Penengahan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) tak henti-hentinya terus bergerak memberikan edukasi dan pemahaman kewaspadaan terhadap bencana.Kegiatan tersebut bukan tak beralasan, pasalnya bencana yang terjadi datang tidak dengan rencana, maka dari itu BPBD Lamsel harus dengan kesiap siagaan yang matang.
Dan hari ini, BPBD Lamsel mengadakan pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana di Kecamatan Penengahan, tepatnya Desa Kekiling, yang digelar di Balai Desa setempat, pada Rabu (21/8/2024).
Hadir dalam acara tersebut Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan Erwan, Jajaran BPBD Romi beserta tim pelatihan, Kepala Desa Kekiling Andi Saputra, aparatur Desa, serta puluhan perwakilan masyarakat setempat.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lamsel Erwan, menerangkan bahwa kegiatan hari ini di titik kelima bergilir di Desa Kekiling Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lamsel.
“Alhamdulillah untuk kegiatan hari ini, kita berikan pelatihan pencegahan mitigasi bencana yang di mana kita menedukasi masyarakat tentang upaya tetap waspada terhadap bencana, jadi kita edukasi bahwa kalau ada bencana itu jangan kita panik, tapi kita waspada untuk menghadapinya,” terangnya.
“Seperti kita misalkan menghadapi gempa. apa-apa peralatan yang perlu dibawa, center, P3K, alat-alat misalkan baju dan yang lain-lainnya yang secukupnya,” tambahnya.
Dirinya mengapresiasi Pemerintahan Desa Kekiling yang sudah menyambut dengan baik adanya kegiatan tersebut.
“Dan di sini Alhamdulillah mendapatkan sambutan yang baik dengan Kepala Desa Keliling, edukasi masyarakat untuk memahami bahwa bahayanya bencana ketika tidak memahami dengan kepanikan. Bila dengan akal sehat kita bisa menghadapi,” imbuh Kabid.
Ia berujar untuk Desa Keliling ini masuk dalam mitigasi, karena di sini salah satu titik desa yang rawan bencana. Artinya BPBD mengedukasi masyarakatnya diberi pemahaman baik dari aparatur desa karena bencana ini tanggung jawab semua pihak.
"Bukan tanggung jawab di pemerintah daerah, pemerintah pusat, pemerintah desa, ini tanggung jawab bersama,” tambahnya lagi.
Bang Erwan menyebut, bilamana terjadi bencana, hal yang pertama itu adalah melindungi atau menyelamatkan diri sendiri, anak Family, tetangga.
"Keluarga dan lingkungan kita sekitar,” ucapnya.
Dan untuk menghadapi di musim kemarau tahun ini, ia menghimbau agar masyarakat tetap waspada agar tidak membuat titik api guna menghindari terjadinya kebakaran.
“Dari BPPD sendiri terkait cuaca yang masuk musim kemarau, musim kekeringan, jadi artinya kita memanfaatkan air seefisien mungkin, terus jangan membuat titik api dan kita jaga lingkungan kita dari rumah sekitar kita jangan sampai ada titik api muncul untuk menghindari kebakaran," pungkasnya. (Red)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar