk memenuhi persyaratan maju sebagai Caleg di DPR RI pada Pilgub 2024 mendatang.

Wakil Ketua I DPRD Lampung, Elly Wahyuni mengatakan selanjutnya DPRD akan mengirimkan surat ke Kementerian Dalam Negeri untuk memproses pemberhentian Wagub Nunik.

“Tadi kita sudah mengumumkan, selanjutnya kita mengusulkan ke pusat agar mengeluarkan surat pemberhentiannya. Karena yang mengangkat dan memberhentikan gubernur wakil gubernur itukan pusat,” kata Elly Wahyuni di ruang kerjanya, Senin (18/9/2023).

Elly menyebut secepatnya DPRD Lampung akan mengirimkan surat itu ke Kemendagri.

“Ya secepatnya, kita bahas di rapim lalu kita sampaikan ke pusat agar disahkan pengunduran diri bu Wagub. Bisa jadi Bu Nunik juga sudah mengirimkan langsung surat pengunduran dirinya ke pusat,” ujarnya.

“Jadi surat ini kita sampaikan ke pusat untuk mengingatkan bahwa ini lho ada surat dari bu wagub, ayo keluarkan surat resminya agar disahkan menguduran dirinya,” tambah Elly seperti dilansir rilis.id.

Terkait kekosongan jabatan Wagub Lampung setelah ditinggal Nunik, menurut Elly tak perlu ada pengisian Penjabat (Pj) dari pusat.

“Kan kata gubernur dia biasa bekerja sendiri. Contoh sudah banyak, Lampung Utara kemarin begitu lama kekosongan wakil bupatinya bisa jalan. Lagian ini kan tidak lama, hanya hitungan bulan,” tutupnya.

Diketahui, Chusnunia Chalim sudah mengundurkan diri sejak 11 Agustus lalu. Sementara masa jabatan Gubernur dan Wagub Lampung berakhir pada Desember 2023.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Benni Irwan menyatakan Kemendagri tidak akan menugaskan Pj untuk mengisi kekosongan Wagub Lampung.

“Kan Pak Gubernur masih ada jadi nggak perlu, karena tetap ada pimpinan daerah. Kecuali kalau Pak Gubernurnya juga maju sebagai calon DPR bisa kita tugaskan Pj,” jelasnya.

Share:

Anggota DPRD Lampung Bantu Korban Kebakaran di Pesawaran


Pesawaran- DPD Partai Gerindra Provinsi Lampung, didampingi DPC Gerindra Pesawaran dan Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Lampung, pengurus dan sayap partai Prabowo Subianto ini datang dan berikan bantuan kepada korban kebakaran.


Diketahui, Kharis dan Sarinah warga Dusun Penengahan Desa Gedongtataan Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, menjadi korban kebakaran.


Mewakili DPD Partai Gerindra Lampung, sekaligus Wakil I Ketua DPRD Provinsi Lampung, Elly Wahyuni menyebut, pihaknya mengunjungi rumah korban musibah kebakaran sekaligus memberikan bantuan untuk meringankan beban mereka.


“Ini juga merupakan instruksi dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, agar semua kader Gerindra selalu peduli kepada warga masyarakat,” kata Anggota DPRD Lampung ini, Minggu 17 September 2023.


Dirinya menjelaskan, DPD, DPC dan PIRA Partai Gerindra selalu bekerjasama bahu-membahu untuk melaksanakan “Gerindra Peduli” guna membantu masyarakat yang terkena musibah.


“Untuk bantuan yang kita berikan ini, berupa beras, sembako, uang tunai, pakaian. Ya semoga sedikit bantuan yang kami berikan ini bisa meringankan dan bermanfaat untuk korban kebakaran,” jelasnya.


Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pesawaran Achmad Rico Julian mengatakan, pihaknya juga sudah melaporkan kejadian tersebut kepada badan-badan terkait untuk pengajuan bedah rumah.


“Ya kita upayakan supaya mereka bisa mendapat bedah rumah, sehingga rumah mereka dapat dibangun kembali,” katanya.


“Dirinya juga meminta kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati lagi dalam penggunaan listrik, sehingga tidak terjadi lagi hal-hal seperti ini,” pungkasnya.(Lis/ndi) 

Share:

Anggota DPRD Lampung: Selesaikan Konflik dengan Musyawarah


Minimalisir potensi terjadinya gesekan Konflik, menjadi topik pembahasan Wakil I Ketua DPRD Provinsi Lampung, Elly Wahyuni, saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) di Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Sabtu (16/9/23).


"Alhamdulillah, hari ini (Sabtu 16/9/23). Saya telah menggelar Sosperda di Kota Metro," ujarnya.


Politisi partai besutan Prabowo Subianto ini memilih, Peraturan Daerah (Perda) Rembug Desa dan Kelurahan untuk disiarkan di Kota Metro.


Alasanya, agar potensi terjadinya gesekan konflik ditengah masyarakat dapat diminimalisir dengan, pengetahuan regulasi terkait hal tersebut.


"Di dalam Perda ini mendorong masyarakat agar dapat menyelesaikan konflik dengan mengedepankan musyawarah," kata dia.


Dengan melibatkan pamong dan balai desa setempat, masyarakat diharap dapat menyelesaikan gesekan konflik yang terjadi, agar permasalahan yang terjadi ditengah masyarakat tidak meluas.


"Kalau konflik sudah meluas, tentu hal tersebut sulit untuk dikendalikan, maka kehadiran perda ini masyarakat diminta untuk melibatkan pamong dan pihak desa," ungkapnya.


Sementara, Bendahara DPD Partai Gerindra Lampung ini mendorong agar masyarakat dapat mencegah terjadinya konflik.


Dengan cara, mengimplementasikan nilai-nilai butir Pancasila seperti menerima perbedaan, dan saling gotong royong.


"Saya berharap agar masyarakat dapat mencegah potensi terjadinya konflik, dan dapat menyelesaikan konflik secara bijak," pungkasnya. (*)

Share:

Ade Utami Ibnu Komandoi Akuatik Indonesia Pengprov Lampung


Bandar Lampung - Akuatik Indonesia Pengurus Provinsi (Pengprov) Lampung menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) di Hotel Batika, Bandarlampung, Sabtu (16/09/2023).

Dalam kesempatan itu, Ade Utami Ibnu yang juga Anggota DPRD Lampung ini kembali terpilih untuk periode kedua sebagai Ketua Akuatik Indonesia Pengprov Lampung periode 2023-2027.

Untuk diketahui, Akuatik Indonesia merupakan pembaruan dari Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) yang merupakan induk olahraga renang di Indonesia.

Hal ini mengikuti perubahan nama dunia untuk cabang olahraga renang.

Dalam kesempatan itu, Ade mengucapkan terimakasih karena kembali dipercaya sebagai ketua untuk menjalankan roda organisasi renang di Lampung.

"Terimakasih atas kepercayaannya, kita akan mempersiapkan roadmap renang ke depan untuk menatap PON 2024, 2028, dan seterusnya. Kita berharap dunia renang Lampung bisa melangkah lebih jauh dan berkibar," ujarnya seperti dilansir radarmetro.disway.id.

Ia meyakinkan kepada seluruh pengurus Akuatik Indonesia baik pengkot dan pengkab bahwa kepengurusan yang dibentuk akan menyerap aspirasi dari seluruh daerah.

"Ini penting untuk keterbukaan dan bisa menjadi salah satu cara mengembangkan dunia renang di Lampung, yakni dengan transparansi selain dengan program atau roadmap yang akan kita siapkan," jelasnya.

Ade mengaku diberi waktu selama lima belas hari oleng pimpinan sidang untuk menyelesaikan kepengurusan Akuatik Indonesia Pengprov Lampung ini.

"Salah satu target utama kita, Lampung punya kolam prestasi. Khusus kolam prestasi di periode kedua kepemimpinan saya ini," jelas Ade.

Share:

Ade Utami: Kita Akan Mempersiapkan Roadmap Renang


Bandar Lampung - Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI), secara resmi mengganti namanya menjadi Akuatik Indonesia.


Kabid Organisasi PB Akuatik Indonesia, Ade Syam Tjahjadi mengatakan, perubahan nama ini filosofinya sesuai dengan federasi dunia dari FINA ke World Aquatik.


Perubahan nama tersebut ditindaklanjuti juga pada tingkat Asia. Nantinya, Akuatik ini menaungi lebih dari dua macam olahraga.


"Tidak hanya murni renang saja, tapi ada lompat indah artistik, polo air dan open water swiming serta beberapa olahraga baru yang belum dikembangkan. Tapi secepatnya akan dikembangkan di Indonesia seperti free diving dan renang master," katanya dalam Musprov ke ll Akuatik Indonesia seperti dilansir rilis.id, Sabtu (16/9/2023).


Atas hal tersebut, maka ditindaklanjuti ke tingkat forum Munassus PB PRSI sekarang dan resmi diketuk jadi akuatik Indonesia.

Ia menyampaikan, Lampung merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi besar, khususnya pada olahraga akuatik.


Menurutnya, perlu ada mapping dimasing-masing daerah guna melihat siapa yang memiliki potensi pengembangan berbagai macam olahraga.


"Ada satu daerah di Lampung banyak dikelilingi laut, nanti bisa dikembangkan olahraga open water swimming. Karena merupakan pencapaian medali dalam even nasional dan internasional," ujarnya.

Diketahui Pengprov Lampung menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) di Hotel Batika, Bandarlampung, Sabtu (16/09). 


Ade Utami Ibnu yang juga Anggota DPRD Lampung ini kembali terpilih untuk periode kedua sebagai Ketua Akuatik Indonesia Pengprov Lampung periode 2023-2027.


Ade mengucapkan terimakasih karena kembali dipercaya sebagai ketua untuk menjalankan roda organisasi renang di Lampung. 


"Terimakasih atas kepercayaannya, kita akan mempersiapkan roadmap renang ke depan untuk menatap PON 2024, 2028, dan seterusnya. Kita berharap dunia renang Lampung bisa melangkah lebih jauh dan berkibar," ujarnya. 





Share:

Anggota DPRD Lampung Mardiana Reses di Lampura dan Way Kanan


Bandar Lampung — Serap aspirasi menjadi tugas pokok Anggota DPRD Provinsi Lampung tahap III tahun 2023, dengan tujuan mengetahui secara langsung sejumlah keluhan warga, untuk menyelaraskan pembangunan di seluruh daerah. 


Saat ditemui di kantor, Anggota Fraksi Nasdem DPRD Provinsi Lampung, Mardiana mengatakan selama delapan hari turun menyapa masyarakat sesuai Daerah Pemilihan (Dapil), yaitu Kabupaten Lampung Utara dan Waykanan. 


“Alhamdulillah, pekan kemarin saya turun bersilaturahmi dengan masyarakat. Banyak, keluhan warga yang disampaikan,” kata Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Mardiana. Selasa (12/09/2023). 


Tercatat, kata Kakak Mardiana sapaan akrabnya mengungkapkan, aspirasi yang diutarakan ta) warga, Kecamatan Tanjung Raja, Kecamat () Abung Tengah, dan Kecamatan Abung Barat. diantaranya. Perbaikan jalan desa, pengadaan sanitasi Desa (MCK), bedah Rumah, P3A, dan jaringan irigasi. 


Yang pasti, tambah Garnita NasDem Lampung tersebut melanjutkan. Ketika bisa diupayakan masuk dalam anggaran perubahan, akan menjadi prioritas untuk direalisasikan. Tetapi, kalau pun tidak bisa. Diusahakan masuk dalam anggara murni 2024. 


“Kita akan koordinasikan dengan masing-masing dinas terkait, kalau bisa masuk di perubahan. Tapi, minimal sudah masuk dalam perencanaan," ujarnya seperti dilansir WARTAPOST.CO.ID, 


Share:

Anggota DPRD Lampung Elly Wahyuni: Warga Resah Sembako Naik


Bandar Lampung- Harga sembako merangkak naik pasca fenomena El Nino, menjadi topik pembahasan Wakil I Ketua DPRD Lampung, Elly Wahyuni saat menggelar reses di Kelurahan Rejo Mulyo, Kecamatan Metro Selatan, Kota Metro.


"Alhamdulillah, banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat salah satunya soal harga sembako yang naik," ujarnya kemarin.


Dia menjelaskan, kenaikan harga sembako tentu hal tersebut diresahkan para masyarakat, terlebih pasca fenomena El Nino.


"Tentunya masyarakat resah dengan adanya kenaikan harga sembako ini," kata dia.


Sementara, selain harga kebutuhan pokok naik, politisi Partai Gerindra ini menyebut pelaku usaha mempertanyakan bantuan UMKM.


"Pelaku usaha UMKM banyak yang mempertanyakan adanya bantuan UMKM," ungkapnya.


Kader partai besutan Prabowo Subianto ini meminta agar, pemerintah dapat menyalurkan bantuan untuk UMKM secara merata. Agar masyarakat khususnya pelaku UMKM dapat merakan kehadiran pemerintah. (Lis/ndi)

Share:

Antisipasi El Nino, Budhi Condrowati Dorong Pemprov Alokasikan Anggaran


Bandarlampung ): Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPD PDI Perjuangan Lampung Budhi Condrowati meminta Pemerintah Provinsi Lampung memperhatikan anggaran untuk mengantisipasi dan mengatasi dampak dari bencana El Nino atau kekeringan.

Hal tersebut disampaikan Budhi Condrowati usai melaksanakan rapat rutin DPD PDI Perjuangan Lampung, di Kantor DPD Partai setempat, Jl. Pangeran Emir Moh. Noer Kecamatan Teluk Betung Utara Kota Bandar Lampung, Jumat (15/9).

Condro mengatakan, dampak dari bencana El Nino sangat memprihatinkan seperti kekeringan yang menyebabkan menurunnya produktivitas pangan hingga kebakaran. Dan ini tentu lebih berdampak kepada petani khususnya di Provinsi Lampung.

“Karena memang dampak dari El Nino ini kaitannya dengan persoalan pangan dan air, artinya dalam produksi pertanian terganggu kemudian produktivitasnya menurun, dan karena musimnya sangat panas seperti ini jelas menjadi potensi gagal panen karena sawah yang kekeringan, tentu ini merugikan para petani kita” kata Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung ini.

Hal tersebut juga, menurutnya, akan berdampak pada harga jual karena ketersediaan pangan menipis sehingga terjadi kelangkaan.

“Kemudian jelas namanya hukum dagang, apabila barang langka tentu harga juga akan naik, seperti yang saat ini terjadi pada beras dari yang harga sebelumnya sekitar 10 ribuan saat ini naik hingga Rp12 ribu sampai Rp13 ribu per kilogram,” tambahnya.

Maka dari itu, Budhi Condrowati meminta Pemprov Lampung agar lebih memperhatikan dalam mengalokasikan anggaran untuk menangani El Nino dan beri solusi dengan terobosan baru dalam permasalahan pertanian dan persediaan air.
Share:

DPRD Lampung Sebut Dana Bosda Kecil


Bandar Lampung - Besaran Bosda Rp10 miliar menurut Sekretaris Komisi V DPRD Lampung Mikdar Ilyas masih terlalu minim. 

Maka Pemprov Lampung harus menambah anggaran karena jumlah siswa penerimanya sangat sedikit.

"Anggaran Bosda itu kan sangat kecil, maka rekomendasi Komisi V kita minta supaya dana Bosda ditingkatkan. Karena itu sangat membantu siswa SMA SMK yang tidak mampu,” kata Mikdar.


Politisi Gerindra Lampung ini mengatakan, di Kota Bandarlampung saja penerima Bosda tidak sampai 300 siswa. Sementara di beberapa daerah lain, jumlah penerima bantuan ini kisarannya hanya 30 sampai 40 siswa.

" sudah ditetapkan. Maka Komisi V DPRD Lampung meminta agar penambahan Bosda dilakukan mulai tahun 2024.


“Sekarang tidak memungkinkan lagi tapi kita minta tahun depan harus jadi perhatian Pemprov Lampung. Kita berharap semaksimal mungkin agar membantu masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya. 


Diketahui, Provinsi Lampung tahun ini menganggarkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) sebesar Rp10,11 miliar.


Bosda ini terdiri dari anggaran untuk SMA sebesar Rp4,32 miliar dan SMK Rp5,79 miliar.


Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Tommy Efra Hendarta mengatakan dana Bosda dari APBD Lampung untuk menambah dana BOS dari APBN.


“Dana Bosda ini memang sudah dianggarkan oleh Pemprov Lampung untuk tahun 2023 ini. Tapi penyalurannya masih menunggu juknis,” katanya usai menghadiri hearing di Komisi V DPRD Lampung Rabu (13/9/2023).(ndi) 




Share:

DPRD Lampung Bahas Dana BOS saat RDP Bersama Disdik


Bandar Lampung – Komisi V DPRD Provinsi Lampung bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, membahas 3 poin penting dalam rapat dengar pendapat, yang digelar di ruang rapat komisi, Rabu (13/09/2023).

“Tadi, kita RDP dengan Disdik. Dan dalam pembahasan tadi, kita melakukan pendalaman tentang tiga poin penting. Yang menurut kami, harus segera di carikan solusinya,” kata Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, usai memimpin rapat.

Ketiga poin penting tersebut, yaitu. Pertama, membahas tentang Bantuan siswa miskin yang berasal dari anggaran BOS. Dengan, fokus menambah jumlah penerima di masing-masing sekolah. Sebab, dari hasil temuan turun kemasyarakat bahwa jumlah penerima yang berada di daerah, hanya kisaran 30-40 siswa, dan untuk Bandar Lampung kisaran kurang lebih 200 siswa. Dengan besaran bantuan, sebesar 600-700 ribu/siswa.

“Ini sangat tidak relevan dengan kenyataan yang ada. Karena, setiap warga negara memiliki hak atas pendidikan, yang jelas dijamin oleh negara sesuai peraturan yang ada. Sehingga, kami mendorong Dinas terkait menambah volume jumlah siswa penerima,” kata Mikdar seperti dilansir Kinni.id.

Kemudian yang kedua, Komisi V mendorong penambahan atau pembangunan sarana prasarana sekolah (gedung), di seluruh daerah. Sebab, berdasarkan hasil temuan teman-teman anggota DPRD, jumlah sekolah di Daerah khususnya tingkat SMA/SMK sederajat belum merata.

“Tadi, kita sampaikan, agar Dinas aktif mengecek di masing-masing daerah. Agar, pemerataan sekolah tingkat SLTA bisa terasa hingga daerah. Walaupun, Dinas tadi bilang bukan ranah mereka, dan ramah kementerian. Tapi, setidaknya carikan solusinya, dengan konsultasi ke pihak terkait,” ujarnya.

Selanjutnya, yang ketiga. Komisi V mendesak kepada Disdik untuk segera menindak lanjuti soal P3K ke Kementerian, agar menerbitkan SK. Karena, DPRD sudah menganggarkan dengan peruntukan 1007 tenaga pendidik.

“Kami mendesak Disdik untuk aktif, tentang penerimaan P3K. Karena, alhamdulillah, DPRD sudah menganggarkan. Kami minta dalam waktu dekat ada ketegasan,” ungkapnya. (Kn)

Share:

DPRD Lampung Sikapi Nasib Ribuan PPPK Guru


Bandar Lampung - Sebanyak 1.007 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru di Pemprov Lampung telah lulus tes tahun 2022. Namun sampai saat ini belum dilantik.

Hal ini pun mendapat perhatian dari Komisi V DPRD Lampung, dan mendorong agar Pemprov secepatnya melantik dan menyerahkan SK para PPPK yang sudah lulus.

Sekretaris Komisi V DPRD Lampung Mikdar Ilyas mengatakan ada 1.425 guru PPPK Pemprov Lampung, namun yang menerima SK baru 418 orang.

"Jadi 1.007 orang PPPK sampai saat ini belum dilantik dan belum mendapat SK. Ini yang kita minta agar segera di-SK-kan, karena ternyata anggaran untuk gajinya sudah tersedia,” kata Mikdar usai hearing dengan Disdikbud Lampung, Rabu (13/9/2023).

Menurut Mikdar, dana untuk gaji PPPK sudah disiapkan di APBD Perubahan 2023 ini sekitar Rp 69,2 miliar. Dana itu untuk gaji selama 3 bulan di tahun 2023.
"Artinya dana itu kan untuk gaji bulan Oktober, November dan Desember. Maka kita minta agar dilantik pada September atau Oktober mendatang,” ujarnya seperti dilansir rilis.id.

Terkait rencana penerimaan PPPK tahun ini, menurut Mikdar kuotanya tidak termasuk dengan 1.007 PPPK yang telah lulus. Tetapi untuk formasi baru.

“Bahwa yang akan ada tes lagi tahun ini bukan termasuk 1.007 yang sudah lulus tes lalu, tapi untuk yang baru. Jadi itu penambahan, karena kalau yang 1.007 itu disuruh tes lagi ya sia-sia dong, mereka itu sudah clear tinggal SK-nya saja,” jelas dia.




Share:

Kostiana Serap Aspirasi Masyarakat Bandar Lampung


Bandarlampung – Mengisi reses tahap kedua, Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi PDI Perjuangan Kostiana, melaksanakan kegiatan reses dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat di Kelurahan Kelapa Tiga, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandarlampung, Kamis ( 14/9/2023 ).

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lampung, Kostiana mengatakan kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat diperuntukkan untuk mendengar apa yang menjadi keluhan dan apa yang diinginkan masyarakat.

”Silahkan Bapak dan Ibu untuk menyampaikan aspirasinya. semua usulan yang sudah disampaikan saya akan catat selanjutnya akan saya sampaikan pada Pemerintah untuk ditindaklanjuti, ” katanya seperti dilansir Kinni.id.

Berbagai aspirasi disampaikan oleh masyarakat dalam reses tersebut, mulai infrastruktur hingga lapangan.

Menanggapi aspirasi dari para konstituennya, Kostiana mengungkapkan, dirinya akan berusaha untuk memperjuangkan apa yang diinginkan masyarakat setempat.

Sementara, Agung salah satu warga yang menyampaikan aspirasi dan ucapan terimakasih karena Kostiana Anggota DPRD sudah hadir di daerahnya untuk mendengarkan aspirasi masyarakat kelurahan Kelapa Tiga permai.

” Semoga dengan hadirnya ibu Kostiana dapat merealisasikan apa saja yang menjadi aspirasi dari kami warga masyarakat Kelurahan Kelapa Tiga Permai.

Kegiatan reses tersebut dihadiri oleh Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Perangkat Desa dan juga Masyarakat sekitar.

Share:

Anggota DPRD Lampung Watoni: Pemerintah Harus Tegas Hentikan Proyek Reklamasi PT.SJIM


Bandarlampung – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung meminta agar Dinas Kelautan dan Perikanan menyetop pengerjaan proyek reklamasi PT. Sinar Jaya Inti Mulya (SJIM) yang berada di bibir pantai, Kelurahan Karang Maritim, Kecamatan Panjang, Kota Bandarlampung.

Pasalnya, reklamasi tersebut diduga belum kantongi izin dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) maupun Dinas Perhubungan Provinsi Lampung.

Anggota Komisi 1 DPRD Lampung Watoni Noerdin mengatakan jika perusahaan tersebut tidak memiliki izin maka sudah pantas kegiatan mereka dihentikan, tidak ada yang boleh beroperasi.

“Kita ini negara hukum, harus taat hukum, segala sesuatu yang dilakukan harus memiliki izin dalam hal ini Kementerian Kelautan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung,” ujarnya, Rabu (13/9/2023).

Menurutnya pihak perusahaan PT. SJIM jangan main kucing-kucingan dengan pemerintah. Mereka harus taat dengan aturan yang berlaku. Sebab proyek Reklamasi harus mendapat persetujuan Dinas Perhubungan dan Dinas Kelautan Perikanan (DKP).

“Jangan perusahaan jalan dulu reklamasi, atau reklamasi kalau tidak ketahuan labas, tidak boleh seperti ini kita harus ikuti aturan mainnya,” katanya seperti dilansir Kinni.id

Ia melanjutkan, reklamasi yang diperkirakan lebih dari sepuluh hektare ini tidak bisa dianggap sebelah mata. Dampak ke depan yang akan ditimbulkan karena reklamasi PT. SJIM cukup beresiko.

Terutama merusak biota laut, seperti trumbu karang, mata pencarian nelayan ikan menurun drastis dan lainnya.”Sertifikat amdalnya mana, UKL, UPL, amdal lalinnya mana, karena dampak lalu lintas alat berat yang menghasilkan polisi itu juga perlu dipertimbangkan,” katanya.

Kemudian, kata Fraksi PDI-Perjuangan ini mengatakan limbah yang dihasilkan dikhawatirkan nanti akan mencemari bibir pantai pesisir Lampung. Oleh sebab itu perlunya tim yang mengevaluasi kegiatan reklamasi ini.

“Nanti tim dari Kementerian Kelautan yang akan melakukan evaluasi apakah diperbolehkan atau tidak, “katanya.

Menurutnya dalam waktu dekat Komisi 1 DPRD Lampung akan melakukan pemanggilan terhadap Dinas Perhubungan dan Dinas Kelautan dan Perikanan.

Tak hanya itu pihaknya juga akan turun ke lapangan melakukan pengecekan proyek reklamasi yang sedang bermasalah ini.

“Untuk membahas permasalahan reklamasi ini, setelah itu kita panggil pihak perusahaan dan baru terjun langsung ke lapangan,”katanya.

Sebelumnya warga yang tinggal di sekitar Pesisir Panjang, tepatnya di Kelurahan Karang Maritim, Kota Bandar Lampung mengeluhkan adanya aktivitas reklamasi pantai yang diduga dilakukan oleh salah satu perusahaan swasta di sekitar lokasi. Reklamasi itu menyebabkan tangkapan ikan nelayan berkurang.

Berdasarkan pantauan di sekitar lokasi, ada beberapa alat berat yang sedang mengeruk pasir pantai di pesisir Panjang. Tak hanya itu, terlihat juga mobil-mobil besar hilir mudik mengangkut tanah untuk menimbun sekita bibir pantai itu.(kn)

Share:

Sekretaris Komisi V DPRD Lampung Sikapi Dana Bosda


Bandar Lampung - Provinsi Lampung tahun ini menganggarkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) sebesar Rp10,11 miliar.


Bosda ini terdiri dari anggaran untuk SMA sebesar Rp4,32 miliar dan SMK Rp5,79 miliar.


Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Tommy Efra Hendarta mengatakan dana Bosda dari APBD Lampung untuk menambah dana BOS dari APBN.


“Dana Bosda ini memang sudah dianggarkan oleh Pemprov Lampung untuk tahun 2023 ini. Tapi penyalurannya masih menunggu juknis,” katanya usai menghadiri hearing di Komisi V DPRD Lampung Rabu (13/9/2023).


Tommy menjelaskan untuk dana Bosda 2022, seluruh sekolah mendapatkan anggaran, baik sekolah swasta maupun negeri.


Namun untuk tahun ini dipastikan tidak semua sekolah menerima Bosda karena anggarannya yang berkurang.

Diperkirakan hanya sekitar 3 sampai 5 persen sekolah yang mendapatnya. Selain itu, kebanyakan sekolah swasta juga menolak untuk menerima Bosda.


“Jadi kami mengajukan surat ke sekolah-sekolah kalau dana Bosda akan disalurkan. Ada yang menerima dan menolak, karena memang hanya beberapa persen dari anggaran. Negeri semua menerima, yang menolak khususnya sekolah swasta," ucapnya seperti dilansir rilis.id.


Adapun pencairan Bosda tahun ini direncanakan bulan Oktober atau Desember. Sementara peruntukannya hanya untuk kebutuhan siswa, tidak diperbolehkan untuk pegawai.


Namun besaran Bosda Rp10 miliar ini menurut Sekretaris Komisi V DPRD Lampung Mikdar Ilyas masih terlalu minim. 

Maka Pemprov Lampung harus menambah anggaran karena jumlah siswa penerimanya sangat sedikit.

"Anggaran Bosda itu kan sangat kecil, maka rekomendasi Komisi V kita minta supaya dana Bosda ditingkatkan. Karena itu sangat membantu siswa SMA SMK yang tidak mampu,” kata Mikdar.


Ia mencontohkan, di Kota Bandarlampung saja penerima Bosda tidak sampai 300 siswa. Sementara di beberapa daerah lain, jumlah penerima bantuan ini kisarannya hanya 30 sampai 40 siswa.

" sudah ditetapkan. Maka Komisi V DPRD Lampung meminta agar penambahan Bosda dilakukan mulai tahun 2024.


“Sekarang tidak memungkinkan lagi tapi kita minta tahun depan harus jadi perhatian Pemprov Lampung. Kita berharap semaksimal mungkin agar membantu masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya. (*)






Share:

DPRD Lampung Minta Pemprov Secepatnya Isi Jabatan Kadis Kesehatan


Komisi V DPRD Provinsi Lampung meminta Pemprov secepatnya mengisi kekosongan jabatan Kepala Dinas Kesehatan.


Setelah ditinggal Reihana pada 1 September lalu karena pensiun, jabatan Kadiskes Lampung belum diisi pejabat definitif.


Posisinya masih diisi Pelaksana harian (Plh) yaitu Efendi Suhaimi yang sebelumnya adalah Sekretaris Diskes Lampung.


“Dinas Kesehatan ini mitra kerjanya Komisi V. Tentu kita sangat berharap kepada Gubernur supaya secepatnya mendapatkan pengganti dari Kepala Dinas Kesehatan yang sudah masuk masa pensiun,” kata Sekretaris Komisi V DPRD Lampung, Mikdar Ilyas, Selasa (12/9/2023).


Mikdar menyebut kekosongan jabatan kadis akan sangat berpengaruh pada kinerja OPD tersebut. Terlebih banyak kebijakan penting terkait kesehatan masyarakat yang harus dijalankan.


“Kalau kadisnya kosong OPDnya seperti ayam kehilangan induk. Jadi harus ada yang membimbing, membina dan bertanggungjawab pada dinas terkait. Apalagi sekarang kita sedang pendalaman anggaran di dinas masing-masing,” kata Mikdar.

"Kalau tidak ada kepala dinas, siapa nanti yang bertanggungjawab pada anggaraan? Maka kita berharap supaya secepatnya kadis kesehatan ini dapat terwujud untuk memaksimalkan fungsinya ke depan,” ucapnya seperti dilansir rilis.id.


Ia pun berharap agar pejabat yang mengisi posisi Kadiskes adalah definitif, bukan Plt ataupun Plh.


“Kalau kita berharap langsung diisi definitif, tentunya dengan prosedur seleksi yang benar. Kalau sudah definitif bisa menjalankan tugas dan tanggungjawabnya semaksimal mungkin,” tutupnya.(red) 




Share:

Reses Jauharoh Warga Curhat soal Pendidikan dan BPJS Warga Lamteng


Bandarlampung – Aspirasi masyarakat Kabupaten Lampung Tengah, menjadi catatan anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Jauharoh Hadad, usai menggelar reses tahap III tahun 2023.


“Ya, kita baru saja menyelesaikan agenda reses. Yang mana masa istirahat, kami maksimalkan untuk bertemu, dan bersilaturahmi dengan masyarakat sesuai Dapil,” kata Anggota Fraksi PKB DPRD Provinsi Lampung, Jauharoh Hadad, Senin (11/9/2023).


Menurutnya, silaturahmi yang dikemas dalam kegiatan reses kemaren. Tercatat, ada dua hal sangat penting dan mayoritas dikeluhkan warga Lampung Tengah. Yaitu, BPJS Kesehatan dan tidak adanya SMAN di sejumlah kecamatan.


“Sudah kita catat, dan harus kita tidak lanjuti. Untuk diperjuangkan, apalagi soal Kesehatan dan Pendidikan sangat mendasar yang harus diutamakan,” ungkapnya seperti dilansir Kinni.id.


Lebih lanjut, Muslimat NU Kabupaten Lampung Tengah tersebut mengaku disektor pendidikan, terkendala sistem zonasi yang digunakan pada PPDB. Sementara, warga yang berada di perbatasan kecamatan, tidak dapat kuota zonasi.


“Maka, solusinya adalah ini diusulkan setiap kecamatan harus ada sekolahan SMA. Ini nanti kita komunikasikan ke dinas pendidikan,” ungkapnya.


Sebagai contoh, di Kecamatan Bekri Lampung Tengah, hingga saat ini belum ada SMAN, yang seyogyanya harus ada.


“Ini makanya diusulkan supaya adanya SMA di daerah tersebut,” kata Jauharoh.


Sementara, tambah Jauharoh. Untuk BPJS kesehatan yang dari pemerintah. Mayoritas, warga susah menggunakan untuk pengobatan. Hal tersebut, disebabkan tidak aktif dan tidak bisa digunakan.


“Kalau soal ini, solusinya ada di warganya sendiri. Karena, 2 bulan saja tidak digunakan di Puskesmas atau Rumah Sakit. Maka, akan non-aktif. Nah, namanya gratis pasti untuk kembali dipakai itu harus mendaftarkan kembali di mana dia dicantumkan di BPJS kesehatan tersebut. Kami, sudah kasih solusi, bisa lewat saya atau mengurus sendiri,” ujarnya.(red)

Share:

Angga Satria Pratama Kunjungi Dapil


Pringsewu -- Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Demokrat Angga Satria Pratama berkunjung ke daerah pemilihan (dapil)-nya untuk melakukan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila.

Sosialisasi berlangsung di Sekretariat Kwarcab Pramuka Kabupaten Pringsewu, Sabtu (9-9-2023). Dihadiri sekitar pengurus dan anggota pramuka setempat.

Selain menyampaikan materi sosialisasi, Angga juga berdialog dan menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan peserta yang mayoritas generasi muda.

Menurut Angga yang juga Wakil Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Lampung, kegiatan ini untuk untuk lebih meningkatkan pemahaman nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dikatakan, Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat istiadat, agama dan kepercayaan yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia.

"Maka kita wajib mempertahankan ideologi Pancasila guna menjaga bangsa dan Negara Indonesia dari pengaruh yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan. Apalagi sebagai generasi muda dalam wadah Pramuka,"ujarnya.

Menurutnya, pemberian materi tersebut merupakan salah satu upaya pihaknya juga pemerintah dalam menjaga dan memberikan pemahaman yang benar terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam setiap butir Pancasila kususnya kepada generasi muda.

"Pramuka sebagai kawula muda memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan nilai Pancasila. Sebab nasib sebuah bangsa tergantung generasi penerusnya yakni para generasi muda," ungkapnya seperti dilansir harian momentum.

Angga juga meminta kepada anggota dan jajaran Pramuka di Kabupaten Pringsewu terus berkiprah dan berinovasi serta berkreasi positif demi menghasilkan karya nyata guna mendukung pembangunan disegala aspek dan bidang.

"Kepada jajaran Pramuka di Pringsewu tetap menjalin kebersamaan, kekeluargaan dan selalu menjaga kekompakan, jangan sampai terjadi perpecahan karena hanya masalah informasi hoax yang tidak bisa dipertanggung jawabkan,"pinta Angga Satria Pratama.

Pada kesempatan itu, Angga juga memberikan bantuan guna melanjutkan pembangunan Gedung Kwarcab  Pramuka Kabupaten Pringsewu yang berlokasi di Pekon Podomoro, Kecamatan Pringsewu.

"Jangan dilihat nilainya, sebab saya juga anggota Pramuka, merasa peduli dan wajib  membantunya agar gedung tersebut cepat selesai dan dapat dipergunakan," imbuhnya.

Share:

Budiman AS Hadiri Syukuran HUT ke-22 Demokrat


Bandarlampung - DPC Partai Demokrat Bandarlampung potong tumpeng dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Partai berlambang bintang mercy tersebut yang diikuti seratusan kader DPC setempat.


Ketua DPC Demokrat Bandarlampung Budiman AS mengatakan HUT ke-22 Partai Demokrat jatuh pada hari ini Sabtu (9/9) dan diperingati serentak oleh seluruh kader di Indonesia.


“Kami berharap di HUT 22 tahun ini, Partai Demokrat semakin solid dan dicintai oleh rakyatnya, terutama jelang pelaksanaan Pemilu 2024 yang semakin dekat,” ujar Budiman AS yang juga Anggota DPRD Provinsi Lampung ini.



Budiman menjelaskan, pihaknya tidak mau berlarut-larut atas dinamika politik beberapa waktu lalu terkait manuver politik Anies Baswedan.


“Kemarin ada pembelajaran berharga bagi langkah Partai Demokrat berikutnya, kami tidak ingin berlarut-larut dengan kejadian kemarin karena pelaksanaan Pemilu 2024 sudah semakin dekat,” katanya.


Untuk itu, dirinya percaya dan akan loyal serta patuh dan taat kepada perintah partai terkait arah politik partainya di Pilpres ke depan. “Apapun keputusan partai itu yang terbaik dan sebagai kader yang loyal dan taat, kita siap jalankan,” ucap Budiman.


“Tidak lupa saya ucapkan juga selamat hari lahir untuk Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Pak SBY yang ke-74 tahun, semoga selalu diberikan kesehatan,” ucap Budiman. (LW)



Share:

Anggota Komisi III DPRD Lampung Reses di Jati Agung


Lampung Selatan - Roadshow kunjungan dapil (Reses) anggota Komisi III DPRD Lampung M. Junaidi, masih berlanjut.

Anggota Fraksi Demokrat itu, Rabu (06/09/2023) kembali mengunjungi konstituennya di tiga titik se-Kecamatan Jati Agung, yakni di Desa Sidodadi Asri, Margo Mulyo dan Desa Margo Rejo.

Ketua DPC Partai Demokrat Lampung Selatan itu tidak datang sendiri, selain didampingi vokalis Andika Kangen Band, dia juga membawa beberapa artis lain.

Di antaranya Syahriadi Barabai penyanyi dangdut jebolan Dangdut Academi Indosiar serta penyanyi sekaligus musisi beken Tegar Panggabean.

Menariknya turut hadir dan jadi pembicara mantan anggota DPRD Lampung Haidir Bujung yang diketahui berencana maju sebagai anggota DPD RI.
Mengenakan kemeja biru dan kopiah khas Lampung Wakil Ketua PWNU Priode 2018-2023 itu terlihat membaur serta turut memberikan sambutan.

Di tiga lokasi kunjungan dapil kali ini, Bung Adi menjelaskan fungsi-fungsi dari DPRD. Dijelaskannya, fungsi DPRD adalah legislasi, berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah. Anggaran, kewenangan dalam hal anggaran daerah (APBD).

“Dan ketiga fungsinya adalah pengawasan, kewenangan mengontrol pelaksanaan perda dan peraturan lainnya serta kebijakan pemerintah daerah,” urainya.

Dijelaskannya dirinya baru dilantik menjadi anggota DPRD Lampung pada 24 Agustus lalu, sebagai anggota dewan hasil pergantian waktu (PAW).
“Jadi belum ada sebulan saya jadi anggota dewan. Masih sangat baru dan masih menyesuaikan diri. Ibarat gigi saya masih gigi susu. Tapi kendati baru saya bulatkan tekad, untuk berkomitmen memperjuangkan aspirasi warga Lampung Selatan, khususnya Jati Agung ini,” ungkapnya.

Sementara itu Andika Kangen Band yang diketahui berencana maju mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dengan no urut 5, pada sambutannya memohon agar diberikan kesempatan berjuang bersama Partai Demokrat untuk menjadi anggota DPR.

“Saya sebagai warga Lampung terpanggil untuk memajukan daerah sendiri. Berikan kesempatan ke saya untuk mewujudkan itu. Jika ada Caleg yang berasal dari daerah sendiri mengapa harus pilih yang dari luar provinsi sana,” ujarnya seperti dilansir PEMBARUAN.ID.
Share:

Kostiana Dicurhati Jalan Rusak, Talud sampai Rukun Kematian


Bandarlampung : Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil Bandarlampung Kostiana kembali turun ke masyarakat dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat atau giat reses tahap 3 tahun 2023.

Dalam acara yang digelar di Jalan Tupai Gg.Swadaya RT 02 LK 1 Kedaton Bandarlampung, Kostiana yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan Lampung ini dikeluhkan masalah infrastruktur.

“Alhamdulillah hari ini saya berjumpa dengan para warga Jalan Tupai Kedaton. Dalam pertemuan tersebut, mereka mengeluhkan masalah perbaikan jalan Romeo RT II Lingkungan I,” jelas Kostiana.

Sekretaris Komisi I DPRD Lampung ini juga mengungkapkan, warga setempat juga meminta untuk dibuatkan talud di RT 2, 4, 6, 8 dan 10 Lingkungan 1.

“Warga juga meminta bantuan untuk keperluan Rukun kematian di Lingkungan I seperti kursi plastik, ember besar, tempat mandikan jenazah dan lain-lain,” jelas Kostiana.

Menyikapi aspirasi- aspirasi yang datang pada hari ini, Kostiana berjanji bakal menindaklanjuti hal tersebut melalui pokok pikiran (E-pokir) di tahun anggaran mendatang. (LW)

Share:

Anggota DPRD Lampung Reses di Seputih Raman


Lampung Tengah : Anggota DPRD Provinsi Lampung Ni Ketut Dewi Nadi kembali turun ke masyarakat dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat atau giat reses tahap 3 tahun 2023.


Dalam acara yang digelar di Kampung Rama Dewa dan Kampung Rama Gunawan, Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah (6/9) ini, turut dihadiri Kepala Kampung Rama Gunawan Bambang Wiejanarko dan Kepala Kampung Rama Dewa Bagus Gede Yama, serta dihadiri anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah Ni Made Winarti.


Peserta reses tersebut berasal dari ibu-ibu senam dan komunitas wanita tangguh (KWT) Kecamatan setempat.


Dalam reses tersebut, Ketut Dewi Nadi yang merupakan anggota Komisi I DPRD Lampung ini dicurhati berbagai aspirasi seperti permintaan ternak kambing, ikan dan babi serta perbaikan jalan lingkungan, drainase dan sumur bor.


“Hari ini kita melanjutkan giat reses atau serap aspirasi masyarakat di dua kampung yakni Kampung Rama Dewa dan Kampung Rama Gunawan. Banyak aspirasi yang masuk dari masyarakat seperti infrastruktur jalan rusak, minimnya air bersih hingga permintaan ternak dari warga,” jelas Srikandi PDI Perjuangan Lampung ini.



Menanggapi keluhan-keluhan itu semua, Bendahara Fraksi PDI Perjuangan Lampung ini mengaku siap mengakomodir untuk ditindaklanjuti di program kerja tahun anggaran mendatang. “Doakan agar aspirasi ini semua bisa terealisasi di program kerja tahun anggaran mendatang. Sebab, sebagai wakil rakyat sudah sewajibnya kita melayani rakyat, termasuk menindaklanjuti keluh kesah rakyat,” pungkasnya. (LW)

Share:

Ketut Dewi Nadi Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga


Lampung Tengah : Anggota Komisi I DPRD Lampung Ni Ketut Dewi Nadi menggelar kunjungan dapil (reses) di Kampung Reno Basuki Kecamatan Rumbia dan Kampung Rukti Harjo Kecamatan Seputih Raman (7/9).


Dalam reses yang dihadiri Anggota DPRD Lampung Tengah Ni Made Winarti tersebut, Bendahara Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Lampung ini menjelaskan kepada para konstituen yang hadir tujuan dari kunjungan dapil yang wajib dilakukannya selaku anggota dewan.


“Saya hadir di sini untuk menjalankan tugas dan kewajiban sebagai wakil rakyat untuk menyerap aspirasi dari bapak ibu sekalian. Jika ada yang hendak disampaikan mohon dipersilakan,” ujar Dewi Nadi.



Aspirasi yang disampaikan masyarakat tersebut nantinya akan dibawa untuk disampaikan ke fraksi dan akan dimasukkan atau diusulkan pada paripurna dewan.


“Dengan demikian nanti jika aspirasi bapak ibu tersebut di setujui, pembangunannya akan kami perjuangkan agar bisa direalisasikan melalui anggaran daerah, ” urainya.



Pada kesempatan tersebut, Ketut Dewi Nadi menyalurkan bantuan kursi roda untuk warga di Kampung Rukti Harjo yang berasal dari kementerian sosial. (LW)

Share:

Reses, Mingrum Gumay Titip Pesan Pada Warga SMA Negeri 1 Rumbia Lampung Tengah


LAMTENG - Ketua DPRD Lampung, Mingrum Gumay siap perjuangkan aspirasi masyarakat. 


Hal itu dikatakan Mingrum saat Reses tahap lll di SMA Negeri 1 Rumbia, Lampung Tengah. 


"Bukan janji, tapi kita akan perjuangkan bersama atas aspirasi yang disampaikan oleh Bapak I Nyoman Susila selaku Kepala SMA Negeri 1 Rumbia," ujar Mingrum Senin (4/9).


Politisi PDIP Lampung ini berharap aspirasi dari Kepala SMA Negeri 1 Rumbia bisa berjalan dengan baik dan segera terealisasi.

 "lnikan yang diajukan oleh keluarga besar SMA 1 Rumbia seperti perbaikan jalan depan sekolah, gamelan tari sembah, panggung dan dinding gedung serba guna. Jadi kita doakan bersama-sama agar semuanya bisa sukses dan tercapai," katanya.


Ia juga mengingatkan kepada siswa-siswi untuk menjaga nama baik sekolah dan nama baik pribadi masing-masing, demi masa depan.

"Ketika kalian selesai dari sekolahan ini, masa depan kalian ada pada diri kalian sendiri, dan bukan kepada orang lain, serta maju atau mundur, semua terletak pada diri kalian masing-masing," tegasnya.


"Jangan kalian rusak masa depan kalian, ingat itu. Kalo sampai kalian rusak masa depan kalian saya pastikan selamanya masa depan kalian akan suram dan tidak gampang untuk dipulihkan,"pungkasnya (Arm).

Share:

Popular


NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts