Portal Berita Online

Managemen Pantai Setigi Heni Lampung Selatan Benarkan Ada Korban Meninggal


LAMPUNG SELATAN,- Beredar kabar salah satu pengunjung wisata Pantai Setigi Heni, Lampung Selatan meninggal diduga akibat tersengat aliran listrik pada Sabtu sore 6 Juli.

Informasi yang didapat, rombongan 7 orang keluarga wisatawan yang berasal dari Kota Palembang Sumatera Selatan tersebut berawal mandi di Pantai Setigi Heni, usai asyik mandi di pantai tersebut korban berjenis kelamin laki-laki diperkirakan berumur 40 tahun bersama keluarga menuju mobil yang terparkir di area belakang Cafe Batok Kelapa Setigi Heni, bertujuan hendak mengambil pakaian untuk membilas badan dan mengganti pakaian, namun naas setelah mengambil dan hendak berganti pakaian saat menuju kamar mandi korban terjatuh di anak tangga di antara sisi cafe dan sisi kamar mandi. 


"Awalnya mereka sekeluarga mandi di pantai lalu mereka beranjak ke mobil usai mandi di laut untuk mengambil pakaian untuk mengganti pakaian, saat berada di anak tangga tiba tiba si korban terjatuh dan kejang-kejang, itu yang disampaikan salah satu keluarga korban kepada saya bang," ucap salah satu saksi yang juga anak pantai yang saat itu secara sigap turut membantu korban di desa Canggung Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan, Minggu (07/06/204). 


"Seketika itu kami beserta keluarga korban segera mengangkat si korban untuk segera dilarikan ke rumah sakit Kalianda, namun sebelum masuk ke mobil milik salah satu pengurus pantai tampak dari mulut korban mengeluarkan cairan berbusa," terangnya lagi. 


Di sisi lain menurut Humas Pantai Setigi Heni, M. Nur akrab di panggil Adam wo, menjelaskan, saat kejadian itu kondisi pakaian dan badan korban memang masih basah dan berpasir seusai mandi di pantai. 


"Sebelumnya korban beserta keluarga mandi di pantai lalu mereka beranjak menuju kendaraan yang terparkir di area belakang cafe, sekira pukul 17:30 dengan kondisi pakaian yang dikenakan korban masih basah dan berpasir musibah terjadi tanpa kita duga sama sekali, tanpa menungu lama sekira pukul 17:35, kami selaku pengelola pantai segera membawa korban ke rumah sakit Bob Bazaar Kalianda didampingi keluarga korban, sesampainya di sana beberapa menit kemudian pihak rumah sakit menyatakan korban tidak tertolongkan," terang M. Nur. 


"Detik itu pun kami selaku pengerus Pantai Setigi Heni mengambil sikap sebagai pertanggung jawaban kami, untuk mengurus segala administrasi atau pembiayaan di rumah sakit dan kepulangan hingga biaya pemakaman korban ke Sumatera Selatan, juga memfasilitasi tempat bermalam dan makan keluarga korban yang datang pada malam itu juga dari Sumatera Selatan, karena bagi kami pengunjung Pantai Setigi Heni ini bagian dari keluarga kami, saudara kami," ucapnya.


"Alhamdulillah islah (perdamaian) dan perjanjian bermaterai terjalin kesepakatan antara keluarga korban dan pihak Pantai Setigi Heni tercapai secara baik dan secara kekeluargaan," tutup M. Nur. (Tim)

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular


NASIONAL$type=complex$count=4

Arsip Blog

Recent Posts