Lampung Selatan – Dugaan tindakan premanisme kembali terjadi di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Way Urang, Kalianda, Lampung Selatan.
Sebuah truk yang melintas dari arah Bakauheni menuju Bandar Lampung diduga dilempari oleh petugas hingga kaca depannya pecah. Insiden tersebut terjadi karena sopir diduga enggan memasuki pos pemeriksaan dan mempercepat laju kendaraan.
Akibat pelemparan tersebut, sopir mengalami kerugian hingga Rp 2 juta dan terpaksa menghentikan kendaraannya di tengah perjalanan. Publik mengecam keras tindakan ini, yang dinilai tidak hanya arogan tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.
Tindakan serupa juga pernah terjadi tiga bulan sebelumnya. Saat itu, petugas melempar truk dengan traffic cone, dengan dalih sopir membahayakan keselamatan petugas. Namun, publik menilai bahwa tindakan fisik seperti ini tidak dapat dibenarkan, apapun alasannya.
Saat dikonfirmasi, Komandan Regu UPPKB Way Urang, Junaidi mengaku tidak mengetahui detail kejadian karena regunya baru saja berganti sift. Sementara itu, Komandan Regu Ahmad Nasution membenarkan insiden tersebut telah diselesaikan secara damai.
“Kami dan pemilik kendaraan sudah menyelesaikan masalah secara kekeluargaan melalui berita acara perdamaian. Kami juga telah memberikan dana Rp 2 juta untuk perbaikan kendaraan. Terima kasih,” ujar Ahmad melalui pesan WhatsApp, Sabtu (25/1).
Meski demikian, publik menilai tindakan ini tidak cukup. Penyelesaian secara kekeluargaan dianggap hanya solusi jangka pendek tanpa mencegah kejadian serupa. Masyarakat mendesak pihak terkait untuk memberikan sanksi tegas kepada oknum petugas dan meningkatkan pengawasan di lapangan.
Insiden yang terus berulang ini memperburuk citra UPPKB Way Urang dan menimbulkan pertanyaan: Apakah premanisme sudah mengakar di instansi tersebut? Publik kini menunggu langkah tegas dari pihak berwenang. (Is)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar